Ticker

6/recent/ticker-posts

Sebanyak 24 Orang Jemaah Haji Asal Mentawai Gagal Berangkat Tahun Ini



Mentawai,-dutametro.com-Sesuai keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada Penyelenggara ibadah haji tahun 1441 H / 2020 M, akibat keputusan Menteri Agama tersebut 24 jamaah haji asal Kabupaten Kepulauan Mentawai gagal berangkat haji padahal ke 24 jamaah haji tersebut telah melunasi semua biaya haji dan telah melengkapi semua administrasi keberangkatan.

"Keluarnya keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 494 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 1441 H/2020 M, berdasarka. Keputusan tersebut maka Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak bisa memberangkat 24 jamaah haji, padahal ke 24 jamaah haji yang akan di berangkat tahun 1441 H/2020 M sudah melunasi semua biaya keberangkatan dan telah melengkapi Administrasi,"kata Indra Gunawan, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu, 13 Juni.

Indra Gunawan, menyebutkan, perlengkapan administrasi yang sudah dilengkapi oleh jamaah haji yang akan berangkat tahun 1441 H/2020 seperti periksa kesehatan, pembinaan manasik haji tahap pertama bagi yang akan berangkat haji, pengurusan pasport haji, bahkan ke 24 pasport haji jamaah yang akan berangkat tahun 1441 H/ 2020 M sudah selesai semuanya, tinggal lagi untuk keberangkatan.

"Sesuai dengan KMA nomor 494/tahun 2020 ada tiga skema yang bisa dipilih jamaah haji yang batal berangkat tahun 1441 H/2020 M yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH).

Skema pertama jika BIPIH baik setoran awal maupun sotoran pelunasan tidak diambil jamaah haji yang gagal berangkat tahun 1441 H/ 2020 M akan berhak berangkat haji tahun 1442 H/ 2021 M, BIPIH disimpan di Badan Penggelola Keuangan Haji (BPKH), nilai manfaat setoran pelunasan akan diberikan kepada jamaah haji sebelum berangkat haji tahun 1442H/2020 M.

Skema kedua jika BIPIH diambil hanya dana setoran pelunasan, statusnya masih memiliki nomor porsi, tidak kehilangan haknya berangkat haji tahun 1442 H/2021, dan harus melunasi kembali BIPIH setoran pelunasan tersebut.

Skema ketiga, jika BIPIH diambil semuanya setoran awal dan setoran pelunasan, status nomor porsi haji dinyatakan batal, calon haji dinyatakan membatalkan keberangkatan haji, hilang hak keberangkatan haji untuk tahun 1442 H/ 2021, kalau mau berangkat haji harus daftat ulang dari awal dan mengantri dari awal lagi kalau akan berhaji,"katanya.

Post a Comment

0 Comments