Ticker

6/recent/ticker-posts

Muhammadiyah -Aisyiyah Gelar Pengajian Bersama || dutametro





PADANG PANJANG, dutametro.com.  -- Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Padang Panjang, Batipuah, X Koto (Pabasko) menggelar pengajian bersama, Minggu (28/2).  Bertempat di Masjid Taqwa Komplek Kauman, pengajian ini memfokuskan kepada aspek penguatan ruhanisasi warga persyarikatan. 


Hadir sebagai pemateri pengajian ini, Buya Adrian Muis Khatib Saripado dari Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat. Disampaikannya, dakwah Muhammadiyah mesti mengacu kepada empat aspek berkehidupan secara beragama.


"Empat aspek keagamaan mesti menjadi acuan bagi warga persyarikatan. Dari segi akhlak, akidah, ibadah dan muamalah. Semuanya memiliki dalil kuat untuk diterapkan dalam kehidupan warga persyarikatan," ujarnya.


Sementara PD Muhammadiyah Pabasko, Drs. Amirudin mengatakan pengajian ini untuk menguatkan kembali maksud dan tujuan Muhammadiyah kepada warga persyarikatan.


"Seperti kata Buya Haedar Nasir, Muhammadiyah perlu koreksi diri. Jangan sampai terjebak pada kecenderungan yang tidak positif. Seperti kering dari pemikiran, kalah dalam militan dan kurang dalam keteguhan sikap sebagaimana gerakan-gerakan neorevivalisme Islam,” sebutnya.


Saat ini, lanjutnya, dalam model praksis amaliah pun Muhammadiyah mulai ketinggalan, baik dari gerakan-gerakan Islam baru, maupun dari gerakan Islam tradisional yang dulu dikritik Muhammadiyah. 


“Di sinilah pentingnya anggota dan institusi Muhammadiyah memahami dan melakukan aktualisasi ideologi Islam yang berkemajuan. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus bisa melakukan proses internalisasi Islam berkemajuan ke  seluruh jajaran,” ucapnya.


Menurut PD Aisyiyah Pabasko, Dra. Rusmaida Nasution, gerakan dakwah Muhammadiyah harus menyeluruh di setiap aspek kehidupan masyarakat. Tidak melihat dari status sosial masyarakat.


”Muhammadiyah mesti menebarkan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan. Tanpa diskriminasi, tanpa melihat status sosial," katanya.


Di tengah banyaknya kutub gerakan keagamaan kontemporer, kata Rusmaida, Muhammadiyah dituntut untuk hadir sebagai ideologi Islam alternatif yang menawarkan pandangan Islam berkemajuan yang serba melintasi dan mengungguli.


Pengajian ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan guna mensyiarkan gerakan dakwah Muhammadiyah. Muhammadiyah yang selalu mengusung slogan Islam berkemajuan, terus menjadi basis bagi praksis gerakan Islam dengan karakter Bayani, Burhani dan Irfani. (rilis)

Post a Comment

0 Comments