Ticker

6/recent/ticker-posts

PT.Yuan Multi Artha Kontraktor Pelaksana Proyek Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sungai Lansek Dharmasraya Diduga Mengangkangi SMK3/K3 Didalam Pelaksana Teknis || dutametro



Dharmasraya, dutametro.com. -

Proyek pembangunan Intake jaringan pipa transmisi air baku, Jorong Sungai Lansek diduga menuai masalah dalam pengoperasian atau pelaksanaan kerja.

Proyek pembangunan Intake jaringan pipa transmisi air baku dengan Nomor kontrak HK.02.03/01BWS.SV.PJPA/WS.BH/498078/AATAB/III/2021.Nilaoi kontrak Sumber dana APBN tahun 2021 dan 210 hari kerja kalender, yang dimulai sejak 22 Maret 2021.

Menurut pantauan wartawan pada hari Minggu (27/06/21)dilapangan


 proyek intek pipa nisasi  dikerjakan keburu waktu sehingga pekerjaan tersebut kurang maksimal ,dan sehingga dugaan media ini dikerjakan asal jadi dan itu beberapa kali dikonfirmasi pada pelaksana ,bila ditanya tenaga ahli dan sesuai dengan kontrak seperti SMK3/K3 yang dicantumkan pada pengukuran pelelangan di LPSE.


Menurut pantauan masyarakat disekitar proyek tersebut berlangsung seperti yang dikemukakan oleh Kapala Jorong Padang Roco bahwa"Saya tidak mendapatkan laporan proyek ini ada di wilayah saya secara resmi alias melaporkan pada saya dan kecuali sosialisasi proyek ini di tempat umum, seperti di Masjid".

"Saya juga berharap proyek ini jangan ada masalah dengan masyarakat dan jaga juga ketertiban umum, selama mereka melakukan kegiatan.


Menurut Tokoh masyarakat Dharmasraya dan mantan Anggota DPRD Dharmasraya H.Masrigi,DT.Lelo yang melihat langsung keadaan dilapangan bahwasanya beliau melintasi perjalan di kampung KB Jorong Padang Arca dimana tempat aktivitas proyek tersebut.

"Saya menilai proyek ini harus mempunyai kajian yang dalam terhadap mamakai fasilitas umum,apalagi ini jalan Nagari dan kelas jalan yang tidak bisa dilalui oleh Dump Truk Teronton,dan ini muat bongkar barang proyek guna meraup sebuah keuntungan"

"Satu hal lagi ungkapnya,media harus konfirmasi pada pihak terkait dan juga memintah turun komisi di DPRD Dharmasraya yang membidangi karena semasa saya di DPRD dulu saya sering turun untuk kontrol proyek,

 guna melihat langsung kejadian dan permasalahan proyek itu berlangsung imbuhnya".



Hal yang sama,

Taufik Syukur,SH mantan anggota DPRD Dharmasraya dan juga politisi ,salah satu partai berkuasa saat ini juga menanggapi proyek tersebut.

"Saya berharap dengan kejadian ini jangan masyarakat terpancing emosi bila melihat antrian oleh bongkar pipa proyek yang memakai fasilitas umum yaitu jalan masyarakat atau Nagari dan tidak boleh dilalui oleh Teronton muatan berat".

"Saya sepaham dengan apa yang disampaikan oleh Datuk Lelo tadi bahwa selama proyek berjalan pihak-pihak terkait harus bisa memusyawarahkan pasilitas umum yang terpakai oleh proyek.'

"Saya juga menyarankan pada pelaku proyek hwndaknya bongkar pipa harus diluar jalan ini dan sewah atau semacamnya di luar kampung KB Jorong Padang Arca karena aktivitas umum jangan terganggu,dan lihat ini kami sudah sekian lama menunggu macetnya kendaraan ini bahwa tanpa mengabaikan kepentingan umum diatas kepentingan proyek".

"Hendaknya ungkap beliau kan ada tenaga teknis semacam ahli Logistik yang akan mengetahui layak atau tidaknya jalan yang dilalui kendaraan dan mengawasi secara maksimal,dan bila pekerjaan ini berlangsung masyarakat sekitar ini bisa terpakai bekerja guna mengatasi pengangguran selama 210 hari kerja tersebut ungkapnya.


Di lapangan awak media tidak satupun tenaga ahlinya dijumpai kecuali pekerja yang menganggap diri mereka sebagai pekerja biasa.

Ketika dihubungi pihak pengawas atau Satker dan atau PTK dari BWS.V tidak merespon Samah sekali konfirmasi dengan kejadian ini.tim

Post a Comment

0 Comments