-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden Jokowi Apresiasi APKASI Expo untuk Bangkitkan Ekonomi || dutametro

Rabu, Oktober 20, 2021 | Oktober 20, 2021 WIB Last Updated 2021-10-20T07:23:54Z

 


dutametro.com. -

Presiden Joko Widodo resmi membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 20 Oktober 2021. Expo yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini dinilai menjadi salah satu cara dalam menggerakan perekonomian daerah di tengah pandemi Covid-19. 


“Saya apresiasi inisiatif APKASI untuk segera menggerakkan perekonomian daerah antara lain lewat expo. Perdagangan dan tourism harus mulai digerakkan, jangan terlambat. Tapi catatannya, kesehatan harus nomor satu,” ujar Jokowi dalam sambutannya, Rabu, 20 Oktober 2021. 


Jokowi mengatakan, ajang expo ini untuk saling memperkuat kerjasama perdagangan antar daerah dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. 


Ia juga mengingatkan daerah untuk memperkuat pasar dalam negeri yang sangat potensial dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Sehingga pangsa yang besar ini tidak diambil produk negara lain. 


"Perlu diperkuat perdagangan antar daerah, antar provinsi dan antar pulau. Ini penting sekali. Ini harus terus disampaikan APKASI dalam forum-forum," ujarnya. 


Jokowi menyebutkan, setiap daerah harus fokus pada produk-produk unggulannya, sehingga dapat saling menopang, mengisi dan melengkapi. 


"Kita ini senang latah, karet ramai semua tanam karet. Ambruk semuanya ambruk. Jangan seperti itu. Setiap daerah perlu fokus pada produk unggulannya," ujarnya. 


Selain itu, Jokowi meminta deerah terus meningkatkan volume ekspor. Fasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan produknya, karena pasar ekspor masih terbuka lebar. 


Kata dia, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Agustus 2021 mencapai US 142 miliar dolar. Tumbuh 37,7 persen year on year. 


"Ekspor kita tumbuh bagus sekali. Daerah bisa manfaatkan ini. Jangan ruwet dan hambat perizinan," ujarnya. 


Apalagi mitra dagang mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19. Perekonomian China tumbuh 7,9 persen, Amerika 12,2 persen, Jepang 7,6 persen dan India mencapai 20,1 persen. 


Jokowi berharap Apkasi Otonomi Expo bukan hanya menunjukkan produk dan objek wisatanya saja. Namun juga harus menunjukkan iklim investasi di daerah-daerah semakin baik. 


"Kepastian hukum yang terus membaik, kemudahan perizinan hingga OSS (Online Single Submission) juga berjalan dengan baik. Kepastian ini diperlukan dunia usaha," ujarnya. 


Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2021 yang bertemakan Daerah Bangkit, Indonesia Maju itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Seskab Pramono Anung dan Ketua Dewan Pembina APKASI Mardani H Maming. 


Ketua Umum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, APKASI hendak berperan bersama pemerintah dalam berjuang membangkitkan ekonomi nasional pada masa sulit ini. Salah satunya melalui expo ini. 


Kata Sutan, expo tahun ini menawarkan peluang investasi terkait berbagai produk-produk daerah yang potensial untuk dikembangkan dan diperdagangkan, yaitu berupa pengolahan pakan ternak, produksi ikan tangkap dan budidaya perikanan, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pengembangan objek wisata, agrowisata dan pembangunan hotel dan resort, serta Industri hilir kelapa sawit dan karet. 


"Produk-produk daerah hendak diperdagangkan lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi berupa applikasi (start-up) yang memudahkan proses pemasaran produk dagang tersebut," ujar Bupati Dharmasraya itu. 


Sutan menyebutkan, dengan teknologi informasi itu diharapkan daya jual-beli meningkat, tanpa harus bertatap muka. Sehingga perdagangan ekonomi tetap dapat membaik dan upaya pencegahan Covid-19 tetap terus dapat dijaga.  


Expo ini diharapkan menjadi cikal-bakal tabiat perdagangan baru pada masa pandemik dan masa depan nantinya. Itu sebabnya antusias peserta diharapkan menciptakan gairah baru pasar ekonomi daerah dan nasional meski pandemik masih melanda.  


"Kepercayaan diri pasar ekonomi tersebut tentu tumbuh karena upaya Presiden Joko Widodo untuk terus menyalurkan vaksin ke seluruh wilayah Indonesia. Peran itu juga melibatkan berbagai stakeholder, termasuk TNI dan Polri. Semoga semakin luasnya sebaran vaksin maka kebangkitan ekonomi kian membaik," ujarnya. 


Apkasi Otonomi Expo 2021 yang akan berlangsung hingga Jumat 22 Oktober 2021 di Jakarta Covention Center ini digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. 


"Penyelenggaraan expo dengan protokol kesehatan ketat ini juga hendak memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menghadapi penyesuaian pola hidup yang diakibatkan pandemi Covid-19," ujarnya. 


Expo kali ini meliputi kegiatan pameran, forum bisnis dan pemilihan putri otonomi daerah yang diharapkan mampu mempromosikan berbagai keunggulan daerah. 


Adapun pameran kali ini hanya diikuti 70 pemerintah kabupaten, 2 pemerintah provinsi, 5 kementerian/lembaga, 8 perusahaan swasta nasional. Total stand hanya 140. 


