Ticker

6/recent/ticker-posts

Tradisi Turun Kesawah Masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur ditandai dengan Menyembelih Hewan Kerbau |




Solsel, dutametro.com - Sudah menjadi tradisi masyarakat petani di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Solok Selatan (Sumbar) menyambut hajatan tahunan turun kesawah.


Para petani di seberang Sungai Batang Sangir Nagari Lubuk Gadang Timur itu melaksanakan penyembelihan hewan kerbau dan sekaligus menggelar syukuran cetak sawah baru dan irigasi sungai dahan.


Hadir pada acara tersebut Sekda Solok Selatan Yulian Efi, ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda, Camat Sangir, Wali Nagari dan ratusan petani.


Feri salah seorang petani dalam hantaran katanya menyampaikan, kesulitan terbesar masyarakat di sana ada belum adanya sarana transportasi yang bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian ke Pasar Padang Aro.



"Kalau untuk konsumsi kami sudah lebih dari cukup, tapi untuk menjadi nilai tambah ekonomi masih jauh, karena terlalu besar biaya yang dikeluarkan untuk menjadikan uang hasil pertanian kami ini", katanya.


Selanjutnya penyuluh pertanian Kecamatan Sangir  Afriadi Rasyid mengungkapkan sebelum tahun 2010 daerah tersebut belum begitu produktif.


"Berkembang dan menjadi sumber ekonomi masyarakat sejak adanya program pemerintah untuk cetak sawah baru ditahun 2010 seluas 40 hektar", katanya.


Edi menambahkan ditahun 2017, daerah itu kembali mendapatkan program cetak sawah baru seluas 49 hektar.


Saat ini katanya, Sawah di daerah itu sudah lebih seratus hektar karena masyarakat juga sudah ada yang mencetak sawah sendiri termasuk 16 hektar sawah yang dicetak sebelum tahun 2010


"Dengan adanya irigasi sungai dahan, produksi padi cukup bagus yaitu sekitar 7,5 ton per empat bulan, atau sekitar 750 ton keseluruhannya setiap panen", katanya


Wali Nagari Lubuk Gadang Timur Kasri mengatakan cukup bangga dengan semangat warganya yang serius menggeluti usaha tani walaupun dengan peralatan seadanya.


"Mereka sangat bersemangat, tidak ada lahan terlantar disini, harapannya ada perhatian dari pemerintah untuk bentuan peralatan pertanian, baik sebelum maupun pasca panen", katanya.


Selain itu, pihaknya juga berharap campur tangan pemerintah daerah hingga pusat untuk membantu pengurusan penurunan status kawasan hutan konservasi didaerah itu.


Hal itu katanya, disebabkan Petani didaerah itu berbatasan lansung dengan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sehingga sangat sulit untuk perluasan lahan pertanian, sementara jumlah penduduk terus bertambah,


"Disini diharapkan peran pemerintah daerah hingga pusat untuk penurunan status kawasan hutan guna perluasan lahan pertanian", katanya.


Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda saat menghadiri acara syukuran tersebut mengatakan sebagai daerah penyangga pangan Solok Selatan daerah tersebut patut menjadi skala prioritas pembangunan.


"Ya, harus menjadi skala prioritas pembangunan kedepan, karena daerah ini adalah penyangga pangan Solok Selatan", katanya


Selain itu imbuhnya, DPRD bersama Bupati mesti memperjuangkan untuk penurunan status kawasan hutan di wilayah itu.


"Ini harus menjadi perhatian oleh pemerintahan mendatang, dan kami di DPRD akan perjuangkan kebutuhan masyarakat disini", katanya.


Sekretaris daerah Solsel Yulian Efi dalam arahanya singkatnya mengatakan, sektor ekonomi kerakyatan khususnya pertanian telah terbukti mampu bertahan ditengah Pandemi Covid-19.


"Sektor ekonomi kerakyatan ini harus ditopang, terutama untuk ketahanan pangan, caranya tentu dengan membantu para petani dengan program", katanya. Met


Post a Comment

0 Comments