Ticker

6/recent/ticker-posts

Pembenahan Pantai Padang Agar Bisa Dibanggakan Jadi Icon Kota Padang | dutametro



Oleh : Abdul Aziz

Kita perlu mengacungkan jempol kepada Pemkot Padang karena kini Pantai Padang sudah sangat indah dan pantas menjadi kebanggan setiap anak nagari yang bernama Minang Kabau. Tak hanya Pantai Padang, pembenahan jalan protokol dengan trotoar dan lampu-lampu hias menjadikan kota Padang sangat indah baik disiang hari maupun pada malam hari. Sekali lagi “terima kasih kami sebagai warga kota kepada Pemkot Padang”

Kita juga merasa sedih dan haru disaat menikmati keindahan objek wisata Pantai Padang, ketika pandangan kita terusik oleh sampah-sampah yang bertebaran disepanjang jalan dan trotoar. Tentunya sampah-sampah ini juga akan sangat menghilangkan daya tarik Pantai Padang bagi para pengunjung yang sengaja datang untuk menikmati nikmatnya udara pagi dan sunset di sore hari.


Para pedagang kaki lima yang mendirikan tenda-tenda dagangannya secara tidak teratur juga menjadikan Pantai Padang yang sudah susah payah di benahi dengan uang rakyat oleh Pemkot Padang kembali kembali kumuh dan sembraut. Kadang timbul rasa malu didalam diri kita sebagai orang Padang “Apakah orang Padang itu jorok seperti ini ? Dan apakah orang Padang toidak mengerti dengan keteraturan ?” Pokoknya banyak pertanyaan-pertanyaan jelek yang timbul dalam benak kita dan akan sangat sulit jika dijawab sendiri.

Disepanjang Pantai Padang yang membentang dari Muaro sampai ke Simpang NPM (lebih kurang 3 km) kita merasa tidak nyaman untuk memarkir kendaraan kita disebabkan tidak jelasnya pengelola parkir yang mematok uang parkir seenak perutnya. Hal ini juga sangat memalukan dan sangat menjengkelkan bagi pewisata baik lokal maupun yang sengaja datang dari daerah lain untuk berwisata.

Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap olah raga saat ini, Pantai Padang adalah lokasi paling strategis untuk bersepeda, jalan santai dan bahkan untuk jogging atau marathon. Namun dengan ketiga persolan diatas, para pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berolah raga di Pantai Padang. Fasilitas yang sudah disediakan pemerintah seakan-akan tak terurus akibat ketiga dan realita diatas.

Apakah akan kita biarkan saja ? Atau bahkan kita juga ikut membuah sampah seenaknya ? Atau kita mau bertengkar dengan para tukang parkir yang tidak jelas ? Atau bahkan kita akan ikut mojok ditenda-tenda yang sembraut ? Tentu tidak.....orang minang mencintai kebersihan dan keindahan, Pantai Padang bisa kita kelola bersama menjadi Icon Kota Padang yang tersohor dan bisa mengalahkan Pantai Kuta di Bali.

Bagaimana caranya
Pemerintah Kota harus menyediakan tempat-tempat sampah yang memadai disetiap titik dimana orang-orang berjualan. Selanjutnya Pemerintah Kota harus secara terus-menerus dan tidak bosan-bosannya untuk menyuarakan kepada masyarakat untuk sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Untuk sementara, kerahkan Satpol PP untuk mengawasi pelaksanaa pengendalian sampah dan sadar sampah ini. Secara periodik, pasukan orange tanggap akan tugasnya dalam menjaga kebersihan Pantai Padang.

Barangkali dengan membuat beberapa titik Pujasera disepanjang Pantai Padang tentunya akan tersolusi. Pemkot Padang dapat mengelompokkan jenis pujasera yang membedakan jenis makanan dan minuman tertentu. Pemerintah Kota sebaiknya menyediakan dan mengelola penjualan makanan dan minuman tadi dalam kios-kios yang diatur dalam bangunan pujasera seperti kios penjualan ikan basah yang sudah ada. Rancanglah kios-kios pujasera tersebut dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan para arsitek dan ahli pertamanan. Kita yakin dengan keteraturan tsb para pedagang juga akan mau menyewa kios-kios yang mereka gunakan, tapi syaratnya Pemkot tidak harus mencari keuntungan pula dalam menyewakan kios-kios pada pujasera ini.

Pemkot sebaiknya menyediakan lokasi-lokasi parkir kendaraan roda empat dan roda dua dibeberapa lokasi sepanjang Pantai Padang yang dijaga oleh petugas parkir dan tidak memungut biaya parkir di lokasi parkir. Biaya parkir diatur sedemikian rupa dengan pembelian karcis parkir pada pintu-pintu masuk dan pembayaran dilakukan di pintu keluar. Dalam pengelolaan parkir, petugas Kepolisian harus tegas, jika parkir disembarang tempat harus dikenakan denda atau tilang. Ketegasan sangat diperlukan, karena memang sifat “urang awak kebanyakan” harus demikian untuk dapat mematuhi semua aturan yang ada.

Kita berharap agar Pemkot Padang dapat segera menindak lanjuti masukan ini untuk Kota Padang yang Lebih Indah dan jadi Kebanggaan Sumatera Barat

Post a Comment

0 Comments