Kajari Pasbar Tahan Satu Orang Lagi Perkara Dugaan Penyimpangan Perjalanan Dinas Fiktif



Pasaman Barat,dutametro.com--Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman Barat melakukan penahanan terhadap seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasbar inisial AT terkait perkara dugaan penyimpangan perjalanan dinas fiktif tahun anggaran 2019.


Sebelumnya Kejaksaan Negeri Pasbar telah menetapkan lima orang tersangka sekaligus melakukan penahan terhadap tiga dari lima orang tersangka dengan kasus yang sama. 


Kedua orang tersangka yang belum ditahan itu inisial AT sedang berada di Riau dan inisial IS sedang dalam kondisi sakit.


"Setelah AT menjalani pemeriksaan lebih kurang lima jam sebagai tersangka maka malam ini kami langsung menahan tersangka. Dan satu orang lagi inisial IS masih belum bisa dipanggil karena dalam keadaan sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana melalui Kasi Intel Elianto didampingi Kasi Pidsus Andy Suryadi dan Kasi BB Firdaus saat memberika keterangan kepada wartawan, Selasa (9/11/2021) malam.


Ia mengatakan, Sebelumnya tersangka inisial AT sudah dipanggil namun berhalangan sedang di luar kota. Hari ini tersangka sangat kooperatif.


"AT sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang mantan anggota DPRD periode 2014-2019 pada 29 Oktober 2021 lalu,"katanya.


Dengan ditahannya satu orang lagi maka pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menahan empat orang dari lima tersangka yang telah ditetapkan.


"Satu orang lagi inisial IS masih belum bisa dipanggil karena dalam keadaan sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam waktu dekat jika kondisi kesehatannya membaik maka akan dilakukan pemanggilan,"tegasnya.


Ia menjelaskan para tersangka diduga melakukan tindakan korupsi pada anggaran perjalanan dinas pada sekwan DPRD Pasaman Barat pada tahun 2019 dengan anggaran yang terserap sekitar Rp27.165.361.405 dari total anggaran sebesar Rp32.015.823.405. "Kerugian negara akibat perbuatan tersangka sekitar Rp650 juta,"katanya.


Ia menyebutkan penahanan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan barang bukti dugaaan tindak pidana korupsi dan dari keterangan saksi-saksi. "Sekitar 30 lebih saksi telah kita periksa dan dan dengan barang bukti dokumen.  Ini baru tahap awal dan akan terus dikembangkan tidak tertutup akan ada tersangka baru nantinya,"tegasnya.


Tersangka yang ditahan untuk sementara akan dititipkan di tahanan Polres Pasaman Barat sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kota Padang.


Para tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun1999 diubah menjadi UU RI nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.


Ia mengakui tersangka sudah mengembalikan kerugian negara setelah pada proses penyidikan dan sudah distor ke kas daerah.


"Proses perkara ini akan terus kita kembangkan dan dengan memanggil saksi-saksi kembali,"tegasnya. 


Sementara itu kuasa hukum tersangka Abdul Hamid mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang ada. "Klien saya sangat kooperatif dalam pemanggilan oleh pihak kejaksaan. Semua yang diketahuinya disampaikan kepada penyidik.  Kita hormati proses hukum yang ada,"katanya. (Izal)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di www.DutaMetro.com,