Ticker

6/recent/ticker-posts

Perencanaan Pendidikan Dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru || dutametro




Oleh : lisa Lazwardi,Spd.


Payakumbuh, dutametro. -Tahun Ajaran baru telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, pada tanggal 13 Juli 2020 pukul 16.00 WIB. Dalam Pidato pembukaan Gubernur menyampaikan ada perbedaan proses pembelajaran pada tahun ini karena pandemi Corona yang sedang merebak. Khusus sekolah yang berlokasi di daerah zona hijau dibolehkan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka, sedangkan sekolah yang berada di zona merah dan kuning melaksanakan pembelajaran dalam jaringan.

Seiring perkembangan situasi, mulai banyak keluhan orang tua tentang sulitnya membimbing anak di rumah, sementara pandemi masih belum berakhir di setiap daerah. Pada tanggal 30 September 2020 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi sumatera Barat nomor 6 tahun 2020.  Peraturan ini menjelaskan adaptasi kebiasaan baru adalah penyelenggaraan aktivitas sehari-hari mencakup sosial, budaya dan ekonomi masyarakat dalam  mendukung masyarakat produktif dan aman Corona Disease 2019.

Sekolah sebagai institusi yang  berhubungan langsung dengan peserta didik, harus merencanakan dengan matang pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pasal 25 Peraturan Daerah no 6 tahun 2020, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada bidang pendidikan, maka ada beberapa hal penting yang harus direncanakan Sekolah sebelum memulai kegiatan Pembelajaran yaitu:

a. penerapan protokol kesehatan bagi pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik pada satuan pendidikan di daerah

b. penyesuaian layanan pada satuan pendidikan di masa pendemi COVID-19

c. penyesuaian metode pembelajaran pada masa pandemic COVID-19

d. peningkatan pengetahuan pendidik dan tenaga kependidikan agar memahami pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan Pengendalian Covid-19 di bidang pendidikan

e. optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan Pengendalian Covid-19 di bidang pendidikan

f. penyediaan sarana dan prasarana pada satuan pendidikan milik Pemerintah Daerah atau swasta yang mendukung pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan Pengendalian Covid-19 di bidang pendidikan

g. peningkatan peran komite sekolah dan masyarakat dalam sosialisasi penerapan protokoler kesehatan pada satuan pendidikan

h. sosialisasi dan penyebarluasan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan Pengendalian Covid-19 di bidang pendidikan

Menurut Asmendri (2012) dalam buku Perencanaan Pendidikan, di antara syarat-syarat perencanaan yaitu, (1) perencanaan harus didasarkan pada tujuan yang jelas. (2) bersifat sederhana, realistis, dan praktis. (3) terinci, memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah dipedomani dan dijalankan.  

Sehubungan dengan situasi Adaptasi Kebiasaan Baru, perencanaan yang dibuat sekolah juga harus bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan zona daerah pada saat itu. Sekolah tidak hanya menyiapkan perencanaan untuk pembelajaran daring, tetapi juga mempersiapkan pembelajaran tatap muka, pembelajaran luar jaringan dan kombinasi tatap muka dan daring yang bias dilaksanakan jika zona berubah hijau.

Perencanaan Pendidikan pada Adaptasi Kebiasaan Baru harus dilakukan dengan memperhatikan kebijakan Pemerintah Daerah, kondisi geografis daerah, kondisi masyarakat dan kearifan lokal. Karena bisa saja terdapat perbedaan kondisi antar kecamatan yang berada dalam satu kabupaten atau kota berkaitan dengan perkembangan pandemi Corona. 

Mendekati akhir tahun, sekolahpun seharusnya sudah merencanakan bentuk penilaian akhir semester, apakah bisa dilaksanakan dengan tatap muka atau tetap dalam jaringan dengan memanfaatkan teknologi di masing-masing sekolah. Sistim penilaian juga disesuaikan dengan kondisi pembelajaran dan ujian yang dilaksanakan saat itu.

Dalam proses perencanaan pendidikan pada Adaptasi Kebiasaan Baru, sekolah juga harus mempersiapakan rancangan kegiatan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran setiap bulan. Monitoring ini bertujuan melihat ketercapaian dari perencanaan yang sudah disiapkan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan setiap hari. Selain itu juga mempermudah sekolah untuk merubah system pembelajaran ketika terjadi perubahan zona di wilayah sekitar sekolah.

Disamping perencanaan yang matang, untuk pelaksanaan pendidikan juga diperlukan kerjasama yang kuat antara sekolah dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menerapkan protokoler Covid di lingkungan tempat tinggal peserta didik. Jika kesadaran akan pola hidup sehat sudah tertanam dalam setiap keluarga, maka akan berpengaruh pada masyarakat sekitar dan akan mudah diterapkan peserta didik di sekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung kembali secara tatap muka.

Post a Comment

0 Comments