Tiga Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Ditangani Kajari Pasbar, Mahasiswa: Nampaknya tidak ada kabar lagi, Ada apa ini..! || dutametro



Pasaman Barat,dutametro.com--Mahasiswa Pasaman Barat melirik tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi ditangani Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman Barat sudah tahap penyidikan.


"Pada kasus tersebut, sesuai pernyataan Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Pasbar menegaskan "kasus ini tidak diam" Bulan Mei lalu. Namun sampai pada hari ini nampaknya tidak ada kabar lagi, Ada apa ini..!,"kata Wakil Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAI-YAPTIP Pasbar, Anhar Nasution kepada wartawan, Minggu (8/8/2021).


Ia mengatakan, Sebagaimana kita baca dan lihat saksama banyak kasus serta persoalan yang tak kunjung terselesaiakan di Pasaman Barat, maka dari itu kita lakukan diskusi dan Kajian bersama Kawan-kawan dari Aliansi Pemuda Peduli Uang Negara Pasbar, Sabtu malam.


"Kita dari mahasiswa minta Kejaksaan Negeri Pasaman Barat agar menuntaskan permasalahan dugaan Tipikor di Pasaman Barat secara Real,"katanya.


Menurutnya, Pada bulan Mei kemaren, mencuatnya kasus Dugaan tindak pidana korupsi di Pasaman barat. yakni pembangunan gedung Aula Dinas pendidikan Pasaman Barat Ta 2016, Pembangunan lapangan tenis indor pada dinas PUPR Ta 2018, dan penyimpangan perjalanan dinas fiktif pada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pasaman Barat Ta 2018 dan 2019.


Memang, kata Anhar, kita paham bahwa dalam penyidikan dugaan tipikor banyak tahapan yang harus dilalui dan dokumen yang dilengkapi. Tapi,  yang kita takutkan kejaksaan lupa terhadap kasus ini.


"Kita dari Mahasiswa meminta kepada Kejaksaan Negeri Pasaman Barat untuk Memperjelas status serta menuntaskan kasus ini,"katanya.


Lebih lanjut Anhar mengatakan, Selain ketiga kasus tersebut, kita juga melirik kasus dugaan tipikor pembangunan sarana dan prasarana (Sapras) gedung olahraga (GOR) Pasbar.


"Apakah kasus ini hanya kandas ditengah jalan tanpa ada keterangan dan kejelasannya!,"katanya.


Tambahnya, Bayangkan, 2020 dulu. sesuai dugaan sementara Polres Pasbar mencapai Rp400 sampai Rp500 juta kerugian Negara.


"Kita menegaskan kepada Kapolres dan Kejari Pasbar tolong tindak lanjuti kasus Pembangunan GOR tahap 1 dan tahap 2,"pungkas Anhar. (*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di www.DutaMetro.com,