Ticker

6/recent/ticker-posts

Oknum Wali Nagari Gumed Catut Nama Aparat TNI-Polri , Dua Nama Ini Mengaku Tidak Tahu || dutametro





Dharmasraya, dutametro.com.  - Momentum lebaran idul fitri 1442 Hijriah menjadi momen berharga bagi segenap pihak untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Hal yang sama juga dilakukan oleh Wali Nagari atau Kepala Desa, meskipun belum genap satu bulan sejak dilantik sebagai Wali Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, khairul Rasyid Dt Sinaro diduga langsung melakukan  pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah pengusaha dan kontraktor yang bermukim diwilayah Nagari Gunung Medan.


Tak hanya itu, beberapa rumah makan dan minimarket juga tak luput dari dugaan pungutan ini, hebatnya lagi, dugaan pungli dilakukan melalui surat resmi dengan dalih permohonan tunjangan hari raya (THR) untuk aparatur pemerintah Nagari Gunung Medan tahun 2021.


Bahkan diketahui sejumlah nama-nama  aparat TNI Polri diduga dicatut dalam surat minta THR  dalam lampiran surat permohonan THR tersebut.


Pihak wali nagari Gunung Medan mengakui bahwa pihaknya telah melayangkan belasan surat ke kontraktor dan pengusaha terkait surat permohonan THR untuk aparatur pemerintahan nagari Gunung Medan. 


Kasi Kesra Nagari Gunung Medan, Parjianto saat ditanya terkait adanya nama aparat kepolisisan, TNI, Bamus, LPM dan perangkat jorong yang ada dilampirkan dalam surat tertulis nagari tersebut. Ia membenarkan bahwa nama-namanya dilampirkan sebagai penerima THR. 


Parjianto mengatakan mereka yang namanya tertulis itu tidak tahu kalau mereka ikut meminta THR ini. 


"Mereka (aparat TNI Polri) tidak tahu kalau nama mereka  masuk dalam daftar lampiran penerima THR perangkat nagari," ungkap Parjianto. 


Parjianto menegaskan meskipun para perangkat nagari dan aparat kepolisian dan TNI tidak mengetahui bahwa nama mereka dilampirkan dalam surat permohonan THR itu.


"Namun hak - hal THR mereka akan kita berikan nanti, " ujarnya


Sementara itu, Babinsa Nagari Gunung Medan, Koptu S Yanto yang juga anggota satuan Kodim 0310/ SSD mengaku tidak mengetahui perihal surat menyurat permintaan THR ke sejumlah pengusaha. 


"Kita tidak tahu mas, bahwa nama kita saya masuk sebagai daftar penerima THR dari surat permintaan yang dibuat Wali Nagari Gunung Medan itu, " ujar Koptu S. Yanto saat dikomfirmasi via telpon awak media Jumat (7/5). 


Koptu S Yanto mengaku mengetahui perihal ini setelah ditelpon oleh beberapa wartawan. 


Hal senada juga disampaikan oleh Bhabinkantibnas Nagari Gunung Medan, Bripka Agus Sudaryatmo, SH bahwa ia tidak mengetahui namanya masuk sebagai penerima THR yang dilampirkan dalam surat permintaan THR yang dikirimkan Wali Nagari ke para pengusaha. 


"Saya tidak tahu persoalan ini, dan saya juga sudah menelpon langsung ke pak sekretaris nagari terkait hal ini, dan sekna membenarkan perihal surat ini, " ujarnya


Ia juga menyebutkan telah melaporkan perihal ini kepada komandanya Danramil 03/PP.


Saat ditanya ke sekna, lanjutnya saya meminta apa saja bentuk surat yang dibuat dan bagaimana ceritanya. 


"Iya nama-nama perangkat dituliskan dilampiran surat dari Wali Nagari tersebut, dan suratnya telah diberikan ke rumah makan dan pengusaha, " kata Bripka Agus menirukan jawaban Sekna Gunung Medan, Ilham Rusdiyanto. 


