Ticker

6/recent/ticker-posts

KPU Kabupaten Solok Umumkan DPS Selama 10 Hari Menuju DPT | dutametro




Solok, dutametro.com – KPU Kabupaten Solok melakukan launching pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS), ini akan berlangsung selama 10 hari terhitung semenjak tanggal 19 – 28 September 2020.

”Kita membuka pengumuman tersebut selama 10 hari. Selama itu disosialisasikan untuk disebar ke masyarakat. Diharapkan Dinas Kominfo, rekan pers, pengurus partai dan lainnya untuk menyampaikan. Harapan kita agar mendapat tanggapan dari masyarakat terhadap DPS tersebut, sehingga dapat diperbaiki menjelang ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT)”,kata Komisioner divisi Perencanaan Data dan Informasi Jons Manedi, S.Pd, mewakili Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir.Gadis bertempat di kantor KPU di Koto Baru, Sabtu, (19/9/20).

Acara launching yang dibuka oleh Jons Manedi, turut didampingi Sekretaris KPU Efrizon, SH, M.Si, Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Afri Memori dengan peserta acara sebanyak 15 utusan partai politik, Dinas Kominfo, Kesbangpol Kabupaten Solok serta rekan media.

Disampaikan Jons, selama 10 hari para PPK, PPS telah mempublis di berbagai sarana publikasi yang diketahui orang banyak seperti medsos. Pengumuman di kantor walinagari ataupun di tempat umum agar diketahui khalayak ramai. “Sentana namanya tidak ada dalam DPS, niscaya bisa disampaikan/dilaporkan, agar menjelang pesta demokrasi namanya terdaftar”,ujarnya. 

 Adalah DPS sementara hasil pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP), DPS ditetapkan sebanyak 265.564 Pemilih. "Terdiri dari 131.221 (pemilih laki-laki) dan 134.343 (perempuan) dalam wilayah 14 kecamatan, tersebar di 74 Nagari dan 959 TPS,"terangnya.

Merujuk pemilih Pileg serentak tahun 2019 lalu DPT mencapai 281.902 orang. Sedangkan ini cuma 265.564 orang sehingga terjadi penurunan sebanyak 16.338 pemilih. “Penurunan DPS ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama mobilisasi atau perpindahan penduduk dan juga angka kematian. Sebab, dari Dinas Catatan Sipil Kabupaten Solok, selama periode Januari - Desember 2019, ada lebih kurang 6 ribu penduduk Kabupaten Solok yang pindah ke daerah lain, termasuk yang meninggal”,jelasnya.

Menindaklanjuti demikian, maka selama 10 hari pasca launching atas sosialisasi DPS, andaikata nama pemilih tidak tercatat, dapat melapor ke penyelenggara, mulai dari PPS, PPK atau bisa juga langsung ke kantor KPU.  “Terutama bagi Parpol, peluang besar saat pengumunan DPS ini, untuk memastikan konstituennya, apakah sudah terdaftar atau belum. Jika belum inilah peluang untuk meraup suara sebagai kantong atau basis suara untuk calonnya nanti baik itu bupati maupun gubernur”,tukuknya.(yas)

Post a Comment

0 Comments