Ticker

6/recent/ticker-posts

Indra Catri Menikmati se Cangkir Kopi Pak Datuk Sambil Diskusi Ringan | dutametro




Solsel, dutametro.com - Indra Catri bersama keluarga sering berkunjung ke rumah mertuanya di Koto Kaciak, Nagari Pasir Talang Timur, Kecamatan Sungai Pagu, singgah sebentar di teras kopi Pak Datuak.


Selama ini mantan Bupati Agam itu, hanya melihat postingan kopi arabika asal Solsel dan baru kali ini bisa menikmati secangkir kopi di teras Kopi Pak Datuak di Padang Aro.


"Saya mampir disini beserta istri, karena ingin menikmati secangkir kopi arabika ala Solok Selatan. Sewaktu jadi Bupati, waktu saya terbatas untuk singgah di sini," ujar Indra Catri saat ditemui wartawan sedang berbincang di Teras Kopi Pak Datuak, Selasa (29/9).


Dia mengatakan, datang ke Solsel hanya bersilaturahmi dengan mertua dan pihak keluarga istrinya.


Sebelumnya, ke Solsel singgah sebentar dan hanya bisa menuju satu titik saja. Yaitu rumah mertuanya. Tapi sekarang bisa bertemu dengan teman lama, pihak keluarga dan para tetangga istrinya.


"Dengan Pak Datuak, saya sudah lama tidak ketemu. Dan baru sekarang bisa mencicipi segelas kopi arabika, bersama istri saya," kata Sumando urang Solsel itu.


Sebut Indra Catri, ternyata teras kopi pak datuak bukan saja tempat nongkrong millenial, dewasa dan orang tua. Tetapi tempat berdiskusi para tokoh dan kaum millenial terkait kemajuan Solsel kedepannya.


Dia mengatakan bangga, bahkan dia disambut baik para tokoh dan masyarakat ketika mampir sebentar.


Bahkan ia sempat berdiskusi dengan millenial dan beberapa orang tokoh Solsel. Diskusi ringan terkait keluhan di sektor pendidikan, ekonomi dan infrastruktur yang masih banyak memprihatinkan.


"Saat saya tanya, di teras kopi ini kami sebut masyarakat media diskusi dan memecahkan setiap masalah," paparnya.


Bupati Agama dua periode itu menyebutkan, Solsel punya potensi besar dalam bidang perekonomian. Salah satunya budidaya ikan dengan aliran sungai yang memadai.


Di Agam saja ucapnya, awalnya dia mulai mengembangkan 3.000 kolam ikan. Sekarang sudah lebih dari 5.000 kolam.


"Artinya, sumber ekonomi ada. Tinggal pemerintah membantu masalah masyarakat, termasuk bantuan bibit yang bagus," tuturnya. Met

Post a Comment

0 Comments