Ticker

6/recent/ticker-posts

Syahrul Wirda Kakanwil Kemenag Sumut itu Masa Kecil Sering Berjalan ke Sekolah Sejauh 3 KM | dutametro


Syahrul wirda kakanwil kenenag Sumatera Utara


Solok, dutametro.com – Drs. H. Syahrul Wirda, MM mantan Kakanwil Kemenag Sumbar lalu sempat Menjadi Kabiro AUAK di IAIN Bukittinggi, sekarang diangkat kembali oleh Menteri Agama Fachrulrazi menjadi Kakanwil Kemenang Sumatera Utara pada Selasa (15/9) bersamaan dilantiknya 22 pejabat eselon II lainnya dilingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tidak terbayangkan bagi seorang Syahrul Wirda akan menjadi Kakanwil Kemenag Sumut yang sebutan kota terbesar di Pulau Sumatera dengan Gubernur Edy Rahmayady. Menjadi orang nomor satu di lingkup Kemenag yang berkantor di Kota Medan, merupakan kerja dan usaha keras yang ia jalani semasa Syahrul Wirda kecil yang bersekolah berjalan kaki setiap hari sepanjang 3 Km.

Anak sulung dari delapan bersaudara kelahiran 1963 silam ini, berasal dari Kabupaten Solok, tepatnya Jorong Taratak Teleang Nagari Sariak Alahan Tigo Kecamatan Hiliran Gumanti. “Saya anak petani, tinggal di desa, kalau ke Solok ada sekitar 100 Km. Waktu bersekolah sering jalan kaki sepanjang 3 Km, bahkan pernah dari Sariak hingga ke Talang Babungo (pusat kecamatan-red) hingga ke Pesantren Aua Duri Sumani berjalan kaki”, kenang hidup masa kecil Syahrul.

Perjalanan hidup hingga menjadi ‘orang besar’, diakui Syahrul bahwa orang tuanya seorang petani kecil, itu pun buta huruf, tapi bukan buta baca AlQur’an. “Orang tua saya disuruh membuat surat tidak bisa beliau tapi baca Alqur’an beliau bisa. Kami bersaudara delapan orang, hanya dua orang tidak sarjana, selebihnya (6) orang sarjana dan semua PNS”,kata Syahrul motivasi hidup yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya.

Dalam perbincangan hangat bersama Syahrul Wirda di Sekretariat MUI Kabupaten Solok lantai I Islamic Center Koto Baru pada Sabtu, (19/9/20), dirinya terlihat bersahaja dan ramah berkumpul bersama tokoh agama setempat. Selaku Ketua MUI Kabupaten Solok, bersama Syahrul juga didampingi Ketua Harian MUI Elyunus, SH, M.Kn dan pengurus Baznas terlihat asyik berbincang masalah keagamaan serta pesta demokrasi Pilkada yang sebentar lagi akan digelar.

Adalah Syahrul memulai karirnya sebagai pegawai pada Kantor Departemen Agama Kabupaten Solok. Pernah menjabat sebagai kepala KUA Payung Sekaki, dan beberapa KUA kecamatan lainnya di Kabupaten Solok, lalu masuk dipercaya sebagai Kepala Seksi di Kantor Departemen Agama Kabupaten Solok hingga akhirnya promosi menjadi Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kab. Solok. Dimasanya Kantor Depag berubah nama menjadi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Solok. Selepas itu pindah ke Kanwil Sumbar dengan jabatan Kabid PAKIS selama 14 bulan selanjutnya promosi dengan jabatan Kakanwil Kemenag Sumbar  sekitar 18 bulan. Selepas itu menjadi Kabiro di IAIN Bukittinggi dan itu pun lebih lima tahun. “Sebagai pejabat eselon II, saya sudah dua kali di Asesmen, terakhir Desember dan Juli, dan dengan jabatan yang sudah lama selama lima tahun itu mesti pindah. Jadi kalau soal pindah itu sudah biasa, dan kepindahan itu harus, ya akhirnya saya diamani menjadi Kakanwil di Sumut”,tukuknya. 

Kunci sukses dan harapan dari Syahrul selaku pejabat yang beraal dari anak desa ini, adalah harus serius terutama dari lembaga yang menaunginya. “Apa lembaga kita, kalau Kemenag ya komitmen kita disini, jangan memaki baju lain, kalau pun ada tinggalkan dan itulah salah satu dalam prinsip hidup saya”,sebutnya mengakhiri.(yas)

Post a Comment

0 Comments