Ticker

6/recent/ticker-posts

Olah Lahan Bekas Tambang Emas , Kelompok Tani Ranah Gadang Panen Padi Perdana | dutametro



Sijunjung, dutametro.com.-Kelompok tani ranah gadang panen padi perdana pioritas padi Sambutan
di lahan bekas tambang emas, di Nagari Mundam, yang di ketuai Musihat  Jorong ranah pasar dan jorong kampung pinang, kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Jumat (17/7/2020)

Panen perdana di lahan bekas tambang emas tersebut mengeluarkan hasil memuaskan, kata Musihat selaku ketua kelompok tani Ranah Gadang ke Dutametro.com  Sabtu (18/7/2020) lewat pesan WA nya.

Hal tersebut berkat kerja sama anggota kelompok tani untuk mereklamasi lahan yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif kembali, jelasnya.

Untuk mengarap lahan eks tambang emas tersebut tidak lah rumit, hanya saja yang menjadi kekuatiran anggota kurang menghasilkan produksi hasil panen, namun pada kenyataannya hasil yang didapat cukup bagus, kata Musihat.

Dikatakannyajuga Seperti halnya panen perdana saat ini  dengan Hasil hubinan 5,5 kg per hetar dengan luas lahan 30 hetar, dengan jumblah kelompok 30 orang, jika di bandingkan dengan lahan persawahan yang bisa digarap oleh petani sawah dengan hasil yang didapat boleh di katakan tidak jauh berbeda, "namun demi kian kita berharap kepada pemerintah untuk dukungan dalam pengembangan lahan yang ada, dengan mengajukan Hendtraktor,cultivator ,Pompa air, Hend spayer, Bibit pinang bibit limau kapeh, Reklamasi sawah Bekas tambang ini, jelasnya.

Sementara itu kepala Dinas Pertanian Ir.Ronaldi ke dutametro.com  mengatakan, Pemerintah dalam upaya pembangunam ekonomi masyarakat di sektor pertanian ini lah yang menjadi andalan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena boleh dikatakan 75 parsen masyarakat Kabupaten Sijunjung bergerak di sektor pertanian ini jelasnya.

Untuk itu dalam pembangunan di
“Misi kami untuk meningkatkan produktivitas, produk dan kwalitas produk pertanian,” menjadi yang utama

Maka dari itu yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah dengan inovasi teknologi pertanian merupakan keharusan untuk memacu peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing.

“Harus bisa melakukan inovasi teknologi pertanian agar target kita dalam peningkatan pembangunan sektor pertanian tercapai, jika kelompok tani mengajukan bantuan Dinas Pertanian segera membantu” jelas.

Hadir dalam kesempatan tersebut kepala Dinas pertanian tanaman pangan, camat, kepala Bappeda, wali Ngari Koordinator Bpp penyuluh ketua Gapoktan dan lembaga lain. (def)

Post a Comment

0 Comments