Ticker

6/recent/ticker-posts

Hebat ,Buya Mahyeldi Berceramah di Kawal " Para Calon"|| dutametro




Solok, dutametro.com – H.Eri, MS pengusaha eksportir rempah-rempah asal Koto Anau Solok, mengaku senang atas kedatangan perwakilan tim sukses Buya Mahyeldi ke daerahnyan pada Rabu malam, (11/11/2020). Bersebab, pasca Tabligh Akbar Buya Mahyeldi di Masjid Raya Koto Anau dengan bermalam di rumahnya, nyaris komunikasi mencalon menjadi gubernur Sumbar tidak pernah diucapkan secara langsung kepada H.Eri. “Saya tahunya beliau mencalon jadi gubernur hanya lewat pemberitaan. Pernah sempat ketemu dengan beliau sesaat, namun sudah keburu shalat magrib, lalu kami shalat bersama menuju masjid, dan setelah bubaran ditengah keramaian, sehingga tak sempat membicarakan politik atas kemajuan ia menjadi gubernur. Alhamdulillah dengan kedatangan tim dari Buya Mahyeldi yang juga rombongan waktu ceramah dulu, saya merasa senang”,ungkap H.Eri sembari mengenang orang yang bersama Buya Mahyeldi ke kampungnya dulu. 

Dari penuturan polos H.Eri dari testimoninya sendiri, bahwa orang sekelas Buya Mahyeldi yang calon gubernur dan sebelumnya Walikota Padang, berkenan menginap dirumahnya selepas berceramah. Beliau sangat sederhana, padahal dengan fasilitas yang ia miliki, jarak Solok-Padang kala malam dinihari bisa ia tempuh sekitar 1 jam. Namun karena ingin bersua dengan masyarakat, selepas Tabligh Akbar yang telah dinihari ia ngobrol dengan masyarakat. “Ini sangat dikenang sekali oleh masyarakat, apalagi tersebut maju menjadi gubernur, sementara hubungan emosional yang telah terbina selama ini tidak ditapaki lagi, menjadi sebuah harapan. Tahunya dimalam itu, meski hanya melalui perwakilan, H.Eri sangat senang sekali atas kesibukan seorang calon gubernur, inyaallah, kami akan bantu Buya Mahyeldi jadi gubernur, menuju Sumbar Madani”,tukuknya.

Yang sangat berkesan para Jemaah Masjid Raya Koto Anau ketika Buya Mahyeldi berceramah adalah ketika mengapresiasi anak-anak yang ramai hadir ke masjid dating bersama orangtua beserta Jemaah. “Anak-anak dengarkan saya ceramah, nanti akan diberi pertanyaan siapa bisa menjawab niscaya dikasih hadiah”,kata buya Mahyeldi.

Memang dihadapan meja tempat ia berceramah telah menumpuk berupa hadiah yang dibungkus sampul kacang, berkemungkinan hadiah buku, begitulah kira-kira. Menariknya buya Mahyeldi berceramah memakai session. Artinya setelah menyampaikan materi agak 10 menit lalu diiringi tanyajawab, dan pertanyaan ini dilemparkan khusus kepada anak yang berhadir. Termen pertama tiga anak yang berhasil menjawab disuruh berdiri ke depan persisnya di sebelah Buya Mahyeldi. Disini tersirat ada pendidikan spitual dan melatih keberanian anak dihadapan orang banyak. “Anak buya hebat semua…sebelum hadiah diberikan, tolong sebutkan nama, sekolah kelas berapa, cita-citanya apa dan datang ke masjid bersama orangtuanya yang mana ?”, sugesti Buya Mahyeldi atas anak.

Sehingga dari jawaban anak yang akan mendapatkan hadiah langsung dikasih mikropon pengeras suara. “Assalamualaikum ww…nama saya Suciwati kelas II bercita-cita jadi guru, ibu saya duduk dipojok sana”, kata sang anak sembari memperkenalkan. Selanjutnya adapula anak lelaki bernama Budi bercita jadi polisi datang  ke masjid seorang diri tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Begitulah seterusnya, ada yang bercita sebagai pilot, tentara, dokter dan lainnya, pokoknya semua hadiah terletak diatas meja habis terbagi buat perangsang untuk anak-anak. Sehingga dakwah ala buya Mahyeldi menjadi tersendiri dimata masyarakat. Karena banyak mengandung pesan moral, baik terhadap mental anak, orangtua kehadiran ke masjid, juga masyarakat  cara memperlakukan generasi muda qur’ani untuk rajin beribadah, sembari memakmurkan masjid.

“Alhamdulillah saya berceramah pada mala mini dikawal para calon polisi, tentara, guru, pilot, dokter dan lainnya”,kata Buya Mahyeldi yang disambut tawa geer….jemaah Masjid Raya tersebut. (yasrilyakub)

Post a Comment

0 Comments