Ticker

6/recent/ticker-posts

Perbedaan Pendapat Dan Perbedaan Adalah Hal Biasa Dalam Pemilihan , legowo Menerima Hasil dan Kembali Bersatu Bangun Daerah || dutametro




Batusangkar ,dutametro.com. -“Biduak lalu kiambang batauik” ini adalah istilah orang minang dalam menggambarkan bahwa perbedaan pendapat atau pilihan itu hal yang biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Dan semua pihak hendaknya legowo menerima hasil akhir dari sebuah proses demokrasi dan kembali bersatu padu dalam membangun daerah.

Hal ini juga yang disampaikan oleh Bupati Zuldafri Darma saat melakukan dialog dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Tanah Datar, Minggu malam (07/02) di Gazebo Indo Jolito.

“Semua pihak yang terlibat hendaknya dapat kembali bersama-sama membangun dan memajukan Tanah Datar serta melupakan perbedaan pilihan sewaktu pilkada pada Desember yang lalu,” harapnya.




Lebih lanjut Zuldafri Darma mengucap syukur karena pilkada di Tanah Datar telah usai dan berjalan dengan damai. “Alhamdulillah, pemilu Tanah Datar telah usai  dan berjalan dengan damai, kita berharap semua pihak dapat menghilangkan segala efek negatif yang ditimbulkan karena berbeda pilihan, sudah saatnya kita bangun daerah yang kita cintai ini, secara bergotong royong,” ujar Zuldafri Darma.

Pada kesempatan itu, Zuldafri Darma juga memberikan informasi pembangunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir atau semasa jabatannya bersama Irdinansyah Tarmizi (Alm). Namun terlepas dari itu semua, ia juga berharap Bupati dan Wakil Bupati terpilih bisa terus melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Luhak nan Tuo.

“Selama kepemimpinan kami bersama H. Irdinansyah Tarmizi (alm), pembangunan demi pembangunan terus diupayakan, baik berupa fisik maupun non fisik. Ada yang telah dimanfaatkan, ada juga yang masih berlangsung, kita berharap pembangunan ini dapat dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujar Zuldafri. 

Pada kegiatan dialog tersebut, tidak semua tokoh masyarakat di Kabupaten Tanah Datar diundang, hanya beberapa tokoh masyarakat yang berasal dari Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, hal ini mengingat situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Pembatasan undangan sengaja kami lakukan untuk mengontrol berkumpulnya masyarakat, kita tidak menginginkan pertemuan ini menjadi menyebabkan angka terkonfirmasi covid -19 di Tanah Datar meningkat, untuk itu kami sampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Zulfdafri Darma.

Sementara itu, salah satu tokoh masyakat Lintau Genta Maulana Dt. Bandaro Latiah mengucapkan terima kasih atas kinerja pemerintah Kabupaten Tanah Datar  dimasa kepemimpinan alm. Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma selama ini.

“Terkhusus kepada bapak Zuldafari Darma yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tanah Datar, tetaplah mengambil andil dalam membangun Luhak Nan Tuo ini, walaupun tidak lagi menjabat, terima kasih atas apa dilakukan selama ini bersama alm. Irdinansayah Taramizi,” harap Genta Maulana Dt. Bandaro Latiah.

Hal senada juga disampaikan M. Dt. Bijayao yang merupakan salah satu tokoh masyarakat yang berasal dari kecamatan Tanjung Emas. (hp)

Post a Comment

0 Comments