Ticker

6/recent/ticker-posts

Rapor Pandemi Covid-19 dan Ekonomi Indonesia pada Semester 1 Tahun 2020 | dutametro




Oleh : Ir. Abdul Aziz, MM


Setiap hari Indonesia berselimut duka. Setiap hari ribuan rakyat Indonesia terkapar dan bahkan meninggal akibat Covid-19. Setiap hari kita dengar tangisan histeris dari kelahiran janda-janda baru yang kehilangan suaminya dan anak yatim baru yang kehilangan Bapaknya. Dimana-mana terdengar tangisan kehilangan sanak saudara, ayah-ibu, adik-kakak dan sahabat tercinta. Demikian ganasnya Covid-19 yang telah merenggut kebahagiaan dari sebagian rakyat Indonesia. Seratus Dokter telah meninggal dunia akibat keganasan Covid-19 dalam tugas mulia untuk menyelamatkan nyawa yang lainnya.


Sampai akhir Smester I 2020, 174.796 orang rakyat Indonesia telah terpapar Covid-19 yang membawa Indonesia ke posisi no 23 dunia melewati China, Korea Selatan, Jepang, Nigeria & Ethiopia. 7.417 orang rakyat Indonesia telah meninggal akibat keganasan Covid-19 yang membawa Indonesia ke peringkat 19 dunia melewati China, Philipines, Pakistan dan Senegal. 41.420 rakyat Indonesia masih terkapar dalam penderitaan keganasan Covid-19 dan kondisi ini membawa Indobesia pada posisi 18 dunia melewati China, Italy, Uganda dan Mozambique. Demikian dilansir dari sumber Kemenkes, Worldometer tanggal 31 Agustus 2020.


Sejak diinformasikannya kasus pertama Covid-19 pada awal Maret di Indonesia maka sejak itu pula berbagai penanggulangan dilakukan oleh pemerintah untuk meredam dampak dari pademi Covid-19 diberbagai sektor. Pembatasan aktivitas masyarakat sangat mempengaruhi aktivitas bisnis yang berimbas langsung terhadap perekonomian nasional.


Namun, hari ini Wuhan sudah kembali menjalani hidup normal, sekolah-sekolah telah dibuka dan anak-anak sekolah kembali belajar tanpa menggunakan masker. Industri pariwisata sudah kembali beroperasi secara normal. Pertanyaannya kenapa bisa secepat itu Covid-19 bisa pergi dari Negara yang berpenduduk sangat padat itu ? Jawabnya cukup sederhana yakni “patuh terhadap protol kesehatan secara utuh”. Artinya pemerintah mengeluarkan regulasi dan sekaligus mengawal secara ketat pelaksanaan regulasi tsb.


Dukutip dari BBC News Indonesia bahwa China mengatasi wabah Covid-19 melalui teknologi canggih dan tersembunyi dengan melacak penduduk lewat telepon genggam. China memiliki system pengawasan berteknologi tinggi yang bisa melacak warga negara mereka, baik secara daring maupun luring.


Menurut Wartawan BBC di Seoul, pemerintah Korea Selatan juga menggunakan telepon genggam untuk mengetahui lokasi warganya berada, dan mengirimkan pesan darurat ketika ketika warganya mendekat ke lokasi dimana pasien yang terkonfirmasi positif berada.


Lalu Singapura, Israel, Iran, Taiwan dan Rusia mengadopsi sebagian atau keseluruhan metoda yang dipakai China untuk memanfaatkan kekuatan data.


Sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum terkendali mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Inonesia (qtoq) pada Kwartal I adalah minus 2,41 %, sementara pada Kwartal II 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah minus 4,19. Demikian dikutip dari BPS.


Sepertinya resesi sudah hampir terjadi di Indonesia. Bahkan Menkopolhutkam Mahfud MD berani menyebutkan bahwa pada bulan depan Indonesia 99,9 % resesi atau hampir pasti resesi. Dikutip dari detik.com tanggal 31 Agustus 2020.


Tanda-tanda resesi sendiri pernah diungkap oleh Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang belum lama ini bercerita kondisi APBN hingga Juli 2020. Fiskal negara belum memberikan tanda-tanda yang bisa membuat ekonomi nasional maju hingga akhir tahun 2020. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bahkan menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi minus disepanjang tahun 2020. Jika benar begitu, maka Indonesia resmi resesi, dikutip dari detik.com 31 Agustus 2020.


Direktur Eksekutif Institute for Development of Ecomonics and Finace (INDEF) Tauhid Ahmad menjelaskan bahwa resesi yang terjadi adalah akibat turunnya kondisi perekonomian nasional. Hal itu tampak dari pertumbuhan ekonomi yang minus pada dua kwartal secara berturut-turut. Beliau juga menyampaikan pada detik.com bahwa dengan kondisi Indonesia terkini maka tampak penurunan ekonomi yang signifikan sebagai dampak buruk Covid-19.


Bagaimana dengan Negara kita di Indonesia ? Semoga saja akan segera hadir system pengawasan yang lebih canggih agar Indonesia bisa segera terbebas dari Covid-19 dan perekonomian nasional bisa kembali pulih seperti sediakala.

Post a Comment

0 Comments