Ticker

6/recent/ticker-posts

Kapolres Solsel : Mari Kita Buru Pemodal Tambang Ilegal || dutametro com


Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto didampingi KBO Ipda Meri Zahardi dan anggota saat diwawancarai sejumlah media.


Solsel, dutametro.com -- Kasus tertimbunnya 6 orang penambang ilegal, 4 diantaranya meninggal dan 2 orang luka-luka yang terjadi di dusun Kimbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan, (Sumbar) Senin Kemaren, mendapat tanggapan dari Polres Solok Selatan.



Sebelumnya disejumlah media Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi mengatakan, lokasi tambang emas yang berada di Nagari Abai itu sudah ditutup sejak tahun 2019 lalu dan sudah dijadikan lokasi penghijauan oleh TNI Manunggal waktu itu, Penambang ilegal itu tidak diketahui entahdarimana dan tidak ada informasi.



" Kita akan buru pemodal tunggal ilegal mining yang berasal dari pulau Jawa itu," tegas Tedy.



Kita tidak ada pembiaran dalam kegiatan tambang emas dimana saja, Polres Solok Selatan sudah memberikan himbauan bahkan kapolsek SBH sudah memasang spanduk larangan dilokasi tambang.



Dari mana dan kapan masuknya penambang ilegal itu pihak kami tentu tidak begitu mengetahui, lagian pintu masuk ke Solok Selatan ini sangat banyak dari berbagai penjuru, termasuk dari Kabupaten Darmasraya yang sangat sulit untuk dilacak.



Selaku umat manusia, kita turut berduka cita atas meninggalnya empat orang pekerja tambang, mereka itu juga sebagai pahlawan keluarga, yang menghidupi keluarganya, untuk mencari nafkah kitakan disuruh mendapatkan rezki, soal maut tuhan yang punya kuasa.



"Kita tidak bisa selalu memonitor kedatangan warga, karena wilayah Solok Selatan ini sangat luas," ungkapnya.



Dari informasi berkembang bahwa lokasi tambang itu dipegang oleh satu tangan dan didalamnya ada oknum aparat itu akan kami selidiki ucap Tedy yang didampingi KBO Ipda Meri Zahardi. 



Terkait masalah lokasi tambang yang masih menjadi buah bibir masyarakat di Nagari Pakan Rabaa Timur, pihak kami sudah pernah melakukan penertipan, namun terkendala dengan jauhnya lokasi yang ditempuh, membuat anggota kesulitan keluar masuk, bahkan pihak Polda Sumbar sudah sering melakukan pengintain, namun belum membuahkan hasil.



Langkah selanjutnya pihak Polres bersama tim gabungan nanti akan melakukan koordinasi dalam rangka penertipan dan ini diberlakukan untuk semua lokasi tambang. (Met)

Post a Comment

0 Comments