Kejari Solok Selatan eksekusi Kontraktor, terduga tindak pidana korupsi proyek Batang Bangko



Solsel, dutametro.com -- Kejaksaan Negeri Solok Selatan eksekusi terduga tindak pidana korupsi proyek tebing Batang Bangko tahun 2016 atas nama MY dan IM. Rabu (17/11/2021).



Kepala Kejaksaan Negeri Solsel M.Bardan mengatakan Pelaksanaan eksekusi tersebut berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang diterima Kejaksaan Negeri Solok Selatan pada September 2021, mereka berdua terbukti bersalah.



AY dan IM merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek pengadaan batu kali dan  pengadaan beronjong dan pemberian fee kepada direktur Pt Buana Mitra Selaras BA (almarhum), dan juga PPPTK BPBD Solok Selatan IH.



Eksekusi terhadap kedua kontraktor yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) dikediamannya di Nagari Bomas Kecamatan Sungai Pagu hari Rabu sekira pukul 19.30 wib. "mereka berdua sedari awal pemeriksaan sangat koperatif dan akan mengembalikan semua uang kerugian Negara", ungkap M.Bardan



Keduanya terbukti bersalah melanggar pasal 3 pasal 3 undang undang tindak pidana korupsi. masing masing tersangka dituntut 4 tahun penjara dan mengembilikan uang Negara masing masing Rp.454.751.250,_



Dan eksekusi terhadap dua terdakwa penerima fee direktur Pt Buana Mitra Selaras Almarhum BA dan PPTK BPBD Solsel IH, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung.



Almarhum BA telah mengembalikan semua uang Negara fee proyek yang diterimanya sebesar Rp.178.800.000,_ 



Almarhum sudah mengembalikan uang kerugian Negara, pada 5 Nopember 2018, sebanyak Rp.75.500.000,_ dan pada tanggal 19 Nopember 2019 sebanyak Rp.103.000.000,_. " Beliau menyampaikan kasasi tapi sampai saat ini kita masih menunggu keputusan MA" imbuh M.Bardan



M.Bardan juga mengatakan mendapat perintah dari Jaksa Agung untuk memberantas mafia tanah, karna kasus mafia tanah sudah sangat menguatirkan.



"Mafia tanah ini dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi serta menimbulkan konflik sosial ", jelas Bardan.



Oleh karena itu Jaksa Agung memerintahkan membuat satuan kerja seperti di Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri untuk membentuk tim khusus  gabungan antara Intelijen, Pidum dan Pisus. tim ini diperintahkan untuk mempersempit dan mencermati ruanggerak mafia tanah.



M.Bardan menghimbau kalau ada masyarakat yang jadi korban mafia tanah harap lapor Kejaksaan Negeri Solok Selatan. (Met)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di www.DutaMetro.com