-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRD Kendal Hadiri Sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual || dutametro

Jumat, Oktober 22, 2021 | Oktober 22, 2021 WIB Last Updated 2021-10-22T09:30:27Z



KENDAL - JATENG,dutametro.com. -

Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan Sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Bertempat di Aula Kecamatan Weleri Kendal, Kamis (21/10/2021) 


Kegiatan Sosialisasi berlangsung selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal, Drs. Kuncahyadi. Dihadiri oleh Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, Anggota Komisi B DPRD Kendal Suroto, Camat Weleri Marwoto dan Narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi ikuti oleh 20 pelaku usaha ekonomi kreatif maupun UMKM se-Kecamatan Weleri. 


Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun menyampaikan, pendampingan dan perlindungan terhadap produk-produk lokal dan unggulan UMKM di Kendal sangat diperlukan untuk memperkuat daya saing. Salah satu bentuk penguatan daya saing, yakni dengan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap produk-produk lokal dan unggulan yang dihasilkan oleh para pelaku Industri Menengah Kecil (IKM) maupun UMKM di Kabupaten Kendal. 


"Kami mendorong Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM untuk terus berinovasi dalam pendampingan terhadap teman-teman pelaku usaha ekonomi kreatif  maupun UMKM di Kabupaten Kendal agar mereka bisa lebih maju dan berkembang. Sehingga produk-produk lokal dan unggulan yang dihasilkan para pelaku usaha UMKM juga bisa memiliki daya saing dan bisa menghasilkan produk-produk  yang kreatif dan inovatif," jelas Makmun. 


Dengan kegiatan Sosialisasi ini, Makmun berharap para pelaku usaha ekonomi kreatif, IKM maupun UMKM di Kabupaten Kendal bisa berkembang lebih baik lagi, bisa terus berinovasi serta menjadi bagian yang bisa menopang dan menggerakan perekonomian di Kabupaten Kendal. 


Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal, melalui Kasi Industri Kecil Menengah dan Aneka, Abdul Ghofur menjelaskan, manfaat HAKI bagi pelaku usaha UMKM yaitu mendorong pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) maupun UMKM untuk menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif, menciptakan daya saing dengan produk-produk sejenis lainnya, menciptakan iklim kondusif dan persaingan usaha yang sehat. 


"Masih banyak pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang masih belum tertarik untuk melindungi hasil karyanya atau produk unggulannya dengan HAKI. Bahkan masih banyak yang merasa kesulitan dalam pengurusan HAKI. Terkait hal itu, kami menggelar sosialisasi dengan maksud memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman mengenai arti pentingnya HAKI bagi IKM maupun UMKM. Serta bagaimana proses pengurusan memperoleh HAKI," terang Abdul Ghofur. 


Siti Aida (45) Koordinator UMKM Kecamatan Weleri menyampaikan, bahwa ada banyak produk lokal dan unggulan yang dihasilkan para pelaku usaha UMKM di wilayah Kecamatan Weleri yang perlu pendampingan dan perlindungan dengan memperoleh HAKI. 


"Sebagai contoh produk Kopi dari Desa Sambongsari Weleri dengan branded atau merk "NAIK KELAS" yang sudah sering dipesan oleh bapak Bupati Dico, kami telah bantu pengurusan PIRT dan Sertifikat Halalnya, dan sekarang sedang proses ke BPOM. Ada juga produk Jahe Instan bermerk SAKINAH dari Desa Bumiayu, yang juga telah kita bantu proses legalitasnya komplit sampai Sertifikat Halalnya," ungkap Siti Aida. 


Siti Aida menambahkan, melalui perlindungan HAKI, diharapkan produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM akan konsisten dalam kualitas dan bisa lebih berkembang. 

dutametro.com/Mrs

POLITIK

×
Berita Terbaru Update