Ticker

6/recent/ticker-posts

Syafyan Kudan Pejabat Berjiwa Wartawan Itu Telah Tiada || dutametro





Solok, dutametro.com – Inna lillahi wa Inna Ilaihi raji’un…Syofyan Kudan , M.Pd seorang mantan pejabat yang berjiwa wartawan itu kini telah tiada. Senin (23/11/2020) kemarin sekira pukul 14.25 WIB di RSU Dr. M. Djamil Padang meninggal dunia dan jenazahnya Selasa (24/11) dimakamkan di  Balai Pinang, Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. 

Keterangan Novi Herlinda adik iparnya, jenazah Syofyan Kudan dibawa ke rumah istrinya Fitri Yeni merupakan ASN di Dinas PUPR Kabupaten Solok bertempat di Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, karena menetap disana. Lalu keesokkannya (Selasa) diberangkatkan ke Muaro Paneh untuk diselenggarakan dan dimakamkan di samping makam mantan istri (pertamanya).

Syofyan Kudan dulunya wartawan Singgalang Koordinator Daerah untuk Kabupaten Solok, pernah memimpin PWI dengan jabatan Ketua PWI semenjak 2001 s/d 2006. Sebagai pejabat sempat menjadi Sekretaris lalu merangkap Plt. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di Kota Solok kemudian pensiun. Tak lama dengan jiwa serta ‘darah daging’ wartawan yang lengket terhadap bapak tiga anak dari istri pertamanya yang telah sukses, ada yang TNI berpangkat Kapten, Dokter dan Master, beliau mendirikan perusahaan Koran dibawah bendera PT Prima Dian Inrahma pada Oktober 2020. Namanya  Surat Kabar Mingguan  Minang Pres Edisi 01 tertanggal 26 Oktober – 8 November 2020 yang baru saja diterbitkan. Begitulah Allah SWT mentaqdirkan, Qadarullah sudah tiba, hanya sampai edisi perdana, untuk edisi Kedua Syofyan Kudan sudah tiada, beliau istirahat untuk selama-lamanya, semoga Allah lapangkan kuburnya, diampuni dosanya serta bersama orang yang shalih, khusnul khatimah. Aamiin.

Syofian Kudan mengawali karirnya sebagai guru Matematika di SMP Sirukam (SMPN 1 Payung Sekaki). Di samping guru, ia juga aktif sebagai wartawan Harian Singgalang sejak 1984, tugas ini bersamaan dengan profesi yang ia emban. Dari SMP Sirukam, SK mutasi ke SMP Muaro Paneh (sekarang SMPN 1 Bukit Sundi). Di kampung istrinya, Kasniwerli, SK mengabdi sebagai guru hingga 2001. Pernah menjabat Kasi Humas di Kantor Infokom Kabupaten Solok, Kabid di Pariwisata, Kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabag Humas di DPRD Kabupaten Solok, Sekcam Bukit Sundi, dan mutasi ke Dinas Pariwisata Kota Padang. Lalu hijrah ke Kota Solok dengan jabatan Plt.Kadis Barenlitbang hingga purna tugasnya. 

Hebatnya, ketika awal hiruk pikuk menjelang Pilkada ini, dirinya sempat mencalonkan sebagai kandidat untuk Bupati Solok melalui jalur independen. “Ambo akan maju dari jalur independen, tolong bantu Yas”,kata beliau saat itu sembari menyodorkan berkas persyaratan formulir untuk dimintai ke masyarakat. Seiring perjalanan waktu tidak terkejar, mimpi mendiang itu dikubur, yang senasib gagalnya jalur independen oleh Hendra Saputra – Mahyuzil yang mental di kuasa KPU Kab.Solok.

Kopsteng atas pesawat

Pejabat yang wartawan ini orangnya bersahaja. Apalagi ketemu sesama rekan pers, atau bertandang ke ruang kerjanya, niscaya ia sangat suka sekali. Terjadi dialog hangat serta pandangan-pandangan bernas dari pemikirannya. Yang berkesan oleh penulis, pernah kami satu pesawat ke Jakarta bertepatan acara reuni 212 Desember 2019 lalu, bahkan satu bangku, dia menawarkan kopi steng diatas pesawat. “Mangopi awak, kopsteng alah mah”,ajaknya. “Nanti sajalah ketua”, panggilan penghormagtan saya kepada beliau. “Alah bilo juo lai, jarang-jarang awak basuo mah”,katanya berlalu sambil memesan ke pramugari. Begitu benar responnya jikalau bertemu dengan rekan yang dianggap sahabatnyanya sendiri. Sekarang cerita kopsteng di atas pesawat itu hanya menjadi kenangan, selamagt sahabat kami, semoga bahagia dialam sana, teriring salam dan do’a Alfatihah.(yas)


Post a Comment

0 Comments