Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketua DPRD Solok Selatan Hadiri Acara Syukuran Atas Penanganan Bencana Alam 2019 di Nagari Pakan Rabaa Timur | dutametro




Solsel, dutametro.com - Warga jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan (Sumbar) menggelar acara syukuran dan do,a bersama atas kepedulian pemerintah daerah terhadap penangganan bencana alam yang terjadi akhir 2019 lalu.


Hadir pada acara itu ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda, Wali Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril, Ketua Bamus Khairul Fajdri, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan kaum ibuk, Sabtu (26/9/2020).


Wali Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril dalam sambutanya siang itu mengatakan. Nagari Pakan Rabaa Timur ini tidak henti hentinya ditimpa bencana, bahkan bencana didaerah ini sudah seperti tahunan.


Bencana banjir bandang terakhir ini terjadi ditahun 2019 yang lalu, akibat dari bencana itu, ratusan hektar petani kehilangan lahanya, belum lagi puluhan rumah porak poranda akibat bencana tersebut.


Sejumlah dana nagari sudah terkuras dan nagari tidak sanggup lagi untuk melanjutkan perbaikan akibat bencana alam tersebut.


Pasca bencana, perbaikan lahan yang rusak sudah berjalan selama hampir enam bulan baik oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah sudah banyak rampung, diperkirakan sudah mencapai 90 persen dan tinggal lagi 10 persen.


Bencana alam banjir bandang tahun lalu itu merusak lahan pertanian mereka seluas lebih kurang ratusan hektar dan pertengahan tahun 2020 ini sudah bisa dimanfaatkan.


Ada beberapa rangkaian pasca bencana kami sudah melaksanakan kegiatan perbaiakan sawah, meskipun belum terkomodir semua ada beberapa titik lagi, dana nagari tidak sanggup lagi, dana nagari yang dipersiapakan hanya 600 juta.


Penggunaan alat berat sampai saat ini sudah 1450 jam dan memiliki ketekoran lebih kurang 150 juta, sampai kini masih ada sewa alat yang belum dibayar.


Pihak nagari bersama bamus nagari mengangarkan anggaran perubahan untuk menyelesaikan ketertinggalan pekerjaan ini. 400 sampai 500 jam lagi alat untuk memperbaiki dan sudah dimasukan dalam RPK Nagari.


Dalam waktu dekat ini pihak nagari akan mengundang seluruh masyarakat nagari dengan tujuan untuk menyampaikan hasil kerja dan keuangan, karena dana desa ini sudah terkuras, bentuk transparansi penggunaan dana desa itu harus disampaikan kepada masyarakat.


Nagari Pakan Rabaa Timur ini juga mendapat angin segar dari BNPB untuk rumah warga yang terkena bencana sudah disetujui pusat sebanyak  75 unit untuk Nagari Pakan Rabaa Timur.


Sementara itu ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda dalam arahannya didepan ratusan masyarakat yang hadir mengatakan, acara hari ini kalau boleh Saya tukar judulnya bukan syukuran tetapi Do,a  bersama bagaimana daerah kita ini tidak lagi dilanda bencana dan jauh dari mara bahaya.


Terkait dengan kondisi daerah kita saat ini, proses penanggulangan pasca bencana ini sangat bagus dan transparan, pada hari ini kami selaku perwakilan masyarakat di Legeslatif sangat mengapresiasi terhadap kinerja wali nagari.


Sejak terjadinya bencana alam yang melanda daerah ini, wali nagari selalu berpikir bagaimana mengembalikan daerah yang sudah porak poranda ini, dengan mendatangi berbagai instansi baik dipusat, provinsi maupun daerah, bahkan satu satunya nagari yang berani menggunakan anggaran dana desa untuk memperbaiki lahan warga yang rusak akibat bencana.


Semua prosedur sudah dilalui, namun kenapa masih belum direlisasikan juga bantuan bantuan itu oleh pemerintah daerah, dari hasil evaluasi DPRD bersama OPD terkait masih tersisa anggaran itu sebesar Rp 3 Milyar, kenapa ini bisa terjadi, inilah biroraksi yang berbelit belit dan OPD nya kurang mengerti, seharus dana bencana ini habis bahkan mengalami ketekoran," Besok akan saya panggil OPD nya," ucap Zigo kesal.


Dana kita masih tersisa sebesar Rp 3 Milyar dan dalam APBD Perubahan kamipun juga menganggarkan sebesar 14 Milyar lagi, jadi tidak ada alasan OPD nya untuk tidak mengucurkan dana khusus untuk Nagari Pakan Rabaa Timur ini.


Zigo menambahkan, kegiatan hari ini bukan nuansa politik, Saya diundang oleh wali nagari dan Bamus kesini selaku pemerintah daerah dan ketua DPRD Solok Selatan, membahas perkembangan daerah dan menjemput aspirasi yang tertinggal.


Namun perlu juga Saya tambahkan, mari kita sejukan suhu politik pilkada dan jangan gara gara pilkada kita berpecah bela, berkotak kotak satu sama lain, dan kegiatan masyarakat ini jangan dijadikan bahan politik, pilkada itu hanya lima tahun," ajaknya. Met

Post a Comment

0 Comments