Untuk diketahui, beberapa Bupati dan Wali Kota memberikan sanksi tegas hingga pemecatan kepada kepala desa / wali nagari yang meminta THR ke sejumlah pengusaha.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media  dilapangan, beredarnya surat permohonan THR untuk aparatur pemerintahan nagari dengan nomor surat 460/50/Iav/Kesra/2021 yang ditandangani langsung oleh Wali Nagari Gunung Medan lengkap dengan stempel nagari. 


Dimana, surat permohonan tersebut sudah diedarkan dibelasan perusahaan dan pengusaha dan pengusaha yang ada di nagari Gunung Medan sejak tanggal 26 April 2021 lalu. 


Diketahui,  surat permohonan THR dibunyikan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi apaeatur nagari dalam menyambut Idul Fitri 1442 H. Maka dengan ini kami mengajukan permohonan kepada bapak ibu agar sekiranya dapat membantu memberikan sumbangsih dan partisipasi untuk THR bagi aparatur Nagari Gunung Medan. 


Sementara itu, Wali Nagari Gunung Medan, Khairul Rasyid Dt Sinaro saat ditemui sejumlah awak media dikantornya sejak Jumat (7/5) pagi tak kunjung masuk kantor hingga siang harinya. 


Terpisah, Kasi Kesra Nagari Gunung Medan, Parjianto  saat dikomfirmasi awak media awak media membenarkan surat permohonan THR untuk Aparatur Nagari Gunung Medan. 


"Benar, surat permohonan THR sudah kita kirim ke perusahaan dan beberapa pengusaha yang ada di Nagari Gunung Medan, " ungkapnya diruangan Wali Nagari Gunung Medan, Jumat (7/5) pagi. 


Ia mengatakan bahwa surat permohonan tersebut merupakan inisiatif langsung dari Wali Nagari Gunung Medan, Khairul Rasyid Dt Sinaro. 


"Ini pertama kali wali nagari yang meminta langsung dengan surat resmi yang diantar ke perusahaan dan pengusaha. Kalau dulu ada juga pemberian THR dari beberapa perusahaan berupa bingkisan atau parsel yang diperuntukkan untuk ninik mamak dan wali nagari. Sementara kita staf tidak pernah dapat," jelasnya


Ketika ditanya apakah surat tersebut dibuat berdasarkan rapat dan mengundang aparatur nagari lainnya, Parjianto mengatakan tidak. Keputusan ini diambil bersama rapat internal nagari yang dihadiri oleh beberapa orang perangkat nagari dan rapat dipimpin oleh Wali Nagari Gunung Medan, Khairul Rasyid Dt Sinaro. 


"Iya, rapat internal kita saja,  yang meminta dibuatkan surat dan memimpin rapatnya langsung pak wali nagarinya," jelasnya. 


Terpisah, staf kantor PT Nindya Karya, Jamil saat dikomfirmasi perihal adanya sutat permohonan THR dari Wali Nagari Gunung Medan membenarkan adanya surat masuk ke perusahaan mereka. 


" Memang sudah masuk pada Senin lalu pak, dan suratnya dibawa langsung oleh Wali Nagari Gunung Medan dan diterima langsung oleh pimpinan," ujar Jamil saat ditemui awak media di kantornya Jumat (7/5).


Saat ditanya sudah berapa banyak uang THR yang terkumpul, Parjianto mengaku tidak tahu kemana uangnya dikumpulkan. 


"Kita tidak tau pasti berapa jumlahnya, apakah diserahkan ke Wali Nagari, staf atau kantor nagari, kita tak tahu pak. Baiknya kita tanyakan ke wali nagari saja, " ungkapnya


Saat ditanya berapa target minimal uang THR yang akan dikumpulkan melalui surat permohonan tersebut, Ia menjelaskan bahwa angka pembagiannya berjenjang. 


"Ya kalau bisa dapatnya bervariasi, Staf Rp 200 ribu, Kasi dan kaur Rp. 500 ribu, Sekretaris Nagari Rp 750 ribu dan jatah wali ada juga, " jelasnya


Untuk diketahui, beberapa Bupati dan Wali Kota telah memberikan sanksi tegas kepada kepala kades / wali nagari yang meminta THR ke sejumlah pengusaha. 

Post a Comment

0 Comments