Ticker

6/recent/ticker-posts

Setiap Malam ke 27 Ramadhan Kampung Maligi Tagak Tampuruang dan Dibakar , Ini Makna Fiosofinya || dutametro





Pasaman Barat,, dutametro.com. --Tradisi Kampung Maligi, Nagari Persiapan Maligi, Pasaman Barat pada tiap malam ke 27 Ramadhan Tagak Tampughuang dan dibakar karna mempunyai makna filosofisnya serta logika yang masuk akal.


"Proses tradisi ini dimulai dari siang hari dimana masyarakat dari segala umur mulai menjemur tempurung lalu melubangi ditengah tempurung dan menyusunnya pada sebatang kayu,"ujar salah seorang warga Maligi Surya, Sabtu (8/5/2021).


Ia mengatakan, bagi yang mengunjungi pada malam ke 27 Ramadhan akan menjumpai pemandangan yang unik yaitu setiap rumah yang ada di Maligi terdapat barisan barisan api.


"Tempurung-tempurung yang telah tegak itu dibakar pada malam hari dan biasanya habis hingga hari menjelang subuh,"sebutnya.


Ia menjelaskan, makna filosofis dan logika yang terdapat dalam tradisi Tagak Tampughuang itu yang ia dapat dari tetua yang ada di Maligi adalah. Masyarakat Maligi meyakini tangal 27 adalah malam Lailatul Qadar, maka tradisi ini adalah bentuk suka cita untuk menyambutnya. Sebagai gambaran bahwa bulan Ramdhan adalah bulan penghapusan dosa, maka Tagak Tampughuang menggambarkan bagaimana tempurung itu habis oleh api.


Sebagai pengingat bahwa jika kita berbuat kezaliman, maka kita akan dibakar seperti tempurung kelak. Sebagai penerangan, zaman dahulu sebelum masuknya listrik ke Maligi, malam ke 27 adalah malam yang sibuk karna masyarakat akan hilir mudik mengantarkan zakat ataupun membuat berbagai makanan.


Menyambut sukacita warga rantau yang pulang. Menegaskan bahwa Maligi adalah daerah penghasil kelapa yang besar di Pasaman Barat.


Ia meminta, Apapun filosofis dan logika yang terkandung dalam tradisi Tagak Tampughuang di Maligi, tradisi ini sangat unik dan harus dipertahankan sebagai kearifan lokal.


Walaupun belakangan ini diujung Ramadhan kita akan dibisingkan oleh suara mercon dan petasan yang menantang langit tapi di Maligi tradisi Tagak Tampughuang  yang sudah cukup lama ini tetap terjaga.


"Bagi yang berkeinginan untuk melihat tagak tampughuang ini silahkan datang ke Maligi pada Ramadhan tahun depan,"ajaknya.

Post a Comment

0 Comments