Ticker

6/recent/ticker-posts

Pembelajaran Tatap Muka , Pemkab Solsel Beri Izin Dengan Beberapa Syarat || dutametro


Rapat pembelajaran tatap muka yang dipimpin oleh Pj Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo.


Solsel, dutametro.com -- Dinas Pendidikan Solok Selatan menggelar rapat terbatas dengan jajaran pendidikan dan Satgas gugus tugas covid-19, diruang Tansi Ampek, Selasa (26/1/2021).


Rapat ini dihadiri Pj. Sekdakab Solsel Doni Rahmat Samulo, Kadis Pendidikan Novrizon, Kadis Kesehatan Novirman, Kalaksa BPBD Richi Amran, Kabag Kesra Zuladi, Kasi Pendis Mahadolog Ritonga. 


Pj Sekda Doni Rahmat Samulo dalam sambutanya mengatakan, saat ini 

kita berada pada kondisi wabah covid-19 yang semakin hari semakin melonjak, bahkan apapun yang akan kita lakukan serba salah.


Sebelum kita melangkah bagaimana kita bersama sama dalam membahas pembelajaran tatap muka ini benar benar tidak akan menimbulkan klaster baru, sebab yang namanya anak-anak sekolah memang sulit untuk diatur.


Proses baru yang belum terbiasa dilakukan terutama belajar daring dan ini sangat menghambat sistim belajar bagi anak anak, bahkan tidak semua anak anak memiliki alat komonikasi.


"Secara kwalitas, pembelajaran daring tidak efektif dibandingkan dengan tatap muka," ucap Sekda.


Pemda sebenarnya memberikan izin, melaksanakan pembelajaran tatap muka. tapi harus ada izin dari orang tua dan kesepakatan bersama, agar klaster baru bisa diatasi, dan berpedoman kepada SKB empat Mentri.


"Pembelajaran tatap muka ini diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi klaster baru," ajaknya


Kadis Pendidikan Novrizon dalam sambutanya menyampaikan, lebih kurang sudah sepuluh bulan anak sekolah tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.


Sesuai instruksi Gubernur Sumbar, bagi daerah zona orange boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan Solok Selatan menggelar pembelajaran tatap muka pada tanggal 4 januari 2021 dengan syarat para tenaga pendidikan harus di swab.


"Secara selektif siswa boleh belajar tatapmuka dengan sistim tiga kali seminggu siswa dibatasi per kelas, termasuk di sekolah SLB," sebut Novrizon.


Kepala Dinas Kesehatan Novirman mengatakan, Solok Selatan sudah dua kali mengambil swab tenaga pendidik. dengan jumlah guru sebanyak 4605 orang dan sebanyak 1276 orang sudah diambil swabnya dan didapat hasil sebanyak 15 orang terkontaminasi positif covid-19 dengan persentase 1,3 persen positif. 


Sudah banyak warga Solok Selatan yang terpapar, kita tidak mengetahui juga dari mana datang dan asalnya klaster ini.


" Kami menghimbau kepada semua OPD untuk memberikan semangat agar semua masyarakat dan pegawai bersedia diswab," harap kadis Kesehatan Novirman.


Kalaksa Richi Amran sesuai dengan surat edaran satgas  pusat agar penanganan covid didaerah tetap dilanjutkan, hal ini sesuai juga dengan edaran yang ada.


Sebanyak 194 unit tempat cuci tangan dan sudah didistribusikan ke masing masing sekolah, kecuali tingkat SMA dan SMk.


Jajaran SMA dan SMK memang belum diberikan karena sekolah tersebut merupakan kewenangan provinsi, karena BPBD Solok Selatan hanya berpedoman pada aturan kabupaten, namun hal ini akan kita bicarakan bagaimana sekolah tingkat SMK, SMA bisa juga mendapatkan alat cuci tangan. (Met)

Post a Comment

0 Comments