Ticker

6/recent/ticker-posts

Dilaporkan Ke Polisi , Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sambilan Bantah Langgar Aturan || dutametro





Gunung Medan, dutametro.com.  - Dilaporkan telah melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga oleh salah satu oknum pendiri, Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sembilan Gunung Medan, Alzar Syah Putra Dt Basa, membantah keras telah melakukan perbuatan melawan hukum.


"Sejauh ini saya tidak pernah bertindak sendiri dan selalu menjalankan aturan dan kesepakatan yang tertuang dalam keputusan Rapat Anggota Tahunan, yang merupakan majelis tertinggi dalam lembaga Koperasi, " Tegasnya, Kamis (15/04) malam, menyikapi adanya pelaporan atas dirinya ken pihak kepolisian setempat. 


Menurutnya, berdasarkan lokus perkara yang menyeret dirinya itu, berawal dari adanya keputusan pengurus untuk membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada masyarakat adat yang tercatat sebagai anggota di Koperasi itu. 


Sementara, lanjutnya, tindakan tersebut sudah melalui kesepakatan para anggota Koperasi yang mana setiap ninik mamak kaum masing-masing membagikan sendiri SHU itu ke setiap anggota yang berhak menerima. 


Disinggung tentang adanya hasil audit yang dijadikan alat bukti oleh oknum pelapor, menurutnya hal itu bukanlah hasil audit resmi dan dilakukan tanpa memenuhi kaidah-kaidah yang mengikat terkait tata kelola lembaga Koperasi. 


"Dalam majelis rapat anggota yang juga dihadiri unsur Badan Pengawas dan Pembina Koperasi, hasil audit tersebut sudah dibatalkan oleh peserta rapat sehingga jelas alat bukti yang digunakan untuk melaporkan saya tidak memiliki kekuatan hukum apalagi dilakukan oleh orang yang secara keahlian dan status legal formal tidak memiliki kewenangan untuk itu, " Jelasnya. 


Terpisah, salah seorang praktisi hukum yang juga pemerhati lembaga Koperasi di Sumatera Barat, Boy Chaniago SH, mengatakan bahwa seseorang yang bisa menjadi tim auditor haruslah memiliki sertifikasi dan bidang keilmuan yang diakui oleh hukum dan perundang-undangan yang berlaku. 


"Tim audit tersebut haruslah bekerja berdasarkan permintaan pengurus atau dewan pengawas Koperasi yang bersangkutan, yang bisa saja berasal dari lembaga audit independen atau pihak inspektorat di tingkat kabupaten, " Ulasnya. 


Untuk persoalan ini, lanjutnya, dituntut sikap kehati-hatian pihak penyidik dalam melakukan proses penelitian perkara yang diadukan oleh masyarakat. 


Karena, lanjutnya, untuk setiap dimulainya upaya penyidikan dan pengungkapan terhadap suatu perkara delik aduan seperti itu, dibutuhkan minimal dua alat bukti permulaan yang cukup untuk dijadikan dasar meneruskan suatu perkara ke tingkat selanjutnya. 


"Kepada pihak pelapor juga harus diingat bahwa jika suatu laporan tidak bisa dibuktikan dalilnya secara sah dan berkekuatan hukum, maka bisa saja pihak yang dilaporkan mengajukan laporan balik atas minimal dua perkara yakni pasal pencemaran nama baik dan pasal laporan palsu, " Tutupnya. 


Pantauan Wartawan mengaku telah melewati pembicaraan serius bersama anggota koperasi Sawit Datuak Nan Sembilan maupun masyarakat Gunung Medan, para pengurus Koperasi tersebut periode 2019-2022 dilaporkan ke pihak penyidik Polres Dharmasraya, Rabu (14/04). 


Laporan tersebut, dilakukan oleh salah seorang pendiri atas nama Khairul Rasyid yang merupakan buntut dari ketidakpuasan terhadap para pengurus yang dinilai telah mengingkari hasil keputusan rapat anggot tahunan (RAT) tahun buku 2019 maupun 2020, pada 26 Maret 2021 silam.

Post a Comment

0 Comments