Ticker

6/recent/ticker-posts

Menyisir Surau Jembatan Besi ,Tempat Mengaji Buya Hamka | dutametro




Oleh : Buya Ampera salim

Surau Jembatan Besi (Jembes), yang berlokasi di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat, kini bernama Masjid Zu'ama, didirikan Syekh Abdullah Akhmad pada masa penjajahan Belanda, tahun 1895. 


Dua belas tahun kemudian, pada tahun 1907, Syekh Abdullah Akhmad pindah mengajar ke Kota Padang.


Semenjak itu pimpinan pengajian Surau Jembatan Besi pindah kepada Syekh Daud Rasyidi (ayahanda H.M.D.Dt, Palimo Kayo), yang seorang  ulama terkemuka Minangkabau masa orde lama dan awal orde baru.


Semasa Syekh Daud ini,  kunjungan murid-murid dari nagari-nagari keliling, seperti Batipuah X Koto pun bertambah. 


Ketika  Syekh Daud Rasyidi pergi ke Mekah Al-Mukarromah, untuk memperdalam pengetahuannya, kepada Syekh Ahmad Chatib, maka beliau  digantikan oleh kakaknya, Syekh Abdul Latif (ayahanda H. Muchtar Luthfi).


Pada tahun 1911, pimpinan pengajian Surau Jembatan Besi pindah kepadq Syekh Abdul Karim Amarullah yang terkenal dengan sebutan Inyik Haji Rasul (Ayahanda Buya Hamka).


Pada tahun 1916 ketika usia Buya Hamka  menginjak delapan tahun, beliau masuk Diniyah School. Tempatnya di Mesjid Jembes Pasar Usang ini. Masa itu dibagi dalam dua kelas. Sisi sebelah kiri untuk laki-laki. Untuk perempuan di sebelah kanan. 


Semasa diasuh Buya Karim Amarullah,  Ayahanda Buya Hamka, itu pengajian di surau ini, semakin maju. Pelajaran kitab Arab bertambah meningkat.  Penuntut ilmu agama bertambah banyak.  Mereka berdatangan dari nagari nagari di Minangkabau dan juga dari daerah lain seperti Tapanuli, Aceh, Bengkulu dan Riau. 


Istilah jembatan besi bermula, dari sebuah jembatan terbuat dari besi. Kira-kira  30 m, sebelah selatan surau ini, pada mulanya ada sebuah jembatan kayu yang beratap. Kemudian jembatan itu, diganti dengan jembatan terbuat dari besi. Tapi tidak diberi atap.


Mesjid Jembatan Besi tempat Buya Karim Amarullah bersama ulama terkemuka lainnya,  sering memberikan khotbah Jum'at. Jamaahnya hadir dari Padang Panjang dan Batipuh X Koto.


Kini Mesjid Jembatan Besi itu, sudah ganti nama menjadi Masjid Zu'ama yang artinya pemimpin.  Sesuai namanya, dahulu para pemimpin organisasi perjuangan sering berkhotbah di masjid ini.

Post a Comment

0 Comments