Ticker

6/recent/ticker-posts

Islamic Center Kotobaru Sejatinya Tempat Ditiru Para Takmir di Kabupaten Solok || dutametro


Ketua DMI & MUI, bersepakat


Arosuka, dutametro.com. – Diduga pengurus terlalu banyak, manajemen kepengurusan Masjid 

Islamic Center Kotobaru, jauh dari kata tempat meniru, bagi takmir-takmir masjid yang ada di Kabupaten Solok. Logikanya, jika menganalisa kosa kata Islamic Center, merupakan pusat kegiatan islam, dan akan menjadi perhatian dan jadi tempat ditiru oleh masjid-masjis di dalam wilayahnya.

Sebagai senter (pusat) berkegiatan Islam di Masjid yang bernama lengkap Masjid Agung Nurul Mukhlisin Kotobaru, Kecamatan Kubung. Baik sebagai center yang patut dicontoh semisal, kalau Imam masjid tiru imam masjid Islamic Centre. Hebatnya dan merdunya azan, dengarlah Muazin Islamic Center, Taman Pendidikan Qur’an contoh islamic Center, pengelolaan hari besar Islam lihat semaraknya yang digelar panitia di Islamic Center, Festival Muharram tengok yang diperbuat panitia dan takmir masjid Islamic Center, Pentabligh hebat-hebat ada di Islamic Centre, jumlah peserta Qurban amat banyak sangat di Islamic Centre, Didikan subuh sungguh terasa semarak DDS yang dijalankan Islamic Centre dan seterusnya...Tapi kalau masih jauh panggang dari api, sudah sepatutnya pihak pengelola, pengurus dan takmir Islamic Centre untuk berbenah diri.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Solok Drs.Syamsir yang bersua di Islamic Centre, mengakui bahwa memang Imarah masjid masih jauh dari harapan sebagai sebutan Islamic Centre. “Imarah masjid kita masih kurang, kita berkeinginan pada Lantai I bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan-kegiatan Syiarnya Islam”, tukuknya.

Senada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok Drs.Elyunus, SH, M.Kn yang juga pengurus Baznas Kabupaten Solok yang berkantor langsung di Lantai I Islamic Centre, sudah hapal betul kondisi Islamic Centre. Malah dirinya mempertanyakan keberadaan alat perlengkapan KPU yang ditarok dalam area masjid. “Saya sudah sampaikan, sebagusnya alat perlengkapan KPU tidak pas diletakkan dalam area masjid. Sehingga dengan keberadaan benda mati tersebut, jadi menghambat aktifitas dakwah, kegiatan-kegiatan islami, yang sangat pantas bisa dimanfaatkan buat beracara. Dahulu sepengetahuan saya logistic KPU ini ditempatkan di GOR, tapi sekarang kayaknya sudah menjadi langggan saja di Islamic Centre”,sebutnya heran.(yas)

Post a Comment

0 Comments