Ticker

6/recent/ticker-posts

Jargon Pilkada Badunsanak Mengakrabkan Syamsu Rahum ,Asda -Pandu || dutametro





Arosuka,dutametro.com.  – Agaknya Jargon Pilkada Badunsanak di ranah Minang ini bukanlah sekedar hiasan dibibir saja, melainkan pengejawantahan dari makna hakiki yang tersirat atas filosofi ‘Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’(ABS-SBK). Karena notabene orang Minang identik Islam, sesama Muslim adalah bersaudara. Niscaya akan zhalim atas diri sendiri, memutus silaturrahmi dan berpahala tatkala menyambungkan silaturrahim, bahkan memperpanjang umur. Kadang mahfum dan takzim orang akan semua itu, namun tatkala ego dipertontonkan, memperturutkan nafsu bisikan syetan yang diikuti, terasa amat berat membingkai persaudaraan. Maka cerita ogah untuk bersama tadi, maka disanalah si raja syetan tempatnya bersemayam dan bersinggasana.

Khusus masyarakat Kabupaten Solok jamak orang tahu, bahwa para tokoh sekelas Haji Syamsu Rahim dan Haji Epyardi Asda kurang harmonis. Mungkin karena komunikasi yang tidak terjalin baik, ataupun hembusan pihak-pihak yang tidak menginginkan para tokoh Solok kompak bersama. Sehingga kekurangan harmonisasian ini, menjadi potret buruk oleh masyarat yang mendiami daerah yang terkenal pesona lima danaunya ini. Padahal selaku tokoh merupakan cerminan bagi rakyat badarai. Ia akan dicontoh dan ditiru, serta inspirasi generasi kemudian.   

         Yang jelas, Awak orang Minang tidak ingin mengadopsi prilaku atas hubungan komunikasi tokoh Nasional seumpama Megawati dengan SBY. Melainkan lebih rancak ditengok ketika sang kompetitor Pilpres kemarin, duduk semeja antara Jokowi bersama Prabowo, mungkin inilah yang dinamakan Negarawan, sehingga dicermati ‘Biduk Lalu Kiambang Bertaut’. Yang pasti memilih pemimpin adalah pesta demokrasi sekali lima tahun, intinya setiap pemimpin ingin membangun dan memajukan daerahnya. Karena, baik buruknya seorang pemimpin akan menjadi sejarah bagi generasi belakangan. Dan pemimpin yang tidak Amanah, siap-siap mempertanggunggjawabkan baik diatas dunia apalagi kepada Allah SWT Rabbul Izzati. “Tiap kamu adalah pemimpin dan kepemimpinanmu akan ditanyai pertanggungjawabannya…”(kutipan alhadits)

Memang nuansa Pilkada menjelang 9 Desember semakin mengkristal. Terlepas yang namanya tensi politik semakin meninggi, akan tetapi bersua dan duduk semejanya antara Haji Syamsu Rahim dan Haji Epyardi Asda, telah menjalankan Amar Makruf seperti nan rajin diucapkan tapi terasa berat utk dijalankan. Menurut Y.Dt.Panghulu Sati seorang tetua Pers di Kabupaten Solok memujikan sikap para tokoh yang bisa duduk semeja. “Kita sebagai rakyat, senang melihat para tokoh dan pemimpin kita akur-akur seperti itu. Saya juga melihat tatkala Haji Gusmal dan Haji Syamsu Rahim akrab menjelang pelaksanaan Pilkada periode lalu. Sebenarnya keakuran seperti ini yang layak diwariskan ke generasi kita dan bukan perpecahan di mata publik. Toh jabatan ada batas waktunya dan dunia ini pun sementara. Kita memujikan jalinan silaturrahmi tersebut”,papar Datuak Yem sejujurnya.

Adalah di salah satu restoran di Selayo, Kamis (26/11) Syamsu Rahim mantan Walikota Solok dan Bupati Solok duduk semeja yang diapit Pasangan Calon (Paslon No.2) Bupati Epyardi Asda dan Cabup Jon Firman Pandu, mereka kompak mengacungkan ibu jari dan telunjuk, sebagai simbol Paslon ini.

Menurut Syamsu Rahim, kini masyarakat Kabupaten Solok sedang mencari figur pemimpin yang mempunyai komitmen, dan konsisten untuk membangun kabupaten. Empat pasang ini semua orang baik, semua orang unggul tapi kan ada yang harus lebih unggul. “Saya sudah membaca visi misi ke empat paslon. Dari empat itu dibutuhkan yang visioner dan inovatif. Secara keseluruhan figur Pak Epy visioner mempunyai prospek yang baik untuk kepentingan masyarakat. Beliau tidak bicara ekonomi (diri pribadi) beliau lagi, ia sudah mapan yang lain itu bagaimana? Bukan mengkerdilkan dan mengecilkan hati, tetapi jangan dijadikan bupati sebagai lapangan pekerjaan,”ucapnya seperti dikutip hantaran.co

Dijelaskannya, terkait kondisi Kabupaten Solok infrastruktur di sejumlah nagari masih memprihatikan. Termasuk itu jalan provinsi dan pusat yang ada di nagari. “Bupati kedepan harus punya akses ke provinsi dan pusat. Justru pengamalan Pak Epy tidak perlu diragukan lagi, ditambah anak beliau Athari yang duduk di DPR RI, itu merupakan peluang dan potensi besar untuk meraih dana pusat”,akunya.

“Saya bagaimana pun juga mendukung Pak Epy dengan harapan nanti betul-betul mampu mendengar aspirasi masarakat,” ucapnya menambahkan.

Diakui Syamsu Rahim, sejak awal ia belum menentukan sikap, siapa yang akan didukungnya, bahkan semua Paslon datang ke rumahnya. “Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Solok mari kita memilih figur yang betul-betul punya komitmen. Jangan mau dibujuk rayu hanya dengan pendekatan-pendekatan sesaat. Saya berharap kalau proses ini selesai (pilkada) biduak lalu kiambang batauik. Saya berharap Pak Epy dan Jon Pandu unggul,”tuturnya.

Epyardi Asda, menyambut baik atas dukungan tokoh Solok tersebut. Epy mengaku dengan pengalaman Syamsu Rahim di pemerintahan membuat masyarakat lebih yakin dalam menentukan pilihannya. “Ini harus diakui beliau punya prinsip dan jiwa perjuangan yang tangguh berdasarkan pengalaman yang dihadapi selama ini, beliau lakukan selama ini menurut saya ia tokoh di Solok. Saya sebagai generasi di bawa beliau menghargai beliau sebagai senior. Saya senang sekali bisa ketemu dengan beliau dari pembicaran beliau salah satu yang saya kutip. Menurut Saya sebuah pendapat yang logic dari seorang tokoh dan itu mungkin bagi orang lain itu tak masuk akal, apa itu? Jangan jadikan jabatan bupati, wali kota itu sebagai lapangan untuk mencari pekerjaan nah ini kutipannya,”terang Epy.(way)

Post a Comment

0 Comments