Ticker

6/recent/ticker-posts

Bawaslu Solsel Sosialisasikan Netralitas ASN | dutametro




Solsel, dutametro.com - Sosialisasi Pengawasan Netralitas Aparat Sipil Negara (ASN) Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat , Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan tahun 202O, kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solok Selatan, Sabtu (19/9/2020).


Acara Berlangsung di Aula Jay Coffe Muaralabuh menghadirkan Bupati Solok Selatan diwakili Ass 1 Fidel Effendi, tiga pimpinan Kecamatan, seluruh kepala sekolah tingkat SMP, MTsN, SMK, SMA, MAN, Wali Nagari, kepala KUA, Insan Pers, dan dibuka secara langsung oleh ketua Bawaslu Solok Selatan M.Ansar.


Ketua panitia Gusnedi dalam laporanya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan Bawaslu dalam rangka memberikan informasi terhadap keterlibatan ASN, Wali Nagari dan perangkat nagari.


Sehingga dalam kegiatan ini kami dari pihak panitia mengundang  perwakilan ASN seperti pimpinan kecamatan, wali nagari, kepala kepala sekolah dan acara ini berlangsung selama satu hari penuh, dengan empat orang narasumber.


Sementara itu, Ketua Bawaslu dalam sambutannya mengajak, agar seluruh ASN agar tetap menjaga Netralitasnya Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS yakni Pasal 11 huruf c.


Karena di Solok Selatan, ada tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang berasal dari ASN, betapa pentingnya kenetralitasan ASN. itulah yang selalu disampaikan, baik dalam pemilu, pileg dan pilkada.


Narasumber Dr.Aermadepa S.H.M.H Akemedisi dan Praktisi Hukum dalam paparanya dihadapan para ASN dan undangan lainya menyampaikan, Solok Selatan sudah ada tiga pasang calon dan tinggal menunggu tahapan berikutnya.


Tahapan kampanye akan berlangsung selama dua bulan, akan lebih panjang dibandingkan priode tahun tahun sebelumnya.


Dalam tatapan kampanye dialog hanya boleh dihadiri sebanyak 50 orang dalam satu ruang tertutup dengan jarak minimal 1 meter, sementara untuk kegiatan debat publik juga dibatasi, karena mengacu pada protokol Covid19.


Pada inti pemaparan narasumber itu mengatakan, para ASN, wali nagari beserta perangkatnya, termasuk tenaga kontrak sekalipun sudah diatur dalam undang undang dan kenetralan para ASN itu juga merupakan harga mati.


Ass 1 Fidel Effendi dalam pemaparanya menyampaikan, kita di Negara Demokrasi mencari pimpinan itu harus melalui demokrasi, tentu dalam pemilihan itu ada perbedaan perbedaan, dan sering terjadi konflik ditengah tengah masyarakat.


Dalam pemilihan ini ASN selalu diikat dengan undang undang pemilu dan ASN harus mentaati undang undang agar tidak sampai keranah hukum.


Tidak memihak atau menunjukan dukungan salah satu yang akan didukung, ikut dalam kampanye, memakai fasilitas negara, ASN itu harus memberikan pelayanan yang sama dan tidak diskriminatif


Camat, Wali Nagari, Kepala Sekolah agar selalu hati hati dalam mengambil keputusan disaat pemilu, Pileg dan Pilkada, karena kalau tidak hati hati akan ada tantangan yang akan diterima, makanya netralitas itu adalah penting bagi ASN


Tujuan netralitas ASN adalah menjaga kekompakan dan keutuhan ASN, mencegah digunakannbirokrasi pemerintah sebagai alat politik parpol, memcegah ASN dan birokrasi pemerintah menjadi sasaran tarik menarik parpol. Met

Post a Comment

0 Comments