Lestarikan Budaya Jawa, Maryuni Konsisten Menjadi Pranotocoro || dutametro



SEMARANG ,dutametro.com. - Pranatacara atau Pranotocoro adalah sebuah profesi yang bertugas untuk mengatur jalannya acara / pembawa acara/ MC. Biasanya pada acara-acara yang besar seperti penikahan.


Dari sekian banyak Profesi, mungkin Pranotocoro/Pamedhar Sabdo termasuk profesi yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya jawa, dan mempunyai daya tarik tersendiri dari profesi yang satu ini. Akan tetapi, hal tersebut Diperlukan skil kegigihan, olah bahasa serta sifat tidak pantang menyerah untuk bisa menjadi seorang Pranotocoro yang handal.


Dialah Maryuni Pujobroto yang akrab disapa Maryuni berprofesi sebagai Pranotocoro/Pamedhar Sabdo. Beliau tinggal di Jalan Ngasem III No.14B, Rt/Rw 01/05 Pudak Payung- Semarang.


Saat dikunjungi awak media, Rabu (11/8/2021) Maryuni menyampaikan bahwa disaat pandemi Covid19 pekerjaan tersebut mulai dibatasi atau tidak samasekali karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Seiring berjalan waktu Maryuni mulai menghirup udara bebas, pasalnya untuk pelaku seni seperti profesi tersebut sudah mulai di ijinkan beroperasi walaupun kegiatannya dibatasi.


Berikut ini Riwayat Karir Maryuni Sang Pranotocoro/Pamedhar Sabdo.


Tahun 1998 mulai belajar bahasa dan budaya jawa khususnya acara tradisi jawa serta latihan medhar sabdo (sambutan) dalam acara tradisi jawa dengan membentuk Grup Budoyo bernama “Kembang Goyang” di wilayah tempat tinggalnya yaitu Ngasem Pudakpayung. Kemudian menjadi Pamedhar Sabdo lokal  Ngasem Pudak payung.


Tahun 2000 menjadi pamedhar sabdo ke berbagai daerah lain (luar Semarang) yang didapat dari grup maupun secara pribadi dari tetangga.


Tahun 2002 menjadi Pranotocoro lokal Ngasem Pudakpayung sebagai pelaksana tugas dari grup, Job pamedhar sabdo juga berjalan terus.


Tahun 2004 menjadi Paranotocoro sampai keluar wilayah Pudakpayung (Ungaran, Gunungpati, Banyumanik dan pernah sampai Kota Kendal), job didapat dari grup, tetangga serta handaitaulan.


Tahun 2006 mengerjakan Job pranotocoro di gedung DPRD Ungaran, Job merupakan tugas dari grup, disusul kesempatan melaksanakan tugas pranotocoro di gedung lain seperti Gedung Marabunta, Masjid Agung Alun-alun Mini Ungaran, Balai Desa dan lainnya.


Tahun 2012 Grup Kembang Goyang mulai surut (bubar), kemudian menjalin hubungan dengan teman pranotocoro lain serta perias manten untuk promosi dan mulai mengerjakan Job-job di area Semarang-Ungaran pada even di rumah maupun di gedung.


Tahun 2016 menjalin hubungan dengan Even Organizer dan mulai mengerjakan Job secara pribadi dari EO baik berupa pranotocoro atau hanya pamedhar sabdo di Semarang seperti, Hotel Novotel, Gedung Panca Manunggal Pedurungan, Gedung AMNI Tlogosari dan Wisma BLKI Pedurungan.


Tahun 2019 memasang Iklan panotocoro di Google dan mengerjakan job-job online secara pribadi (selama pandemi covid 19 hampir tidak pernah ada job).


Catatan:

Karena masih aktif bekerja maka untuk sementara hanya bisa menerima job diluar jam kerja (Sabtu, Minggu, hari libur serta malam hari) Melayani MC berbahasa Indonesia

Melayani konsultasi pelaksanaan acara-acara tradisi jawa


Tarif : 

Pamedhar sabdo Rp. 300.000 – 500.000

Pranotocoro hajat sederhana rumahan (non gedung) Rp 300.000 – 500.000

Pranotocoro event besar di gedung Rp. 500.000 – 1.000.000

Untuk diluar wilayah Semarang-Ungaran diharapkan plus transport.

No.Hp : 081329225118 (Maryuni)



Vio Sari

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di www.DutaMetro.com