Ticker

6/recent/ticker-posts

Terkait Pemberitaan di Media Online , Kuasa Hukum Wiza Andrita Ajukan Somasi Hukum Kepada A S || dutametro





Sawahlunto,dutametro,com.-Suatu Pemberitaan harus berimbang agar tidak ada salah satu pihak merasa dirugikan akibat suatu pemberitaan yang dibuat.

Tidak adanya konfirmasi kepada objek berita dalam menaikkan suatu berita akhirnya berdampak pada ranah hukum.

Hal tersebut terkait dengan sebuah pemberitaan di Media Online fajarsumbar.com tentang berita "Terjadi di Pemko Sawahlunto, Staf Diangkat Jadi Eselon III".


Berita itu dibuat oleh seorang Wartawan yang berinisial A S melalui Media Online Fajarsumbar.com yang ditujukan kepada W A seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang notabene sebagai Kabag KominfoperHumas Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.





Dibuatnya berita itu bermula dari adanya Pelantikan 52 orang Pejabat Eselon ASN kota Sawahlunto yang dilantik oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta,SH pada hari Selasa 5  Januari 2021 di Hall PTBA Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto.


Pada berita pertama (1) tertanggal 8 Januari 2021 berjudul "Terjadi di Pemko Sawahlunto Staf Diangkat Jadi Eselon III".

Berita itu tidak menjelaskan siapa ASN yang menjadi objek berita dan juga  narasumbernya.

Pada berita kedua (2) berjudul "Heboh, Pengangkatan Staf jadi Eselon III di Sawahlunto" yang dimuat pada tanggal 9 Januari 2021, A S melakukan konfirmasi kepada Redho Bagian Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kota Sawahlunto di kantor BPSDM yang mana A S mempertanyakan tentang regulasi Staf dimutasi dan menjabat Eselon III, Redho mengatakan hal itu tidak ada persoalan.


Wiza Andrita sebelumnya menjabat sebagai Kepala penyiaran Radio Sawahlunto FM, dilantik sebagai Kabag KominfoperHumas pada tanggal 24 Januari 2020 tahun lalu pada saat terjadinya Mutasi dan Rotasi yang dilakukan Pemko Sawahlunto.

Dengan dibuatnya berita tersebut Wiza Andrita melakukan Somasi melalui 5 orang Kuasa Hukumnya yang terdiri dari Zulhefrimen,SH , Ahmad Zaky,SH , Cory Amanda,SH,MH , Fadhillah Tsani,SHI,MSH dan Sumardi,SH.


Salah satu item dalam Somasi adalah Apabila dalam tempo waktu 4×24 ( 4 hari ) somasi tidak digubris oleh A S maka akan ditindaklanjuti ke Pihak Kepolisian Republik Indonesia.  (An)

Post a Comment

0 Comments