Ticker

6/recent/ticker-posts

BPBD Solsel Lakukan Pemetaan Titik Titik Rawan Lonsor dan Penyumbatan Sungai dengan Helikopter | dutametro




Solsel, dutametro.com - BPBD Solok Selatan melakukan pemetaan potensi rawan longsor penyumbatan sungai besar dan kecil di daerah sarantau sasurambi dengan menggunakan transportasi Helly.


Ikut dalam rombongan Hellykopter itu selain Pilot, BPBD Sumbar, Kalaksa BPBD Solok Selatan Richi Amran, Sport Maneger PT Supreme Energy Nofrins Napilus.


Pemantauan udara dengan helikopter tersebut dilakukan, Kamis (16/9) bersama BPBD Sumbar, dalam mengatasi dampak bencana alam yang berkemungkinan bisa terjadi diakhir tahun 2020.


Atau di awal tahun 2021, ketika intensitas hujan tinggi atau terus menerus melanda Solsel yang dapat mengancam keberadaan rumah penduduk.


"Potensi banjir, longsor dan galodo di akhir tahun ini atau awal tahun 2021 harus dipetakan. Bila tidak, potensi longsor dihulu sungai bisa memicu galodo dan banjir bandang," ungkap Kepala BPBD Solok Selatan, Richi Amran kepada Media Jumat (18/9).


Justru itu, katanya, perlu dipetakan titik sungai yang rawan, termasuk hutan yang berpotensi longsor ke sungai. Karena Solok Selatan adalah daerah yang rawan akan bencana alam, dan langganan bajir dan galodo setiap akhir tahun dan di awal tahun.


Dia menjelaskan, terdapat puluhan titik potensi yang bisa memicu bencana. Bukan saja dialiran sungai besar dan kecil. Akan tetapi dihutan-hutan yang dibawahnya sungai.


Kondisi ini banyak ditemukan dalam penyisiran udara. Sebab itu jelas Richi, meski dilakukan pencegahan sebelum terjadi bencana alam.


"Puluhan titik potensi banjir dan longsor ini, nanti akan kita survei juga melalui jalur darat. Lewat udara, kita hanya untuk memastikan titik mana yang meski akan kita tempuh," paparnya.


Mulai dari hilir hingga ke hulu sungai, dari Sungai Batang Bangko, Batang Suliti, Batang Liki, dan lainnya. Dan sejumlah hutan yang keberadaannya di hulu sungai.


Selain itu tujuan dari pemetaan ini adalah menimalisir isu isu yang selama ini membuat kekwatiran sebagian masyarakat terhadap kondisi sungai bangko yang sering keruh akibat dari aktifitas sebuah perusaan besar yang berada dizona ulu bangko.


Namun menurut Kalaksa dan sejumlah tim yang ikut terbang bersama Helly BPBD Sumbar itu, kekwatiran itu jauh dari prediksi, dan setelah disurvey hanya ada satu titik longsor dan tumpukan kayu kayu.


Inilah nanti yang akan kami bentuk tim bersama yang akan membersihkan lokasi ini selama satu minggu, dengan melibatkan unsur unsur terkait.TNI Polri, Tokoh masyarakat, Ninik Mamak, Wali Nagari, Jorong dan kelompok Siaga Bemcana (KSB) nagari. Met

Post a Comment

0 Comments