AEO ini juga akan diisi dengan kegiatan executive dialogue yang menghadirkan sejumlah nara sumber, seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid dan Ketua Umum HIPMI Mardani H Maming.

Presiden Joko Widodo resmi membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 20 Oktober 2021. Expo yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini dinilai menjadi salah satu cara dalam menggerakan perekonomian daerah di tengah pandemi Covid-19. 


“Saya apresiasi inisiatif APKASI untuk segera menggerakkan perekonomian daerah antara lain lewat expo. Perdagangan dan tourism harus mulai digerakkan, jangan terlambat. Tapi catatannya, kesehatan harus nomor satu,” ujar Jokowi dalam sambutannya, Rabu, 20 Oktober 2021. 


Jokowi mengatakan, ajang expo ini untuk saling memperkuat kerjasama perdagangan antar daerah dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. 


Ia juga mengingatkan daerah untuk memperkuat pasar dalam negeri yang sangat potensial dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Sehingga pangsa yang besar ini tidak diambil produk negara lain. 


"Perlu diperkuat perdagangan antar daerah, antar provinsi dan antar pulau. Ini penting sekali. Ini harus terus disampaikan APKASI dalam forum-forum," ujarnya. 


Jokowi menyebutkan, setiap daerah harus fokus pada produk-produk unggulannya, sehingga dapat saling menopang, mengisi dan melengkapi. 


"Kita ini senang latah, karet ramai semua tanam karet. Ambruk semuanya ambruk. Jangan seperti itu. Setiap daerah perlu fokus pada produk unggulannya," ujarnya. 


Selain itu, Jokowi meminta deerah terus meningkatkan volume ekspor. Fasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan produknya, karena pasar ekspor masih terbuka lebar. 


Kata dia, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Agustus 2021 mencapai US 142 miliar dolar. Tumbuh 37,7 persen year on year. 


"Ekspor kita tumbuh bagus sekali. Daerah bisa manfaatkan ini. Jangan ruwet dan hambat perizinan," ujarnya. 


Apalagi mitra dagang mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19. Perekonomian China tumbuh 7,9 persen, Amerika 12,2 persen, Jepang 7,6 persen dan India mencapai 20,1 persen. 


Jokowi berharap Apkasi Otonomi Expo bukan hanya menunjukkan produk dan objek wisatanya saja. Namun juga harus menunjukkan iklim investasi di daerah-daerah semakin baik. 


"Kepastian hukum yang terus membaik, kemudahan perizinan hingga OSS (Online Single Submission) juga berjalan dengan baik. Kepastian ini diperlukan dunia usaha," ujarnya. 


Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2021 yang bertemakan Daerah Bangkit, Indonesia Maju itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Seskab Pramono Anung dan Ketua Dewan Pembina APKASI Mardani H Maming. 


Ketua Umum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, APKASI hendak berperan bersama pemerintah dalam berjuang membangkitkan ekonomi nasional pada masa sulit ini. Salah satunya melalui expo ini. 


Kata Sutan, expo tahun ini menawarkan peluang investasi terkait berbagai produk-produk daerah yang potensial untuk dikembangkan dan diperdagangkan, yaitu berupa pengolahan pakan ternak, produksi ikan tangkap dan budidaya perikanan, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pengembangan objek wisata, agrowisata dan pembangunan hotel dan resort, serta Industri hilir kelapa sawit dan karet. 


"Produk-produk daerah hendak diperdagangkan lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi berupa applikasi (start-up) yang memudahkan proses pemasaran produk dagang tersebut," ujar Bupati Dharmasraya itu. 


Sutan menyebutkan, dengan teknologi informasi itu diharapkan daya jual-beli meningkat, tanpa harus bertatap muka. Sehingga perdagangan ekonomi tetap dapat membaik dan upaya pencegahan Covid-19 tetap terus dapat dijaga.  


Expo ini diharapkan menjadi cikal-bakal tabiat perdagangan baru pada masa pandemik dan masa depan nantinya. Itu sebabnya antusias peserta diharapkan menciptakan gairah baru pasar ekonomi daerah dan nasional meski pandemik masih melanda.  


"Kepercayaan diri pasar ekonomi tersebut tentu tumbuh karena upaya Presiden Joko Widodo untuk terus menyalurkan vaksin ke seluruh wilayah Indonesia. Peran itu juga melibatkan berbagai stakeholder, termasuk TNI dan Polri. Semoga semakin luasnya sebaran vaksin maka kebangkitan ekonomi kian membaik," ujarnya. 


Apkasi Otonomi Expo 2021 yang akan berlangsung hingga Jumat 22 Oktober 2021 di Jakarta Covention Center ini digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. 


"Penyelenggaraan expo dengan protokol kesehatan ketat ini juga hendak memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menghadapi penyesuaian pola hidup yang diakibatkan pandemi Covid-19," ujarnya. 


Expo kali ini meliputi kegiatan pameran, forum bisnis dan pemilihan putri otonomi daerah yang diharapkan mampu mempromosikan berbagai keunggulan daerah. 


Adapun pameran kali ini hanya diikuti 70 pemerintah kabupaten, 2 pemerintah provinsi, 5 kementerian/lembaga, 8 perusahaan swasta nasional. Total stand hanya 140. 


AEO ini juga akan diisi dengan kegiatan executive dialogue yang menghadirkan sejumlah nara sumber, seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid dan Ketua Umum HIPMI Mardani H Maming.

POLITIK

×
Berita Terbaru Update