Ticker

6/recent/ticker-posts

Muspika Sikakap Bersama Tim PKK Sikakap Bahu Membahu Pilih Sampah Sepanjang Jalan Sikakap || dutametro


Camat Sikakap (Baju kaos merah) ikut kelapangan memungut sampah



Sikakap--Muspika Sikakap bersama Tim PKK Kecamatan Sikakap bahu membawa pilih sampah disepanjang jalan raya Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Kegiatan pilih sampah ini dilakukan setiap hari Jumat dalam kegiatan Jumat bersih.


Victor, Camat Kecamatan Sikakap, menyebutkan, kepada Dutametro.com Sabtu (6/3/2021), Kegiatan pungut sampah yang dilakukan oleh Muspika Sikakap, instansi pemerintah, dan PKK Kecamatan Sikakap tiap hari Jumat dengan kegiatan Jumat bersih.


tujuannya adalah mencegah dan memberikan contoh kepada masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah sembarangan


kegiatan pungut sampah yang dilakukan oleh Muspika Sikakap, PKK Kecamatan Sikakap, dan Instansi pemerintah yang ada di Desa Sikakap diberi nama Jumat bersih, kegiatan Jumat bersih ini sudah dua kali di lakukan.


Sebelum turun memungut sampah sepanjang jalan Desa Sikakap terlebih dahulu kita melakukan senam bersama di lapangan Syahbandar Sikakap untuk meningkatkan ketahanan tubuh selama Pademi Covid 19, senam  dimulai pukul 07.30 wib selesai sekitar pukul 08.30 wib istrihat sebentar, setelah itu peserta senam langsung turun ke jalan untuk melakukan kegiatan Jumat bersih.


Kegiatan Jumat dibantu langsung oleh Polsek Sikakap, Danramil 04 Sikakap, Kamla Sikakap, Apartur Desa Sikakap, dan instansi lain yang ada di Desa Sikakap.


kita dari pemerintah kecamatan Sikakap mengimbau kepada masyarakat supaya menjaga lingkungan bersih dan jangan membuang sampah kelaut, lingkungan kotor maka bermacam penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk akan berkembang biak, begitu juga kalau kita membuang sampah kelaut, laut akan tercemar oleh sampah akibatnya terumbu karang akan rusak, rusaknya terumbu karang mencari ikan akan sulit, sekarang ini stok ikan di pasar pagi Masabuk, di Dusun Sikakap Barat sudah mulai berkurang sebab sekarang ini para nelayan tradisional sudah banyak pergi melaut di luar perairan Kecamatan Sikakap, mereka para nelayan terpaksa melaut satu Minggu setelah itu baru pulang, tuturnya.


Penagung Jawab Kantor Karantina Ikan Mentawai,Eldas, mengatakan, saya sangat mendukung sekali kegiatan Jumat bersih yang di gerakan langsung oleh muspika kecamatan Sikakap, sebab selama ini banyak masyarakat yang menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah, apakah ini disebabkan kerena tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) akhirnya masyarakat terpaksa harus membuang sampah di laut.


Membuang sampah di laut sangat merugikan sekali bagi kita manusia, selain laut menjadi kotor ekosistem laut akan rusak, seperti terumbu karang menjadi rusak akibat ulah kita membuang sampah di laut, rusaknya terumbu karang maka stok ikan akan berkurang.


Terumbu karang merupakan tempat ikan bertelur, berkembang biak, dan mencari makan, kalau terumbu karang sudah rusak atau mata membutuhkan waktu sekitar 25 tahun untuk dapat berkembang lagi.


hasil tangkap nelayan sudah mulai berkurang terbukti dengan pengiriman ikan yang dilakukan oleh para penampung ikan di Desa Sikakap ke Padang, misalnya tahun lalu pengiriman ikan dari Desa Sikakap setiap Minggu sekitar satu ton, sekarang hanya sekitar 700 kilogram sampai 800 kilogram perminggu, kurangnya hasil tangkap nelayan bisa juga disebabkan rusaknya terumbu karang, juga ada pengaruh cuaca seperti badai dan ombak besar, informasi di Desa Sikakap sudah ada Tempat Pembuang Sampah (TPS) kalau memang sudah ada harapan kami kepada pemerintah desa supaya secepatnya di aktifkan supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah kelaut,jelasnya.


Sementara itu kepala Dusun Sikakap Barat, Haradet, mengatakan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Sikakap sudah ada lokasinya di Dusun Mapinang, sekarang ini Pemerintah Desa Sikakap lagi membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang sampah, dalam Perdes itu nanti akan dibuat juga berapa besar biaya yang akan dikeluarkan oleh masyarakat perrumah tangga, besarnya akan dibedakan nantinya, ungkapnya.sl

Post a Comment

0 Comments