Ticker

6/recent/ticker-posts

Tiga Orang Oknun LSM Diamankan Polres Nias Selatan Karena Lakukan Pemerasan Kepada Kepala Sekolah || dutametro





Nias Selatan, Sumatera Utara, dutametro.com. - Kepolisian Resort Nias Selatan bekuk tiga orang Oknum LSM di duga melakukan penipuan terhadap beberapa Kepala Sekolah dan Kepala Desa di Wilayah Hukum Polres Nias Selatan, sabtu 6/03/2021


Melalui Konferensi pers yang di gelar Polres Nias Selatan di lapangan Mapolres Nias Selatan terkait Kasus Pemerasan dan atau Penipuan dengan tersangka Aliran Duha cs.


Ketiga Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diamankan tim saber pungli Polres Nias Selatan yakni pertama Arnes A, SH (61), LK, Wiraswasta, Islam, Jl Danau Singkarak Lingkungan IV, kelurahan WEK V, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan. Kedua Saripul IT (31), LK, Islam, Petani, Desa Pulau Tamang Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal, dan ketiga A Duha (60),LK, Kristen, Wiraswasta, Jl Pasir Putih kelurahan pasar teluk dalam Kabupaten Nias Selatan.


Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat, S.I.K,. MH memaparkan pada konferensi pers tersebut bahwa ketiga tersangka diduga melakukan Pemerasan dan atau Penipuan di Wilkum Polres Nias Selatan


"Ketiga tersangka oknum LSM menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai KPK dan LSM P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) yang bertugas sebagai audit investigasi dan monitoring penggunaan uang Negara, kemudian dari pengakuan ke-tiga tersangka melakukan Pemerasan dan atau penipuan dengan Motif mencari uang untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau kebutuhan sehari-hari dengan mencari terget Kepala Desa dan Kepala Sekolah." papar Kapolres



Selanjutnya Kapolres Nias Selatan menuturkan Kronologis kejadian 


"Pada hari selasa, 02/03/2021 sekitar jam 10.00 Wib, ketiga tersangka menjalankan aksinya dengan menuju Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan untuk menjumpai Sdri Yanihati Loy sebagai Kepala Sekolah SDN 075076 Hilinamoniha untuk melakukan audit investigasi, namun Suami Yanihati Loy mengusir ketiga tersangka hingga mereka meninggalkan lokasi Sekolah tersebut. Tidak terima diusir dari Sekolah SDN 075076 tersangka A Duha mengajak  ke- dua temannya untuk membuat Laporan Pengaduan di Polres Nias Selatan dengan perkara "Menghalang-halangi anggota pers dalam menjalankan tugasnya", setibanya di Polres Nias Selatan laporan pengaduan ketiga tersangka ditolak dan disarankan pulang, namun A Duha terus memkasakan diri agar laporannya tetap diterima sehingga ketiga tersangka dibawa ke ruang Sat Reskrim Polres Nias Selatan untuk di wawancarai sebelum membuat laporan pengaduan, dan ternyata ke-tiga tersangka tidak bisa menunjukan Legalitasnya sebagai seorang Pers, sehingga hal tersebut membuat penyidik curiga akan kedatangan ke-tiga tersangka di SDN 075076 Hilinamoniha. Maka Penyidik menghubungi Kepala Sekolah SDN 075076 Hilinamoniha melalui Saluran Komunikasi Handphone (Hp)  dan dari komunikasi dimaksud Kepala Sekolah SDN 075076 Hilinamoniha menerangkan bahwa ke-tiga tersangka (A Duha CS) bertujuan meminta uang sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah). Sehingga penyidik Sat reskrim Polres Nias Selatan mencoba melakukan pengembangan akan informasi tersebut." terang Ambat



Masih tambah Arke Furman Ambat memaparkan bahwa Sudah banyak Korban dari ke-tiga Oknum LSM 


"Beberapa korban yang datang ke Polres Nias Selatan untuk membuat Pengaduan sekaligus sebagai saksi yakni 1. Efet Aprianto Lase, Kepsek SMPN 1 Gomo kerugian (Rp. 6.000.000),  2. Makmur Telaumbanua Kepsek SDN Hilinaa Gomo, kerugian (Rp. 500.000),  3. Paudu Ziduhu Telaumbanua Kepsek SDN 071223 Orahili Gomo, kerugian (Rp. 800.000), 4. Situasi Duha Kades Bawodobara kerugian (Rp 500.000), 5. Betyani Buaya Kepsek SMAN 1 Hilisalawahae kerugian (Rp 500.000), 6. Suka Damai Halawa Kades Hilisalawa'ahe, kerugian (Rp. 500.000), 7. Arota Laia Kepsek SDN 075072 Hilindrasoniha Raya, kerugian (Rp. 1.000.000)." bebernya



Adapun barang bukti yang disita dari ke-tiga tersangka yakni Uang kertas sebesar Rp. 4.350.000, satu Unit mobil merk Kuda warna Hitam Nopol BK 1886 FJ, 3 unit Handphone berbagai merek, 1 buah stempel LSM P2KN, 9 lembar kartu pengenal dari berbagai LSM, 55 SID Kabupaten Nias Selatan, 49 lembar kertas Kosong berlogo DPP LSM P2KN, 33 surat berlogo DPP LSM P2KN mengenai Kunjugan kerja, dan 1 potong rompi warna hitam.


Adapun Pasal yang dipersangkakan kepada ke-tiga tersangka atas tindakan pidananya Pasal 368 ayat 1 subs 369 ayat 1, subs pasal 378 jo pasal 64 dari KUHPidana.


(Herman Waruwu)

Post a Comment

1 Comments