Ticker

6/recent/ticker-posts

Bulan ini Rumah Sakit Pratama Negeri Akan dibangun di Nagari Lubuk Malako | dutametro



Solok Selatan, dutameteo.com --Masyarakat Nagari Lubuk Malako boleh berbangga pasalnya Rumah Sakit Pratama Negeri (RSPN) Solok Selatan, Sumatera Barat ( Sumbar) akan dibangun di Asahan, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, usai menandatangani kontrak pembangunan RSPN bersama Kontraktor, disaksikan Kejari Solsel dan Wali Nagari Lubuk Malako.

Mengantisipasi kendala saat proyek berjalan dengan sisa waktu lima bulan,  ada jaminan keamanan dari pihak nagari dan pemangku adat jika suatu waktu ada penyelesaian masalah.


"Pihak nagari telah menjamin, tidak akan ada kendala saat proyek sedang berjalan. Namun kontraktor tetap harus komunikasi aktif hingga proyek berakhir," ungkap Novirman, Senin (6/7).

Dia menjelaskan, jangan sampai kegiatan terhalangi dengan waktu yang relatif pendek. Sehingga bisa menyebabkan pembangunan terbengkalai. Sebab, dalam minggu ini proyek sudah di mulai kegiatannya dilapanga.

Justru itu, dia berharap tidak ada gangguan dalam pelaksaan proyek rumah sakit yang memakan anggaran Rp25 miliar ini. Konsultan pengawasan juga diminta meski bekerja sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk bantuan hukum dari Kajari Solsel seiring akan dimulainya proyek RSPN ini.

Sebab, proyek rumah sakit ini 17 Desember 2020 wajib selesai dan 5 Januari 2021 akan di aktifkan. Untuk spesialisnya sedang di sekolahkan daerah, Dinkes sebagai pelayanan kesehatan sudah menyiapkan segala kebutuhan RSPN.

"Rumah sakit ini dibangun dilahan 5 hektar sesuai sertifikat yang diserahkan Wali Nagari Lubuk Malako hari ini," ujarnya.

Wali Nagari Lubuk Malako, Riono Pendri menjelaskan, siap memfasilitasi pelaksanaan proyek, termasuk bila terjadi kendala kegiatan dilapangan.

Masyarakat di kenagariannya sebut Rio, antusias menerima baik anggaran pembangunan RSPN di Lubuk Malako, juga telah melakukan pengajian yasinan pertanda mereka menerima dengan baik.

Dalam perjanjian, Pihak keluarga pemilik lahan diutamakan bekerja sesuai potensi yang dimiliki, hal ini akan di prioritaskan Pemkab Solsel.

"Seluruh masyarakat nagari, mulai pemangku adat, bamus, LPNN, jorong sudah menyambut dengan baik proyek. Siap membackup kontraktor dilapang, jika pekerjaan sesuai spek," paparnya.

Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok Selatan,Trinura Sinaga mengatakan, Kajari bersifat mendampingi pekerjaan ini sesuai aturan yang berlaku. Direktur perusahaan pemenang proyek, perlu berkoordinasi bila terjadi kendala dilapangan.

"Konsultan pengawas agar diperhatikan laporan mingguan dan bulanan. Kerjasama bagaimanan pembangunan tepat waktu sesuai dengan perencanaan," ungkapnya.

Terpisah, Direktur PT Rimbo Arafah, Doni Candra mengatakan, siap bekerja tepat waktu dan 24 jam dalam percepatan pembangunan RSPN. Pembagian waktu dua sift dilaksanakan.

Jika lima bulan waktu tersisa, dalam seminggu volume pekerjaan kami minimal 5 persen. Dan ini harus telaksana tepat waktu sesuai perjanjian kontrak anggaran Rp25 miliar untuk RSPN Solsel
.Met

Post a Comment

0 Comments