Ticker

6/recent/ticker-posts

InnalillahiWainna ilaihi Raji'un . Mantan Kiper PSP Padang Era 70-an Mas Djaya Jamal Telah Berpulang | dutametro

Padang.-dutametro.com.-Sebuah berita di WA, saya terima tadi sore dari Pak Yon Saryoni. Beliau mendapatkan khabar itu dari Bapak Putra Buana, mantan pemain PSP Padang. Inti berita yang disampaikan dalam WA itu adalah MAS DJAYA JAMAL mantan kiper PSP Padang di era 70-an telah berpulang. Memang tidak disebutkan jam berapa dan dimana berpulangnya Da Mas, begitu saya memanggilnya. Tapi dari beberapa informasi yang saya dapat kemudian, khabarnya sore tadi juga jasad Almarhum telah lansung dikuburkan.


Mas Djaya Jamal, bagi generasi sekarang, terutama dari kalangan pemain, pengurus dan bahkan supporter, mungkin tak banyak lagi yang mengenalnya. Saya pribadi, meski jadi wartawan sejak tahun 1982-1983, justru tidak pernah lagi melihat tampilan Mas Djaya Jamal di bawah mistar. Kalau pun pernah melihat Beliau tampil, itu sudah dalam pertandingan eksebisi. Terakhir ia main saat pengurus PSP periode 2004-2008 pernah bermain di Stadion Imam Bonjol suatu waktu. 


Namun bagi Saya pribadi, perkenalan dengan Beliau juga masih di lapangan bola. Saat itu Beliau sudah jadi pengusaha dan berkantor di dekat Pulau Air. Sebagai sesama orang bola Saya cukup sering diajak ke kantornya di Pulau Air. Apalagi saat saya sudah menjadi Sekretaris Umum PSP periode 2004-2008, hubungan Kami cukup baik. Mas Djaya sendiri juga cukup baik hubungannya dengan hampir semua pengurus PSP lainnya saat itu.

Seperti yang diceritakan Uda Nursyirwan Zakariah mantan Manajer dan Sekum PSP Padang, karir Mas Djaya Jamal di PSP Padang sudah dimulai pada sekitar tahun 1971. Meski saat itu masih bersaing ketat dengan Sukirman, SH sebagai kiper, tapi Mas Djaya termasuk pemain yang tangguh di bawah mistar gawang. Itu pula sebabnya di tahun-tahun berikutnya Mas Djaya yang akhirnya lebih sering menjadi kiper utama.

Di sekitar tahun 70-an itu, prestasi PSP Padang sebenarnya cukup mentereng. Sebagai salah satu dari "The Six Magnificient" Sepakbola Perserikatan (bersama Persija, Persebaya, PSMS Medan, Persib Bandung dan PSM Makasar), sejumlah nama besar juga pernah memperkuat PSP Padang. Seperti duo bek tangguh Hasan dan Rusli, juga ada beberapa nama lain seperti Havid, Sakirman Aki. Generasi itu kemudian diperkuat sejumlah nama tenar seperti Suhatman Imam, Irawadi Uska Codot, Ikrardinata, Putra Buana, Gusril, Tommy Heryanto, dll.

Di tahun 1975 misalnya, saat merebut Piala Bukit Barisan, hampir 90 persen pemainnya adalah pemain PSP Padang. Di antaranya tersebut nama Tugino, Sakirman Aki, Anis Muchtar dan lain-lain. Di saat itu kepengurusan PSP di tahun 1967-1975 itu dipimpin oleh Hutapea, Sudarmaji dan juga Mus Subagio. Di saat itu pulalah, di antara sekian banyak mutiara yang ada di tubuh PSP, tersebutlah nama Mas Djaya Jamal sebagai salah satu pemain yang pernah bersinar.

Kini, di saat PSP Padang khabarnya sedang melakukan reorganisasi di kepengurusannya, Mas Djaya Jamal berpulang ke haribaan Illahi. AKBP Sadrinal, salah seorang teman dekat Mas Djaya sesama bermain di PSP Yunior tahun 1971-1972 itu, mengaku terkejut dan sedih dengan kepergian rekannya itu. Ia memang baru tahu dan tidak sempat mengantarkan Mas Djaya ke tempat peristirahatan yang terakhir. Untung saja tadi sore khabarnya sejumlah legenda PSP dipimpin Suhatman Imam khabarnya sempat melayat ke rumah duka.

Selamat jalan Uda Mas Djaya Jamal.. Apapun kondisinya, namamu tetap akan menjadi salah satu bagian yang takkan pernah terlupakan dalam sejarah dan perjalanan PSP Padang. (05082020)

Post a Comment

0 Comments