Ticker

6/recent/ticker-posts

Diperlukan Pengawasan Langsung dan Pemberian Sanksi Tegas untuk Menekan Penyebaran Covid-19 | dutametro



Oleh : Ir. Abdul Aziz, MM

Ini adalah penelusuran kedua setelah minggu lalu saya melakukan penelusuran terhadap kepedulian masyarakat terhadap protokol kesehatan sepanjang jalur transportasi udara dari Padang ke Surabaya. Penelusuran terhadap perilaku masyarakat terhadap kepedulian akan Covid-19 dilakukan sepanjang jalan tol dari Pandaan menuju Jakarta.

Sebetulnya ada rasa takut dan cemas yang berlebihan ketika harus melakukan perjalanan panjang dari Pandaan menuju Jakarta. Kondisi dan sutuasi pertumbuhan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur saat ini yang masih sangat tinggi membuat semua aktivitas terlihat bergerak melamban. Sepertinya, Kota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara seakan juga sudah lelah dengan sulitnya mengatur masyarakat untuk ikut peduli dengan penyebaran Covid-19 ini.

Perjaanan panjang yang harus saya lakukan terkait dengan urusan keluarga yang tidak mungkin ditunda. Keinginan untuk memantau situasi kepedulian masyarakat terhadap Covid-19 sepanjang jalan di pantai utara juga menjadi penyemangat perjalanan panjang ini. Persiapan yang cukup matang telah mem-back up perjalanan kami sehingga tidak perlu berhenti berhenti pada lokasi-lokasi rest area untuk membeli sesuatu dan melaksanakan shalat zuhur dan ashar.

Kamipun telah menyiapkan dokumen eHAC secara online untuk mendapatkan barcode jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan dari petugas Covid-19 di sepanjang jalan. Dokumen hasil negatif dari swab test pun tidak lupa kami bawa untuk melengkapi semua kebutuhan pemeriksaan agar tidak diminta kembali ke tempat asal kami di Pandaan.

Disepanjang jalan tol antara Pandaan dan Surabaya memang tidak banyak aktifitas penduduk yang bisa kami amati karena jalan tol tidak melewati perkapungan penduduk. Namun saat memasukan Kota Surabaya terlihatlah aktifitas masyarakat yang tidak jauh berbeda dengan aktifitas ketika sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Masyarakat masih tetap berolah raga, bersepeda dan bahkan berjualan dipinggir jalan raya seperti hari minggu layaknya tahun-tahun sebelumnya. Orang-orang yang peduli terhadap penyebaran Covid-19 tetap masih sangat banyak yang menggunakan masker. Namun disana-sini masih terlihat masyarakat tanpa masker yang ikut dalam kegiatan olah raga pagi di Kota Surabaya.

Begitu banyaknya rest area yang kami lewati sepanjang perjalanan terlihat ramai oleh para pengunjung yang sengaja beristirahat atau sekedar minum kopi untuk menghilangkan kantuk. Dengan sengaja berjalan agak pelan sambil mengamati perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. Sepertinya tidak banyak berbeda antara rest area satu dengan lainnya, masyarakat masih sangat banyak masyarakat yang berkerumun dan tidak menggunakan masker. Seakan-akan tak pedulu dengan apa yang sedang berjangkit di negeri ini.

Di rest area sekitang Batang yang cukuo besar, saya sempat berhenti dan mengamati lagi perilaku kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Masya Allah....begitu ramainya pengunjung rest area yang beristirahat dan bahkan ada yang makan bersama disamping bangunan salah satu restoran tanpa mengindahkan aturan pada protokol kesehatan. Tanpa masker dan berkumpul dalam jumlah yang cukup besar, itu lah fakta yang terjadi pada hampir seluruh res area antara Surabaya dan Jakarta.

Setiap hari kita mendengar kampanye kepedulian terhadap penyebaran Covid-19 di Stasiun TV Pemerintah dan Swasta. Setiap hari pula kita mendengar sejumlah orang terpapar Virus Covid-19 dan setiap hari begitu banyak yang meninggal akibat seranban Virus Covid-19. Apakah orang-orang ini tidak mendengar ? atau mungkin tidak meliahat ? Atau memang sudah tidak lagi peduli dengan apa yang terjadi ? Entahlah...... Yang jelas saya menemukan fakta di lapangan bahwa masyarakat masih banyak yang tidak peduli dan bahkan tidak mematuhi aturan protokol kesehatan yang sudah dicanangkan Pemerintah.

Lalu, Pemerintah harus melakukan apa lagi untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar Covid-19. Semua aturan sudah dibuat dan sosialisainya sudah dilakukan. Melalui pengeras suara, para petugas juga sudah berkeliling mengumandangkan agar masyrakat waspada terhadap Covid-19. Kantor-kantor Pemerintah dan Swasta pun sudah di instruksikan agar mempekerjakan karyawannya dari rumah saja (WFH) untuk menekan bertambahnya masyarakat yang terpapar Covid-19.

Sepertinya Pemerintah harus bertindak extra tegas dan extra keras agar masyarakat bisa mematuhi aturan protokol kesehatan. Pemerintah harus memberikan tugas extra kepada semua ASN dan karyawan Swasta untuk terlibat langsung sebagai pengawas lapangan. Pemerintah harus memberikan sanksi tegas dan keras terhadap para pelanggar aturan protokol kesehatan. Kalau tidak, negeri ini bisa hancur dan berantakan yang disebabkan oleh kehabisan anggaran negara untuk menangani pertumbuhan Covid-19. Masyakat akan semakin banyak yang terpapar Covid-19 dan rumah-rumah sakit akan penuh seperti yang terjadi di Brazil, Amerika dan Inggris.

Akan sia-sia rasanya jika Pemerintah hanya sekedar mempersiapkan semua fasilitas yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 dan tidak langsung mengawasi pelaksanaannya di lapangan. Ini adalah fakta bahwa masyarakat kurang peduli dan perlu mendapat pengawasan langsung dari pemerintah. Pengawsan bisa dilakukan secara berjenjang dan terkoordinasi mulai dari Gubernur sampai ketingkat Kelurahan, dari Direksi sampai kepada karyawan terendah harus menjadi pengawas lapangan langsung agar penyebaran Covid-19 bisa dihentikan dan wabah Covid-19 ini bisa berakhir di Indonesia.

Post a Comment

0 Comments