Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmat Sekunder SH,S.Sos , Istana dan Senayan Harus Sikapi Mafia Solar Pertamina di Tengah Laut





Jakarta, dutametro.com – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) TB Rahmad Sukendar, SH, S.Sos kembali bersuara, dengan mengutuk dan mengecam keras Oknum terduga salah satu wakil rakyat membacking pencurian solar bersubsidi yang terjadi di Tuban masa pandemi Covid-19. Diminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk tidak bungkam dan menutup mata terhadap Mafia Maling Solar Pertamina.

"Lagi dan lagi, saya tidak akan pernah berhenti bersuara dan mengecam terhadap oknum-oknum yang terlibat apa lagi sedang ramai dibicarakan oknum wakil rakyat. Ini moral yang sudah sangat bejat. Bagaimana mungkin seorang wakil rakyat tega-teganya mencuri solar subsidi yang semestinya diperuntukkan buat rakyat",kutuk sosok Aktivis Anti Korupsi  yang digadang-gadang masuk menjadi Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menggantikan Alkostar berharap Presiden Jokowidodo dan Senayan untuk ikut turun tangan menuntaskan Kasus Pencurian solar yang ada di Tuban.

Lebih jauh TB Rahmad Sukendar meminta Ahok jangan bungkam dan menutup mata terhadap pencurian yang diduga dilakukan mafia maling Solar Pertamina dan berharap seharusnya Ahok dapat memainkan perannya sebagai Komisaris Utama Pertamina untuk menekan Kapolri dapat Menyelesaikan kasus ini hingga tntas dan sekaligus  menangkap Otak Intelektual yang diduga melibatkan  salah seorang pemilik Kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang berkantor di Senayan.

" Saya minta Bapak Ahok yang terkenal bersuara lantang untuk memimpin ‘perang’ terhadap Mafia Minyak dan meminta Kapolri selesaikan kasus ini hingga terang benderang, terkait dengan Perampokan Solar subsidi di tengah laut ini ada apa ? Terkesan proses hukum nya berhenti dengan sendiri ?  Apa karena ada menyeret nama orang-orang hebat? "Ucapnya geram sembari meminta media massa untuk terus memberitakan secara massif, sebagai pilar keempat (fourth estate) Selasa, (6/4/21).

" Saya juga meminta Presiden Ir. H. Joko Widodo dengan segala kekuasaan nya segera perintah kan kapolri untuk memanggil dan memeriksa oknum Anggota DPR RI yang diduga ikut membacking Maling Solar bersubsidi yang  dilakukan oleh oknum-oknum Mafia Minyakb ditengah laut di tuban Jawa timur. Dulu sempat Viral Istilah kencing di laut. namun mendadak Hilang beritanya. Saat ini Rakyat sangat  butuh kehadiran Presiden Jokowidodo untuk memimpin genderang Pemberantasan mafia Maling Minyak Solar yang ada di Pertamina. 21,5 Ton itu bukan sedikit, dan berani mereka lakukan tanpa Beban " Ungkapnya.

Ada apa juga Istana dan Senayan diam tidak merespon terkait maraknya pemberitaan terkait maling minyak yang dilakukan oleh mafia minyak dan sudah menggerogoti keuangan negara sampai dengan trilyunan rupiah

Senada dengan Ketua Umumnya, Ketua Forum Ulama ,Da'i dan Ustad Nusantara Kyai Haji Suhaeri Albantani sosok kiyai yang di tokohkan di Serang Banten ini  , juga meminta kehadiran Ahok sebagai komisaris utama untuk jadi garda terdepan dalam memimpin pengungkapan perampokan solar bersubsidi milik rakyat di Tuban dan Forum Ulama Da'i dan Ustad  dengan jajaran yang ada di 34 Propinsi siap memberikan dukungan untuk mengawal  kasus nya tersebut 

" Saya sangat ngefans sama Pak Ahok saat menjadi Gubernur DKI yg terkenal berani menutup Kali Jodo, Premanisme di tanah Abang dan ketegasan-ketegasan beliau melawan taipan-taipan China dalam beberapa kasus Korupsi. Saya yakin jika dipimpin Pak Ahok yang vokal dan lantang sebagai Komut Pertamina dapat menekan agar kasus ini secepatnya menemukan titik terang siapa aktor intelektual dibelakang?  Karena isu dugaan melibatkan orang kuat yang diduga salah satu pemilik kursi yang duduk di Senayan santer terdengar "Ucap pria yang dikenal dengan Sapaan abah Heri Al Bantani.

Ketika dihubungi melalui telepon seluler Pengamat Perminyakan Raden Haji Benni sangat  menyayangkan lemahnya pengawasan dan lambannya Kepolisian dalan mengungkap keterlibatan Aktor intelektual pencurian solar. “Lemahnya pengawasan Objek Vital aset-aset Negara dapat merugikan Negara. Lambatnya pembuktian siapa aktor intelektual dibelakang Pencurian ini adalah wujud dari lemahnya kemampuan kepolisian yang belum dapat menerapkan PRESISI kapolri dalam Mengungkapkan kasus yang berdampak merugikan rakyat dan negara ini. 

Saya selaku Pengamat perminyakan  meminta Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri melalui  Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto untuk dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan mengungkap siapa-siapa saja yang diduga jika ada melibatkan Orang dalam di Pertamina. Saya yakin beliau mampu menuntaskan kasus ini " Tegas nya.

Khaidir Ketua BPI KPNPA RI  wilayah provinsi Aceh mengungkapkan harapannya penegakan Supremasi Hukum di Indonesia dapat diwujudkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Selaku Rakyat Aceh kami menunggu Presiden Jokowi Melalui Kapolri dapat menuntaskan kasus Pencurian Solar Pertamina bersubsidi yang terjadi di Tuban Jawa timur. Tunjukkan pada kami rakyat Aceh bahwa masih ada harapan penegakan Supremasi Hukum tidak hanya tajam kebawah, namun juga tajam keatas. Hukum yang berkeadilan siapapun pelakunya harus ditangkap " Ucap pria Asli berdarah Aceh tersebut, jangan takut berhadapan dengan Mafia Minyak karena rakyat dan BPI KPNPA RI siap dilibatkan sebagai Tim Independen untuk membantu pengusutan pencurian minyak solar bersubsidi tersebut , dengan lantang dan geram. (*/ys)

Post a Comment

0 Comments