Ticker

6/recent/ticker-posts

Lebaran Indah Tanpa Mudik || dutametro




Oleh: Kherry leb
Pidie Jaya Aceh


Meningkatnya Kasus Covid-19 beberapa bulan terakhir sehingga Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan tentang larangan,Menjalin Ukhuwah Dalam Ikatan Keluarga ( mudik) dari dan sampai batas waktu yang telah ditentukan,akibat dari kebijakan tersebut membuat sebagian masyarakat melakukan berbagai cara supaya mudik bisa dilakukan.


Ditetapkannya larangan mudik bukan berarti silaturrahmi terputus hanya saja tertunda namun hal tersebut masih bisa dilakukan dilain waktu,
untuk menghilangkan rasa rindu orang tua,sanak saudara nun jauh disana,saya mencoba buka usaha rumahan dengan berjualan kecil -kecilan
ditempat kediaman saya sambil sekali- kali menghubungi Orang tua yang ada ditempat kelahiran Meunasah Bie Meurah Dua Pidie Jaya 8 / 5 / 2021.


Berlakunya larangan mudik membuat  saya terbuka mata untuk mencoba rintis usaha bermodal tekat dan keyakinan sambil mengisi waktu gantinya mudik,Kenderaaan yang dulunya  persiapkan untuk sarana mudik saya alihpungsikan menjadi lapak dagang keliling dengan cara menawarkan minuman kemasan pada pedagang obyek wisata.





Dari Kerinduan kampung halaman dan selera masakan ibunda kini terfokus dengan keasyikan berjualan ria,bersama keluarga kecilku.



Orang tua adalah satu - satu bagi saya,saudara famili  tempat saya berkeluh kesah bukan saya melupakan kalian bukan juga saya cari alasan karena kesibukan,tapi karena keadaan dan peraturanlah yang membuat saya harus tetap bertahan,lewat jejaringan sosial saya memohon maaf dan restumu Ibu / Ayah "maafkan salah, kilaf serta lapangkan dada mu ibu karena saya tidak sempat mencium tangan lembutmu yang membelai dan membesarkan diriku dulu,bukalah maafmu Ayah karena anakmu tidak bisa menyembah lututmu,lutut yang dulu memikul beban saat aku bertumpu dibahumu,semoga kalian tabah,sabar,panjang umur selalu dalam ibadah kepadaNYA sembari menjalani hari hari tuamu.



Bagi saya dan keluarga tunda mudik bukan hambatan untuk  tidak bersilaturrahmi,tidak mudik bukan berarti saya harus frustasi,
karena tidak mudiklah membuat saya asyik 
bersama keluarga kecil.



Indahnya tidak mudik
bukan saya dirasakan oleh penulis hal yang sama juga dirasakan salah satu pedagang dadakan Asal Sulubussalam yang berkerja disalah usaha produksi rumahan di Pidie Jaya.


Sudirman (42) warga Sulubussalam pada penulis menceritakan
perihal dirinya tidak mudik karena adanya peraturan Pemerintah,"
Sebelumnya agak kesel juga bang tidak mudik lebaran  tidak bisa kumpul bersama keluarga besar,tidak bisa bersalaman dengan orang tua dan saudara -saudara,anak - anak  rindu sama nenek kakeknya,pokoknya banyak deh momen -momen indah yang terabaikan kalau kita tidak mudik",ujar Sudirman.


Lanjut Dia " dalam kegalauan ditambah celotehan istri dan anak - anak dirumah saya keluar sambil menikmati panorama alam Pidie jaya timbul ide bagaimana momen yang menyakitkan ini  dilarang mudik bisa menjadi momen yang paling indah,timbul ide apa salahnya saya isi waktu libur ini untuk mencoba buka usaha kecil - kecilan selain untuk mengisi waktu luang juga untuk memulai sesuatu dari sebab sesuatu.


Dari kesendirian tadi saya mendapat ide buka usaha, akhirnya saya putuskan untuk mencoba usaha  jualan Bakso bakar dengan modal dan keahlian pas - pasan singkat cerita usaha saya rintis 
dan saya jalani hari pertama semua saya lakukan sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari keluarga karena hasilnyapun cuma balik modal.


Saya tidak putus asa yang jelas saya akan buktikan"indahnya lebaran tidak mudik,hari keempat jualan saya lumanyan, semua hasil jualan tersebut saya serahkan pada istri  dan anak - anak akhirnya mereka mendukung  dan memotivasi saya untuk terus melanjutkan usahanya sampai batas waktu masa libur berakhir.



Dari celotehan dan omelan  keluarga  tidak bisa mudik akhirnya berubah menjadi indah dan serunya tidak mudik karena telah menemukan ide cemerlang dengan usaha dadakan hasilnya juga lumayan buat menutupi kebutuhan keluarga,semoga menjadi saudagar Bakso goreng dibalik hikmah tidak mudik,"harapnya.


Dari kisah penjual bakso goreng keliling
penulis menemukan tiga orang r

Post a Comment

0 Comments