Ticker

6/recent/ticker-posts

Direktur RSUD Solok Selatan Upayakan Pelayanan Maksimal || dutametro


Pantau ruangan Direktur RSUD Solok Selatan dr Toni Hardian didampingi Ka Tu Fetri dan dr Specialis  dr Mike. 


Solsel, dutametro.com --- Baru menjabat sebagai Direktur RSUD Solok Selatan dr  Toni Hardian. Sp.B langsung melakukan evaluasi kinerja.



Evaluasi ini dimulai dari tingkat paling bawah, administrasi, pelayanan dan penangangan pasien.



Sebenarnya dirumah sakit RSUD Solok Selatan ini banyak permasalahan- permasalahan, dan setiap ganti kepemimpinan masih saja belum ada perobahan, dan inilah yang akan saya coba mengevaluasi kondisi setelah Saya dipercayakan untuk memimpin rumah sakit kebanggaan rang Solok Selatan ini.



Selama ini disinyalir pegawai di RSUD Solok Selatan ini tidak sesuai dengan Analisa Jabatan (ANJAB).



Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Solok Selatan dr Toni Hardian saat melakukan sidak keseluruh ruangan dan bangunan di RSUD itu, Jumat (23/4), dalam sidak itu, Direktur didampingi Ka Tu Fetri dan salah seorang Dokter Specialis penyakit dalam dr Mike.



Pada intinya, selaku pimpinan ingin rumah sakit ini betul betul menjadi sebuah pelayanan yang maksimal terhadap pasien, program Saya yang paling utama adalah pelayanan.



Pelayanan disebuah rumah sakit, bagi pasien bukan saja mereka hanya menerima obat saja, namun lebih utamanya adalah pelayanan yang prima kepada pasien dan keluarga pasien.



Sehingga dengan adanya pelayanan yang bagus dengan senyum sapa yang ramah, pasien itu akan sembuh sendirinya, bisa bisa tidak dengan makan obat," kelakarnya.



Dalam memberikan pelayanan dirumah sakit ini tentu ada mekanismenya, petugas dan dokter harus betul betul menjalankan tugas dan fungsinya.



Namun RSUD ini masih saja kekurangan tenaga, baik tenaga administrasi, tenaga medis dan bidan, setidaknya sampai saat ini RSUD hanya memiliki empat (4) orang Dokter yang berstatus PNS, sementara rumah sakit ini membutuhkan sebanyak sembilan (9) orang Dokter PNS, selebihnya TKD, BLUD, tenaga honor dan sukarela, makanya akan dilakukan pemetaan ulang terhadap perawat perawat.



"Beruntung saat ini rumah sakit selalu dibantu oleh mereka.yang dari TKD, BLUD dan honor," ucapnya




Dalam kondisi pandemi, kami selalu melakukan penertiban terhadap pengunjung dan keluarga pasien yang hendak berkunjung kedalam area rumah sakit, dengan keterbatasan ini kami hanya memperbolehkan satu orang pasien satu orang yang boleh masuk saat menemani pasien.



"Menghindari penyebaran covid pengunjung dan keluarga pasien harus dibatasi," imbuhnya.



Kita harus bertegas tegas, agar nanti kita tidak disalahkan orang terkait penangan covid.



Selama ini pengunjung dan keluarga pasien terlalu bebas keluar masuk dan gonta ganti, ini bisa menimbulkan penularan covid-19. (Met)

Post a Comment

0 Comments