Ticker

6/recent/ticker-posts

Mobil Listrik Indonesia , Apa Khabarmu || dutametro



Oleh :Ir. Abdul Aziz, MM

Pengamat Ekonomi dan Teknologi


Pada tahun 1980 kita mengenal istilah SOHC dan DOHC yang disematkan pada dapur pacu mesin mobil. Kalau Honda terkenal dengan VTEC tapi Toyota mengusung VVT-i sementara BMW mengusung VANOS. Pada tahun yang sama kita juga mengenal On-Board diagnostic (OBD) dan Engine Control Unit (ECU) yang mengontrol dan mengatur segalanya pada proses pembangkit motor bakar.


Fuel Injection dan Direct Injection adalah inovasi untuk mendapatkan kesempurnaan pembakaran setelah proses kompresi. Sementara BMW, Mercedes-Benz dan VW dll terus berinovasi pada mesin diesel dengan Turbo Charge dan Injection System.


Kehadiran TESLA pada tahun 2003 sebagai perusahaan otomotif yang mengusung teknologi mobil listrik mulai mengubur semua persaiangan tekonologi dapur pacu. Tesla Motors Inc didirikan oleh sekelompok insinyur, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning yang ingin membuktikan ambisinya dalam memenuhi kebutuhan manusia untuk berkendaraan yang lebih nyaman, tidak bising dan ramah lingkungan.


Tesla Roadster yang hadir pada tahun 2005 menjadi produsen otomotif pertama yang menggunakan baterai lithium-ion dan mobil listrik pertama yang dapat menempuh jarak 320 km untuk setiap charging. Tahun 2008 duo pendiri Tesla, Eberhard dan Tarpenning, mundur dari perusahaan setelah diminta oleh jajaran direksi. Roadster mulai dijual Tesla dengan mengedepankan teknologi baterai termutakhir. Dari baterai itu, perusahaan mendesain sedan listrik total (all-electric) premium dengan Model S yang menjadi mobil terbaik di kelasnya dari setiap kategori. 


Pemesanan Tesla Model S yang bermodel sedan mencapai 6.500 unit dan pengirimannya dimulai 2012. Tesla melakukan ekspansi jajaran produknya dengan merilis perdana Tesla Model X pada tahun 2015, yang dianggap teraman, tercepat, dan mendirikan Tesla Factory di California.






Mengandalkan tenaga listrik, Tesla mengklaim jika mobilnya sangat efisien dibanding mobil berbahan bakar bensin. Bahkan waktu pengisian baterai kini bisa lebih cepat dengan adanya fitur fast charging dengan daya tahan baterai lebih lama dan bisa digunakan untuk menjelajah hingga ratusan kilometer.


Mobil Listrik Tesla itu teraman di dunia ketika misalnya terjadi tabrakan dari depan karena ini memiliki mesin. Jadi, tidak mungkin untuk meledak. Mobil ini juga tidak bisa tembus benda tajam yang bisa membahayakan pengemudi. Bahkan Tesla disebut sebagai mobil tercanggih yang ada saat ini dengan berbagai teknologi termutakhir yang disematkan, seperti Fitur Autopilot, Sensor Ultrasonic, delapan kamera surround, dan penggerak All Wheel Drive. (Dikutip dari cnbcindonesia.com 06/01/19).


Tesla tidak hanya memproduksi mobil listrik untuk kebutuhan pribadi, tapi truk yang dianggap ternyaman yaitu Tesla Semi juga mulai dibuat pada 2019 dengan tingkat penghematan bahan bakar minimal US$ 200.000 per juta mil. 


Harga mobil listrik Tesla Model 3 yang dijual di Indonesia melalui importir umum yakni Standard Range, Long Range, dan Performance. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar dengan status off the road atau belum termasuk pajak. Tesla Model X 75D A/T yang dibanderol paling murah sekitar Rp2,8 miliar. Sementara Tesla Model S dibanderol dengan harga Rp 1,1 - 1,6 miliar. Namun di China harga Tesla hanya di banderol dari Rp 594 - 707 juta saja.


Bila ditelisik lebih dalam, mahalnya harga mobil listrik Tesla disebabkan teknologi baterai yang ditanamkan pada unit. Jika Tesla dijual jauh lebih murah di China, itu mengandung pengertian bahwa China lebih melek teknologi dibanding Indonesia. Disisi lain, bahwa deposit mineral Nikel sebagai bahan baku utama pembuatan battery tersimpan paling banyak di bumi Indonesia.


Jika demikian, bisa dibayangkan betapa besarnya keuntungan yang diperoleh oleh Agen Pemegang Merek (APM) Mobil Listrik Tesla di Indonesia. Sudah waktunya para pengusaha muda Indonesia mulai mengambil peran tidak hanya sebagai APM namun harus sebagai motor penggerak kehadiran mobil listrik di Negara Penghasil Nikel terbesar di dunia ini yakni Indonesia.


Para modifikator diharapkan dapat melanjutkan pekerjaan alih teknologi tepat guna untuk mengkonversi mobil konvesional menjadi mobil listrik agar memiliki keahlian khusus pada mobil listrik bisa terus berkembang.

Post a Comment

0 Comments