Ticker

6/recent/ticker-posts














6/Sumatera Barat/hot-posts



Olahraga

6/Olahraga/hot-posts

Facebook


Sumatera Barat


Hot Widget

recent/hot-posts

Kepala Desa Parnikel Sumaryo, Diduga Coba Ingin Serobot Lahan Perhutani || dutametro

Posted by: On August 02, 2021



Cilacap- Jateng, dutametro.com. -

Lokasi di area lahan milik kementrian Kehutanan yang dikelola oleh KPH Perhutani Banyumas Barat di wilayah kepengurusan asper Rawa Timur di petak 28 - 29 diduga ingin dikuasai dan diambil alih oleh Kepala Desa Panikel kecamatan Kampung laut Kabupaten Cilacap Sumaryo.


Kepala Desa Parnikel Sumaryo mengaku bahwa lahan di area tersebut adalah dianggap tanah milik Desa Parnikel .


Dan juga Kades Panikel tidak mau mengakui adanya LMDH di wilayah Desanya dan tidak mau menandatangani pengesahan Sapon sebagai ketua LMDH Desa Panikel.


Pernyataan Kades Panikel Sumaryo yang menganggap lahan tersebut milik Desa Panikel dibantah keras oleh Asper rawa Timur Tarsono Senin 2/8/2021 saat di temui awak media Duta Metro yang mengatakan bahwa lahan diarea petak 28 dan 29 yang di rebut dengan di pasangi patok oleh Kades Paniikel Sumaryo.


Dengan bukti bukti yang kuat adalah lahan tersebut sah milik kementrian Kehutanan dan dikelola oleh KPH Perhutani Banyumas Barat.


Menurut Tarsono data yang ada di Perhutani sangat lengkap , kuat dan sah dan oleh Perhutani Kepala Desa Panikel Sumaryo diberi surat untuk dapat memberikan balasan bukti otentik kalau lahan tersebut dianggap lahan milik Desa Panikel oleh Kades Panikel , namun Kades Panikel tidak pernah memberikan jawaban tertulis yang di pertanyakan tersebut.


Mantan Kades Bringkeng Sukir memberikan penjelasan pada awak media Duta metro bahwa kepala Desa Panikel Sumaryo dengan sengaja membuat patok patok dan memasang patok tersebut di area lahan Perhutani dan Kades Panikel Sumaryo telah diduga berani berupaya mencoba serobot lahan Perhutani dengan diaku sebagai lahan milik Desa Panikel padahal Desa Panikel tidak punya bukti SPPT atau pun sertifikat yang bisa membuktikan lahan tersebut milik Desa Panikel.


Dengan Tindakan Kades Panikel Sumaryo yang telah membuat resah para petani Penggarap di area lahan Perhutani tersebut dikhawatirkan dapat memicu konflik yang lebih besar antar warga masyarakat di area wilayah lahan yang dikelola Perhutani tersebut.


Untuk mencegah semakin panasnya situasi di wilayah area lahan Perhutani yang masuk wilayah KPH Perhutani Banyumas Barat tersebut ada yang segera mengatasi.


Diharapkan secepatnya dari pemerintah Kabupaten Cilacap serta semua pihak untuk segera turun agar apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Panikel Sumaryo untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan dan apakah tindakan yang dilakukan kades Sumaryo telah mendapat ijin dari pemerintah Kabupaten Cilacap.


Sehingga nantinya diharapkan dengan di panggilnya kades Panikel Sumaryo konflik selesai kedepanya para petani penggarap di area Perhutani dapat beraktifitas kembali dengan nyaman. 

dutametro.com/Mugiono

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »