Ticker

6/recent/ticker-posts














6/Sumatera Barat/hot-posts



Olahraga

6/Olahraga/hot-posts

Facebook


Sumatera Barat


Hot Widget

recent/hot-posts

Warga Pagai Salatan Mentawai Berharap Pemerintah Secepatnya Perbaiki Jalan di KM 6 sampai KM20 || dutametro

Posted by: On August 22, 2021

 


Mentawai-, dutametro.com. -Warga Pagai Selatan, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap secepatnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memperbaiki jalan di KM 6 sampai KM 20.


Dimana Jalan di KM 6 sampai KM 20 Pagai Selatan, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai permukaan jalannya berlumpur, berlubang dan digenangi air bila setelah hujan reda, bagi warga Pagai Selatan yang ingin ke Desa Sikakap terpaksa mendorong kendaraannya untuk melewati jalan itu, bagi mobil yang akan melintasi jalan itu terpaksa turun untuk menimba kenangan air  sampai kering air, lubang jalan yang digenangi air diperkirakan dengan kedalam sekitar 1,5 Meter.


Warga Desa Bulasat, Ridno Darmawanto, menuturkan, permukaan jalan di KM 6 sampai KM 20 Pagai Selatan berlubang, berlumpur dan digenangi air, Ruksak Parah, bagi kami masyarakat di Pagai Selatan bila melewati jalan tersebut terpaksa harus turun dari sepeda motor untuk mendorong, harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai atau Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, maupun Pemerintah Pusat agar sesegera mungkin untuk memperbaiki jalan tersebut, apa lagi sebentar lagi mau natal dan tahun baru.


jalan di KM 6 sampai KM 20 itu sangat licin sekali kalau dilewati bila hujan atau setelah hujan, saya saja sudah beberapa kali jatuh dijalan tersebut.


Kalau ingin ke Desa Sikakap terpaksa harus membawa baju ganti, kalau jatuh atau baju penuh dengan lumpur terpaksa harus menumpang mandi ditempat rumah orang yang kita kenal sekaligus menganti baju.


Kalau jalan bagus dari Desa Bulasat ke Desa Sikakap hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam sampai 2 jam, sekarang ini sampai 3 jam.


Kasihan sekali kalau mobil lewat jalan tersebut, para supir mobil dan orang yang menumpang jalan terpaksa harus bekerja keras dulu untuk menimba air yang tergenang di jalan itu, lubang di jalan dengan kedalam 1,5 meter, untuk membuang air para supir terpaksa harus membawa pompa air untuk menguras air dijalan, ucapnya.


warga Dusun Laggigi, Desa Bulasat, Togar Marbun (66), mengatakan, saya memiliki satu mobil dan truk, kalau mau melewati jalan di km 6 sampai km 20 terpaksa harus kerja keras dulu untuk membuang air yang tergenang di badan jalan, selain itu jalan itu berlumpur dan licin kalau dilewati setelah hujan, kalau waktu hujan tidak akan bisa kita melewati jalan tersebut.


Tak jarang mobil saya terpuruk didalam lumpur tersebut, untuk mengeluarkan mobil yang terpuruk tersebut harus ditarik oleh mobil lainnya.


Kalau mobil sudah terpuruk muatan diatas mobil terpaksa harus di turunkan, dan kembali dinaikan di bagian badan jalan yang permukaannya bagus.


Kalau mau ke Desa Sikakap terpaksa harus membawa mesin pompa air untuk menimba air di badan jalan, harapan kami kepada pemerintah agar secepatnya jalan di KM 6 sampai KM 20 Pagai Selatan diperbaiki supaya kami warga Desa Bulasat dan lainnya dengan mudah pergi ke Desa Sikakap untuk membeli kebutuhan pokok, dan menjual hasil perkebunan, rusaknya jalan membuat saya tidak bisa lagi menerima jasa angkutan pisang, sebab kalau diterima juga bisa masak pisang sampai ke Polaga, Desa Sikakap, jelasnya.


Rusaknya jalan membuat petani pisang di Pagai Selatan tidak bisa lagi menjual pisangnya ke penampung di Desa Sikakap.


Biasanya Setiap hari Rabu jadwal KMP Ambu-Ambu dari Padang datang ke Desa Sikakap pisang keluar dari Pagai Selatan paling sedikit 1000 tandan, bahkan lebih.


Ridno Darmawanto, pendamping Progaran Keluarga Harapan, sekaligus warga Desa Bulasat, menuturkan, Sebelum musim hujan sekarang pisang keluar dari Desa Bulasat dan Desa Sinaka 1 paling sedikit 1000 tandan, pisang tersebut diangkut dengan mengunakan dan truk, penghasilan petani antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu perminggu, sekarang ini tidak ada lagi, Sejak musim hujan sekarang tidak ada mobil yang mau mengangkat pisang tersebut, akibatnya banyak pisang yang terpaksa dibiarkan masak di batang.


Cuaca bagus dan jalan keras setiap jadwal kapal hari Rabu paling sedikit 1000 tandan pisang keluar dari  Desa Bulasat dan Dusun Aban Baga, Desa Sinaka, kalau jadwal kapal 2 kali seminggu yakni hari Rabu dan Minggu maka pisang yang keluar sekitar 2000 tandan, sekarang ini kami warga sangat berharap supaya jalan tersebut secepatnya diperbaiki sebelum Natal dan tahun baru supaya kami dapat merayakan Natal dan tahun baru dengan tenang dan hikmah, sebelum Natal tentu kami warga Bulasat dan sekitarnya akan turun ke Desa Sikakap untuk belanja kebutuhan natal dan tahun baru, kalau seperti ini juga jalan tentu kami akan berpikir dua kali untuk pergi ke Desa Sikakap, ucapnya.


Piron (60), warga Dusun Aban Baga, Desa  Sinaka,mengungkapkan, sejak musim hujan sekitar satu bulan saya tidak bisa lagi menjual pisang lagi, sebab tidak ada pembeli yang datang ke tempat kami, biasanya kalau jalan bagus dan cuaca juga bagus pembeli pisang dari Desa Sikakap akan datang ke sini untuk membeli pisang, katanya.sl

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »