Ticker

6/recent/ticker-posts

Danpussenif Lakulan Pengecekan Kesiapan Operasi Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti

Payakumbuh,dutametro - Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif), Letjen TNI Basar Hartho Karyawan, SH, MTr (Han), melakukan pengecekan kesiapan operasi Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti, Korem 032/Wirabraja, Kodam I/BB, Rabu (11/11/2020).

Pengecekan bertujuan untuk melihat kesiapan Yonif 131/Brs sebagai Satgas Pamtas RI-PNG sektor Utara Papua Tahun 2020 yang akan menggantikan Yonif 413/Bremoro Kostrad Divisi II. 

Dalam pengecekan ini, Danpussenif turut didampingi Kasrem 032/Wbr, Kolonel Inf Armizen, Kasiopsrem 032/Wbr, Kolonel Inf Rudi Trengono serta rombongan.

Kehadiran rombongan Danpussenif di Mako Yonif 131/Brs di Tiakar, Payakumbuh itu, disambut langsung oleh Danyonif, Letkol Inf Erfani didampingi seluruh Perwira Staf, serta tarian Silat Minang yang merupakan adat tradisi setiap menyambut tamu yang dihormati.  

Setelah menerima laporan dari Danyonif 131/Brs, Danpussenif kemudian memberi arahan dan atensi kepada seluruh personel yang akan berangkat tugas Pamtas. 

Dikatakan Danpussenif, dalam keberhasilan tugas, disiplin dan naluri tempur harus diperhatikan.

“Ingat! Pasukan Infanteri adalah Raja di dalam pertempuran. Karena itu, guna menyukseskan segala tugas, maka harus senantiasa bekerja keras, baik di dalam latihan maupun di daerah penugasan nantinya,” tegas mantan Pangkostrad ini.

Selain itu, Letjen TNI Besar Harto Karyawan juga menekankan kepada setiap Prajurit Yonif 131/Brs untuk harus selalu menjaga hubungan yang baik di daerah penugasan.

Kemudian melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) dengan sungguh-sungguh, sehingga masyarakat di perbatasan merasakan manfaat keberadaan TNI di daerahnya.

Alumni Akmil 1986 ini berkeyakinan bahwa seorang Prajurit TNI bisa menggali kekuatan sebagaimana manusia seutuhnya.

"Seorang Prajurit harus bisa mengasah dan mempertajam 8 Kekuatan Cakra yang dimiliki," ungkapnya. 

Delapan Kekuatan Cakra itu, adalah; pertama adalah niat yang baik tulus dan ikhlas, kedua ialah sikap dan perilaku, ketiga pancaran mata yang berkekuatan mampu menaklukan, mengayomi, kasih sayang dan melindungi, lalu yang keempat adalah komunikasi. 

"Dengan kekuatan komunikasi, akan mampu berdialog, berdebat dan berdiplomasi,"  jelasnya.

Selanjutnya kekuatan kelima, ialah kesiagaan. Yaitu kesiagaan bela diri yang mampu melumpuhkan lawan. Keenam daya imajinasi yang mampu membaca situasi, memprediksi dan merencanakan, ketujuh keputusan terbaik sesuai pikiran, penalaran dan hati Nurani, serta kedelapan yakni keyakinan bahwa yang dilakukan merupakan keputusan dan tindakan yang terbaik.

Jenderal bintang tiga kelahiran Lubuk Sikapiang, Pasaman ini tak lupa menyampaikan, agar setiap Prajurit Yonif 131/Brs selalu peka dalam melaksanakan tugas, serta selalu mengunakan 8 Cakra yang merupakan senjata ampuh untuk menjaga diri. 

"Tetap jaga kesehatan agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali, serta utamakan faktor keamanan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan," pesannya. 

Sebelum mengakhiri arahannya, Letjen TNI Besar Harto Karyawan mengingatkan seluruh Prajurit Yonif 131/Brs akan berangkat tugas negara, agar melaksanakan dan mengikuti latihan dengan baik dan sungguh-sungguh. 

"Tetap jalin hubungan yang baik dengan pelatih, sehingga bisa mendapatkan ilmu untuk menjadi bekal di daerah penugasan nantinya," pungkas Letjen TNI Besar Harto Karyawan. 

Kegiatan pengarahan Danpussenif ini dilangsungkan dengan tetap mengedepankan disiplin Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penanaman pohon penghijauan. 

Sumber: Penrem 032/Wbr

Post a Comment

0 Comments