Ticker

6/recent/ticker-posts

Terbesar di Sumbar Solok Selatan Anggarkan BLT Covid-19 Sebesar RP 32 Miliar


Ketua Gugus Tugas Covid-19 Abdul Rahman Di Dampingi Tim saat Vidcom

Solsel, dutametro.com--- Dana APBD Kabupaten Solok Selatan untuk 17.141 Kepala Keluarga (KK) senilai Rp 32 Miliar telah disalurkan Selasa.

Penyaluran BLT APBD ini selama 7 hari kedepan, hingga 10 Juni, akan disalurkan Pemkab bekerjasama dengan Bank Nagari secara bergantian ke seluruh kenagarian.

Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, kepada dutametro.com, Selasa (2/6) mengharapkan bantuan tersebut agar dimanfaatkan untuk pembelian kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan penting lainnya.

Pembagian Langsung Dana Desa

Solok Selatan sudah melakukan relokasi dan refusing 67 miliar dan APBD nya, itu artinya hampir seluruh belanja modal dan belanja pembangunan.

Masyarakat kita  sudah terdaftar dalam bantuan sosial yang ada dari 4 skema bantuan sosial bersifat sosial dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten dengan Dana Desa (DD) nagari itu 48%  sudah mendapatkan bantuan sosial selama 3 bulan.

Nah itu kan kalau kita komparasi barangkali di Sumatera Barat dengan kabupaten kota yang, Solok Selatan termasuk yang tertinggi dalam hal itu termasuk juga sesuatu yang menonjol yaitu dalam hal penanganan kesehatan.

masyarakat Pakan Rabaa Timur Saat Penerimaan BLT

"Nah jadi satu-satunya kabupaten kota yang melakukan rekrutmen tenaga covid di provinsi Sumatera Barat itu sudah kita lakukan jadi untuk 1 tahun," ungkapnya

Tahun 2020, kegiatan kegiatan pembangunan relatif sudah tidak ada kecuali yang berasal dari pusat khusus untuk kesehatan dan pendidikan.

seperti  yang belum mendapatkan kalau sudah 84% yang sudah mendapatkan berartikan tinggal  16%  yang belum dapat, termasuk juga yang belum masuk mereka belum tercatat atau tidak pulang kampung, sementara KK san KTPnya masih Solok Selatan.

Sejumlah Warga Lubuk Gadang Saat Penerima BLT

Bagi yang pulang kampung dan sebagainya maka kita nanti tetap akan memberikan bantuan di sepanjang yang 16% itu, bukan masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Maka akan kita berikan bantuan melalui sembako yang memang sudah siapkan berasal dari cadangan beras kita yang ada di bulog.

Kemudian juga CSR  dari perusahaan-perusahaan yang sudah kumpulkan yang sampai ini hari ini sudah ada sekitar 10 ton beras, ditambah dengan sebuah pola secepatnya juga didaftarkan sambil berjalan, termasuk juga dikasih yang tidak boleh ada yang dapat bantuan dari skema yang lain maka tidak boleh lagi mendapatkan bantuan Bansos Kabupaten.

Hari ini saya sudah luncurkan agar segera didistribusikan oleh kabupaten ke seluruh nagari nagari, dan sambil berjalan melakukan verifikasi mana yang ganda kita keluarkan.

Nah nanti anggarannya  itu kita gunakan juga untuk yang belum mendapatkan atau belum terdaftar, kalau pemanfaatannya seperti ini betul dalam rangka rencana anggaran pembangunan kita sudah tidak ada lagi pembangunan, tentu kita berharap akan segala perintah dalam penggunaannya tidak timbul masalah.

Jadi kami imbau kepada masyarakat yang meberima bantuan untuk menggunakan bantuan ini betul-betul untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, yang penting jadi bukan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Tapi yang saya maksud, jangan hal-hal yang tidak penting dan perlu untuk beli rokok, atau untuk jalan-jalan beli baju baru, beli elektronik, DP sepeda motor dan sebagainya, bukan itu tujuannya. Tapi ini adalah skema bantuan tadinya tujuannya agar bisa membantu ekonomi disaat covid ini.

 Bagaimana kita meyakini bahwa masyarakat kita jangan sampai ada yang tidak makan, itu memang harus diantisipasi,  karena suasana PSBB kemarin termasuk juga ke depan kita tidak tahu ya berapa lama ini waktunya.

Oleh sebab itu, kita sediakan dana yang kita berikan walaupun belum tentu kapan covid ini akan berakhir, karena sesungguhnya dalam perputarannya kondisi covid ini belum jelas kapan berakgirnya.

Juga kalau bisa  nanti, para pedagang-pedagang asli. Saya ajak untuk beli beras nya di sini saja,  kita belanja di pusatkan ke pedagang-pedagang yang ada di sini kami perkirakan tidak kurang dari 60 Miliar dana covid ini bisa beredar di Solok Selatan ini.

"Dana yang tidak sedikit, seluruh uang juga akan menggerakkan ekonomi khusus di Kabupaten Solok Selatan ini." tutup Abdulrahman.Met


Post a Comment

0 Comments