Ticker

6/recent/ticker-posts

Dugaan Pungli Bansos Di Kabupaten Banyumas Bergulir , Pejabat Hingga Suplier Sudah Dimintai Keterangan || dutametro





Banyumas-,dutametro.com. -Dugaan Pungli Bansos di Kabupaten  Banyumas, Pejabat Hingga Suplayer Sudah Dimintai Keterangan.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Lili Mujianto mengatakan puluhan suplayer barang serta perwakilan paguyuban dari 27 kecamatan di Banyumas memadati kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas untuk memenuhi panggilan dari Unit Tipikor Polda Jateng.

Panggilan dan pemeriksaan terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini sudah berlangsung sejak dua bulan lalu.

 Pemeriksaan juga menyeluruh, mulai dari suplayer barang, E- warung melalui paguyuban hingga pejabat di Dinsospermades.

“Saya sudah dimintai keterangan lama, bulan lalu, Pak Kepala Dinas juga sudah. Kalau saya ditanya seputar alur bantuan dan proses monitoring dan evaluasi (monev) yang kita lakukan,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Lilik Mujianto.

Terkait  bansos BPNT yang sedang banyak disorot masyarakat ini, Lilik menceritakan, pihaknya mendapat surat dari Polda Jateng untuk menyediakan tempat pemeriksaan dan pihak polda juga meminta batuan Dinsospermades untuk menghadirkan beberapa saksi yang akan dimintai keterangan.

“Kalau dari surat Polda Jateng yang kita terima, intinya permohonan bantuan tempat untuk pemeriksaan dugaan kasus pungli di tingkat agen dalam penyaluran BPNT. Kasus dugaan pungli ini mencuat atas dasar adanya laporan dari masyarakat ke Tipikor Polda Jateng,” katanya

Pemeriksaan terhadap kasus bansos ini sudah dua kali dilakukan di kantor Dinsospemades Banyumas. Pemeriksaan terakhir dilaksanakan pada hari Kamis (8/4). Pada pemeriksaan tersebut Polda Jateng memanggil E-warung sebagai penyedia jasa barang BPNT, yang dalam pemeriksaan diwakilkan kepada paguyuban di masing-masing kecamatan. Kemudian suplayer barang juga dipanggil, mulai dari suplayer beras, daging, telur, sayuran hingga tempe. Selain itu, juga ada dari kalangan DPRD Banyumas yang komisinya membawahi bansos BPNT.

Lili mengatakan dalam BPNT ada sekitar 47 suplayer beras yang terlibat dalam pengadaan, ada 23 pengusaha daging serta beberapa suplayer sayur dan telur. 

Untuk jenis barang yang disediakan berbeda-beda, tergantung pada hasil quisioner yang disebarkan kepada masyarakat penerima.

“Jadi setiap bulan kita sebar kuesioner, mereka menginginkan barang apa saja untuk BPNT, dan hasil kuesioner itu yang kita realisasikan melalui  E-warung,” katanya.

Post a Comment

0 Comments