Ticker

6/recent/ticker-posts

BPBD Solsel : Setelah di Survei Melalui Udara Ada 3 Titik Berpotesi Pemicu Banjir dan Galodo dan Dilakukan survei Jalur Darat | dutametro


Rapat Membahas Keberangkatan Jalur Darat BPBD Solok Selatan oleh Kepala BPBD Solsel Richi Ambran


Solsel, dutametro.com - Kawah gunung sembilan di lokasi Taman Nasional Kerinci Sablat (TNKS) yang berpotensi memicu banjir dan galodo, bakal disurvei lewat jalur darat oleh tim BPBD Provinsi Sumbar dan tim BPBD Solok Selatan pada 17 Oktober 2020.


Kepala BPBD Solok Selatan, Richi Amran mengatakan, persiapan penelusuran hulu sungai telah dilakukan pengambilan gambar melalui udara di sepanjang hulu sungai.


Dari pantauan udara terdapat tiga titik berpotensi banjir, ketika tanah kawah longsor ke Hulu Sungai yang bisa terjadinya sebuah embung.


"Jika tidak segera diantisipasi, maka suatu saat bisa memicu banjir bandang atau galodo," ungkap Richi Amran saat rapat persiapan penelusuran Hulu Sungai, Kamis (1/10).


Turut ikut dalam tim tersebut terdiri dari TNI- Polri, Dinas Kesehatan, kecamatan, petugas TNKS, Wali, Tagana Nagari, Kelompok Siaga, perwakilan nagari dan pemuda setempat, termasuk pihak perusahaan PT Supreme Energy.


Sesuai keputusan rapat ada tiga tim yang akan turun dan titik yang akan disurvei dilokasi rawan longsor dan banjir. Diperkirakan akan menghabiskan waktu tiga hari tiga malam, termasuk membersihkan kawah gunung sembilan dan Hulu Sungai yang sudah dipenuhi oleh tanah longsor.


"Kondisi pantauan udara sudah mulai membentuk embung, jika tidak segera kita bersihkan. Maka masyarakat Nagari alam Pauhduo, Pauhduo Nan Batigo dan Sako Selatan yang akan terkena dampaknya," sebutnya.


Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengatasi dampak bencana dan menimalisir kekwatiran warga disebabkan ulu sungai bangko janiah airnya sering keruh dan membuat cemas masyarakat, terutama masyarakat Nagari Koto Baru dan sekitarnya.


Itulah langkah awal kita membuka program ini, sehingga masyarakat kita libatkan langsung kelokasi agar bisa mengetahui kondisi ulu sungai bangko janiah, kegiatan ini diharapkan akan berkelanjutan dengan pihak pihak terkait lainya.


Sementara Kasi Kesiap-Siagaan BPBD Provinsi Sumbar, Ilham, menyebutkan, kegiatan penelusuran sungai tersebut, merujuk kondisi cuaca extrem di akhir tahun 2019 lalu. Sehingga sejumlah daerah di Sumbar, jadi daerah siaga bencana.


Peralatan yang akan dibawa tim, kelompok dan pribadi. di sesuai kan dengan situasi hutan dan kondisi Medan yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


Termasuk peralatan medis juga perlu dipersiapkan, namanya di hutan perlu persiapan lebih matang.

Met


Post a Comment

0 Comments