Ticker

6/recent/ticker-posts

PDAM Pasbar Ingkar Janji. Masyarakat Kajai, Surati Bupati || dutametro





Pasaman Barat-, dutametro.com. - Sudah lima tahun lebih tak ada penyelesaian, Delfi masyarakat Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Surati Bupati Pasaman Barat (Pasbar).


"Benar, kita menyurati Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dalam rangka penyelesaian masalah yang timbul, terkait surat perjanjian yang di teken oleh Dirut PDAM Pasaman Barat antara Delfi pemilik lahan,"sebut Idenvi Susanto yang merupakan kuasa dari Delfi, Selasa (25/5/2021) di Simpang Empat.


Iden menyampaikan, perihatin terhadap masyarakat (Delfi) yang selama ini hanya di beri janji-janji oleh oknum PDAM Pasaman Barat akan ada solusi dari persoalan itu. Dia meminta Bupati Pasaman Barat untuk mediasi antara pihaknya (Delfi) dengan PDAM Pasaman Barat, karna PDAM itu adalah perusahaan milik daerah dan wajib juga pemerintah daerah ikut andil dalam penyelesaian tersebut, harapnya.


"Kita berharap kepada Bupati agar ada solusi konkret dari persoalan tesebut. Selama ini Dirut PDAM Pasaman Barat itu menerima hasil dan di gaji dari air saluran pipa yang mengalir di tanah milik kami (Delfi) tapi masyarakat (Delfi) tak pernah menerima apapun, malah kami keluarga (Delfi) selalu membayar tagihan PDAM,"tegasnya.


Iden menjalaskan pada 13 Desember 2016 yang lalu atas nama Direktur PDAM Pasaman Barat antara Delfi pemilik lahan sepakan membuat perjanjian di atas materai dan di stempel basah PDAM Pasaman Barat serta di saksikan Pj wali nagari kajai dan jorong limpato bersepakat membuat surat perjanjian atas persolan pemakaian lahan milik Delfi di Lubuak Boruak, Jorong Limpato, Nagari Kajai dengan empat poin.


Poin pertama berbunyi bahwa pihak pertama dapat melaksanakan penyambungan kembali pipa yang rusak setelah perjanjian di tandatangani. Poin kedua pihak pertama wajib memindahkan pipa yang ada di lokasi tanah pihak kedua paling lambat satu tahun setelah perjanjian ini di tandatangani.


Selanjutnya poin ke tiga Jika pihak pertama tidak memindahkan pipa dilokasi pihak kedua dalam satu tahun pihak pertama wajib memberikan kompensasi Rp1 juta perhari keterlambatan dan poin ke empat hal-hal yang belum diatur dalam ini dapat dilaksanakan selama di sepakati kedua belah pihak.


Atas dasar itulah, kami menyurati Bupati Pasaman Barat untuk menyelesaikan persolan tersebut. "Bila tidak ada solusi selama 25 hari setelah surat ini di sampaikan. Kami berharap kepada Bupati Pasaman Barat dan PDAM Pasaman Barat untuk bisa memindahkan pipa PDAM tersebut dari lokasi tanah milik Delfi," sebutnya.

Post a Comment

0 Comments