Ticker

6/recent/ticker-posts

Diduga Proyek Gedung Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kabupaten Dharmasraya Tidak Sesui Kesepakatan Tender || dutametro




Dharmasraya, dutametro.com. -Paket pekerjaan pembangunan gedung pengadilan negeri dan gedung pengadilan agama yang dikerjakan oleh PT.Indi Daya Karya kedua gedung tersebut.

Gedung Pengadilan Negri Dharmasraya dengan Nomor Kontrak:07/Kontrak/PG-Gdg/PPK.PN-Plj/X/2020 dikerjakan 243 hari kelender dan senilai Rp.20.951.392.000,00 Pelaksana PT.Indi Daya Karya.

Gedung Pengadilan Agama Dharmasraya juga Pelaksana PT.Indi Daya Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp.16.039.704.000,00 waktu pengerjaan selama 243 hari kelender dan Nomor kontrak:No.08/Kontrak/PK-Gdg/PPK.PA-Pj/X/2020.

Berdasarkan Pantauan media  bisa dua gedung di daerah yang sama dimenangi oleh perusahaan tersebut.Setelah dikonfirmasi lewat salah satu pelaksana dari proyek tersebut, bahwa beliau mengelak untuk di konfirmasi pada Senin (15/01/2/2021)sedangkan anggota lainnya menyebutkan bahwa beliau dengan inisial 'A,R" tersebut adalah salah satu petinggi dan merangkap kepercayaan Owner Proyek.

Usut punya usut oleh media ini tentang PPT-K3/SMK3 yang tercantum pada UU no.18/1999,UU no.1/1970 dan UU no.13/2003 juga keputusan bersama Menaker-MenPU no.174/MEN/1986&104/KPTS/1986.

Dugaan para awak media tentang PP.no.50 tahun 2012 tentang penerapan sistim manajemen keselamatan kesehatan kerja(SMK3).Dugaan media tertuju pada setiap buruh tidak mengantongi identitas guna keselamatan kerja(Askes/BPJS).

Tentang tenaga ahli yang dibutuhkan oleh kesepakatan awal Undang-undang nomor 18 tahun 1999 tentang jasa kontruksi,bahwa"Penyelenggaraan pekerjaan kontruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan,keamanan,keselamatan dan kesehatan kerja,perlindungan tenaga kerja dan lingkungan,untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan kontruksi."

Dilapangan media ini kros cek tidak dijumpai tenaga ahli seperti yang telah diundangkan pada UU no.28 Th 2002,dan awak media meminta konfirmasi tentang bahan bangunan yang dipakai oleh proyek tersebut seperti ditanyakan pada bagian ahli logistik dan kontruksi dan alhasil nihil dan tidak satupun dijumpai.

Dengan kegigihan media ini didapati nomor Hp yang bisa dihubungi,sebut saja Pak A,R sebutannya dan kami hubungi lewat Chatting WhatsApp pribadinya,beliau hanya menjawab tidak kapasitas saya menjawab yang Bapak temukan dilapangan kilahnya.

Sedangkan beliau adalah salah satu tenagah ahli bagian Logistik,sehari sebelum kami kros cek kelapangan dan beliau keluar kantor untuk membeli material dan bahan Proyek sebut kawannya.

Salah seorang Pemukah Masyarakat Nagari Sungai Kambut yang tidak mau disebutkan namanya bahwa pekerjaan ini ada semacam bekingan dari orang tertentu.Kitapun tidak bisa zouzon dengan proyek ini dan Syukur Alhamdulillah tidak seperti proyek RTH yang disamping pekerjaan beliau ini,dan RTH kan orang-orang yang terlibat telah dijadikan hukuman tetap,tutup bapak tersebut.(tim)

Post a Comment

0 Comments