Ticker

6/recent/ticker-posts

Satlantas Polres Pasaman Himbau Masyarakat Untuk Ambil Kendaraan Yang Terparkir Tahunan || dutametro




Lubuk Sikaping .dutametro.com- Satlantas Polres Pasaman untuk kedua kalinya kembali mengumumkan kepada pemilik kendaraan sepeda motor yang telah 3 tahun berada di mako satlantas Polres Pasaman.


Terdapat lima belas unit barang bukti yang berada di Sat-Lantas Polres Pasaman merupakan kendaraan bermotor yang terjaring razia, serta terlibat laka lantas di wilayah hukum Polres Pasaman, semenjak tiga tahun yang lampau sampai saat ini tidak ada kabar dari para pemiliknya.


"Lima belas kendaraan bermotor tanpa kabar dari pemiliknya adalah merupakan kendaraan roda dua/kendaraan-kendaraan tanpa kabar tersebut sudah berada satu tahun, bahkan ada yang tiga tahun parkir di Sat-Lantas Polres Pasaman," ujar Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa, kepada awak media (11/11/2020).


15 unit kendaraan tanpa kabar tersebut, tambah AKP Bezaliel Mendrofa, merupakan sembilan unit kendaraan yang terjaring razia ketertiban lalu lintas dan enam unit kendaraan terlibat laka lantas dari berbagai merek sepeda motor.


AKP Bezaliel Mendrofa juga menjelaskan, lima belas kendaraan tanpa kabar dari pemiliknya ini Semuanya kendaraan tanpa TNKB. Sebagian ada yang nomor rangka dan mesinnya yang jelas sebagian ada juga yang sudah pudar atau tidak terbaca lagi.


"Jajaran Sat-Lantas Polres Pasaman menghimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang berada di sat lantas Polres Pasaman, terutama pemilik kendaraan yang perkara kasusnya telah selesai, silahkan menjemput kendaraan bermotor mereka dengan memperlihatkan bukti tanda kepemilikan yang lengkap dan sah menurut hukum," harap AKP Bezaliel Mendrofa.


Serta untuk proses selanjutnya, kata Kasatlantas, jika tidak ada kabar selama dua bulan kedepan dari para pemilik kendaraan, maka Satlantas polres pasaman akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk tindakan pemusnahan atau pelelangan. 


"Terkait pemusnahan ataupun pelelangan, kekuatan hukumnya telah kita koordinasikan dengan Sat-Lantas Polda Sumbar. Bahwa, MaKo Sat-Lantas bukanlah tempat parkir Barang Bukti untuk waktu yang sangat lama," tegas AKP Bezaliel Mendrofa.


Kemudian, untuk prosedur pemusnahannya, terang AKP Bezaliel Mendrofa, yakni; meminta penetapan status Barang Bukti dari pengadilan dan mengkoordinasikan dengan kejaksaan untuk pelelangan.

Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan Dishub Pasaman, apakah layak atau tidak kendaraan tersebut untuk digunakan di jalan raya. Serta, berkoordinasi dengan Disperindag Pasaman, untuk mengetahui apakah ada nilai jual kendaraan tersebut. Apabila, bisa dilelang maka akan disesuaikan dengan harga jual barang bukti kendaraan tersebut. Terakhir, apabila dilakukan pemusnahan nantinya, maka akan dilakukan dengan mesin las.(Fajri)

Post a Comment

0 Comments